Dakwah Ajaran Nabi, Wajib Diteladani!
Oleh: Zakiya Salsabila (Santri Popes Darul Bayan Sumedang)
Alhamdulillah, atas kuasa dan nikmat Allah SWT umat muslim akhirnya kembali disambut oleh bulan Rabiul awal, dimana tepat bulan kelahirannya manusia mulia yang telah Allah SWT tetapkan sebagai uswatun hasanah bagi umat manusia di muka bumi.
Umat muslim kini juga diramaikan kembali oleh acara “Peringatan Maulid Nabi”. Sebab, memang eudah menjadi rutinitas kaum muslimin dalam setiap tahunnya. Tujuannya sih untuk memuliakan beliau yang telah diutus menjadi seorang nabi dan mengingat kisah pejuangan beliau dalam menyebarluaskan agama islam. Dengan pernak-pernik sholawat, dan tampilan hadroh yang ngebikin acaranya jadi lebih meriah.
Tapi masalahnya, acara maulid nabi yang biasa diselenggarakan oleh masyarakat muslim pada umumnya, modelnya ya gitu-giu aja, yang alhasil ngebuat bosen dan gak menarik perhatian masyarakat sekitar. Sebab, pembahasannya pun ga jauh-jauh dari akhlak dan sifat-sifat nabi, sunnah-sunnah nya, dan sebagainya.
Padahal, perintahnya Allah SWT menjadikan nabi sebagai teladan terbaik ada dalam segala aspek kehidupan loh. Dan diantara banyaknya perkara yang nabi contohkan, perihal kepemimpinan dan dakwahnya lah yang wajib kita teladani dari beliau. Karena hidupnya para nabi ialah dengan dakwah. Diutusnya para nabi pun untuk menyebarluaskan islam , dan mendakwahkan agama Allah SWT kepada umat manusia.
Tetapi mengapa dari banyaknya muslimin di dunia, hanya sebagian dari mereka yang mau menerima penuh ajaran nabi? dan mengapa dari banyaknya muslimin yang mengadakan acara maulid nabi, hanya sedikit dari mereka yang benar-benar mencintai nabi dengan mencintai juga syari’ah Nya? mereka berani berkoar-koar cinta pada nabi, tetapi mereka tak berani mengamalkan seluruh langkah-langkah hidup yang ditempuh oleh nabi secara utuh.
Jika kita benar-benar mencintai beliau, maka kita akan tunduk patuh dan ta’at secara totalitas kepada apa-apa yang beliau perintahkan. Seperti yang tertera didalam Al-qur’an surat Al-hasyr ayat 7 dikatakan bahwa “apa yang diberikan rasul maka terimalah dan apa yang dilarangnya maka tinggal kanlah.” Jadi kalo udah cinta, apapun perintahnya pasti akan langsung kita lakukan. Meski terkadang hal itu kita gak suka, tapi ya kalo udah cinta pasti bakal tetep dipaksa buat dikerjain. Jadi ya kalo udah jatuh cinta mah jangan setengah-setengah, harus tulus sepenuhnya!
Ya aneh gak sih, giliran nabi mencontohkan perkara poligami diterima, diikuti, disenangi. Tapi giliran nabi mencontohkan perihal bagaimana seharusnya kita memimpin Negara, perihal jihad, dan tata cara beliau berdakwah malah ditinggalkan. Ajarannya dibenci, dihinakan, ditiadakan bahkan tidak dipedulikan. Padahal perkara kepemimpinan itu lebih utama kita teladani, sebab ini perihal umat dan Negara, bukan individu.
Maka sudah seharusnya kita meneladani perjalanan hidup beliau dari mulai tata Negara dan berdakwah. Sebab, umat kian kini rusak akalnya, Negara juga semakin berantakan dalam menetapkan hukum-hukumnya. Kita butuh contoh, kita perlu uswah. Dan sebaik-baik uswah adalah nabi kita, nabi umat muslim baginda nabi Muhammad SAW. []


Posting Komentar untuk "Dakwah Ajaran Nabi, Wajib Diteladani!"