12 Rabiul Awal Untaian Penuh Makna
Oleh: Ilma Althafunnuha (Santri Ponpes Darul Bayan Sumedang)
Assalamu’alaikum sobat fillah, kalian tau gak ada peristiwa apa aja dibalik tanggal 12 Rabiul Awal? pastinya tau dong 12 Rabiul Awal itu identik dengan kelahiran insan mulia, uswah terbaik, dan banyak lagi sebutan mulia lainnya. Nah, sebenernya ada banyak peristiwa bermakna yang terjadi di setiap tanggal itu, diantaranya menghimpun kebahagiaan dengan kelahiran nabi Muhammad SAW, yaitu hari Senin pagi 12 Rabiul Awal pada tahun gajah di Makkah. Kelahiran nabi SAW, memilki makna yang sangat agung. Menurut Al-‘allamah sayyid Muhammad ‘Alwi Al-maliki, “Andai tak ada kelahiran nabi, tentu tak akan pernah ada hijrah. Andai tak ada kelahiran nabi, tentu tak akan ada perang badar. Andai tak ada kelahiran nabi, tentu tak akan ada penaklukan Makkah. Andai tak ada kelahiran nabi, tentu tak akan pernah ada umat islam. Andai tak ada kelahiran nabi, tentu tak akan pernah ada dunia ini.”
Begitulah, saking agungnya makna kelahiran beliau dikarenakan beliau membawa petunjuk (risalah islam) dari Allah SWT untuk seluruh manusia yang memerdekakan manusia dari penghambaan pada manusia menuju penghambaannya pada Allah SWT, yang membawa manusia dari kegelapan menuju cahaya. Membebaskan manusia dari segala bentuk kedzaliman ,karena itulah risalah beliau itu merupakan rahmat bagi seluruh alam.
Tanggal 12 Rabiul Awal juga menghimpun kemuliaan karena menjadi titik tolak risalah nabi SAW. Terwujud dengan penerapan hukum dan syari’a islam. Pada hari Jum’at 12 Rabiul Awal pula beliau memasuki Madinah pada tahun 1 hijriah. Dari sanalah dimulainya pendirian “Daulah Islam” secara sempurna sehingga diterapkanlah syari’ah islam pada saat itu hingga menyebar luas seiring berjalannya waktu.
Pada tanggal itu pula yang menghimpun kesedihan, yaitu pada hari senin pagi 12 Rabiul Awal tahun 11 hijriah Allah SWT mewafatkan nabi SAW. Pada saat itulah kepergian sosok nabi SAW menjadi kesedihan bagi seluruh umat islam khususnya penduduk Madinah yang saat itupun berkabung atas kepergian beliau.
Sepeninggal nabi SAW. Lantas bagaimana kelanjutan hidup kaum muslim setelah kepergian nabi SAW? siapa yang akan memimpin kaum muslim untuk tetap menjallankan hukum islam? mempersiapkan jawaban itu Rasulallah SAW pernah bersabda “ Wahai ,manusia, sungguh telah aku tinggalkan ditengah kalian perkara yang jika kalian pegang teguh, kalian tidak akan pernah tersesat selama-lamanya : kitabullah dan sunnah nabi Nya SAW. (HR. Malik, Al-Hakim, Al-Baihaqi, Al-Marwazy, dan Al-Ajuri). Juga sabda beliau “Dulu Bani Israil diatur segala urusannya oleh para nabi. Setiap kali seorang nabi wafat, dia digantikan oleh nabi lainnya. Sungguh tidak ada lagi nabi sesudahku. Yang akan ada adalah para khalifah dan jumlah mereka banyak. (HR. Al-Bukhori dan Muslim).
Secara tersirat Rasulallah SAW, berpesan agar kita kaum muslim harus membaiat khalifah agar ada yang mengurusi umat, tentu khalifah yang berpegang teguh pada risalah/ajaran Rasulallah SAW agar diterapkan secara kaffah untuk mengatur kehidupan manusia . Juga karena para sahabat juga mencontohkan bahwa selama mereka menjadi khalifah itu harus menerapkan islam , maka kita pun harus meneladani mereka dalam berpegang teguh pada ajaran islam.
Jadi pada momen peringatan “Maulid Nabi SAW” ini, kita harus mewujudkan kecintaan kita kepada Rasulallah SAW. Secara nyata dengan melanjutkan kembali risalah Nabi SAW. Serba melestarikan contoh dan teladan nabi SAW. Dan khulafaur Rasyidin, serta mewujudkan sunnah nabi SAW dan khulafaur Rasyidin, yaitu dengan menegakkan kembali Khilafah Rasyidah ‘Ala minhaj an-nubuwah. Dengan itu semoga kita bisa memiliki hujah bahwa kita berusaha ingin diakui sebagai hamba Allah SWT dan umat Rasul Nya yang setia Aamiin. []


Posting Komentar untuk "12 Rabiul Awal Untaian Penuh Makna"