Bukber Bikin Keder
Oleh: Choirin Fitri
Hari ini bukber dengan teman TK, esok SD, lusa SMP, lanjut SMA, berikutnya kuliah, dan terakhir teman kerja. Wuih, padat merayap ya jadwal bukbernya? Waktu bukber untuk keluarga, tetangga, dan yang lainnya kapan? Udah ada jadwalnya juga? Wow, luar biasa!
Emang ya jadwal bukber alias buka bersama di bulan Ramadan sudah banget dihindari. Malah biasanya jadi ajang ngumpul, mumpung ada kesempatan. Enggak heran jika mulai tanggal 1 Ramadan hingga akhir ada saja jadwal bukbernya. Entah di rumah salah satu teman, tempat makan, cafe, hotel, atau apapun. Yang penting tempat oke, makanan enak, plus enggak menguras isi kantong, bukber jalan terus.
Sebenarnya enggak ada masalah dengan si bukber ini. Enggak ada masalah mau makan dengan teman siapa pun. Namun, seringnya aktivitas bukber ini jadi ajang kemaksiatan yang sulit bingits dihindari. Seringnya bukber malah bikin keder. Kok bisa? Yuk, cek!
1. Bukber jadi ajang ghibah
Ghibah alias membicarakan orang lain tentu enggak asyik kalau dilakukan sendirian. Butuh teman ngobrol. Nah, di forum bukber inilah, forum yang paling tepat untuk mencari teman ghibah. Pasalnya ada banyak hal yang bisa jadi bahan ghibah. Ih, ngeri ghibah 'kan haram.
Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah saw. bersabda, “Tahukah kalian apa itu ghibah ?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Rasulullah ﷺ bersabda, “(Ghibah) adalah engkau menyebutkan tentang saudaramu apa yang tidak dia sukai (untuk disebutkan).” Lalu ditanyakan kepada Rasulullah, “Seandainya yang aku ucapkan tentang saudaraku itu benar adanya, bagaimana menurut engkau, Wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Jika apa yang engkau ucapkan tentang saudaramu itu benar maka itulah ghibah. Dan jika ternyata yang engkau ucapkan itu tidak benar maka engkau telah berdusta atas nama dirinya.” (HR Muslim)
Ghibah bukanlah perkara yang ringan melainkan perkara yang sangat berat. Bahkan, Allah menyebutkan secara khusus dalam Al-Qur'an tentang jeleknya ghibah.
وَلا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ
“Janganlah sebagian kalian mengghibahi sebagian yang lain. Apakah salah seorang dari kalian suka memakan daging bangkai saudaranya? Tentunya kalian akan benci.” (Surah Al-Hujurat:12)
Astaghfirullah. Ngeri banget ya dosa ghibah ini. Mending hindari deh!
2. Bukber ajang pamer
Pamer istilah yang seringu digunakan di dunia nyata. Face to face ketemu orang dipamerin. Nah, di era digital namanya berkembang menjadi flexing.
Flexing alias ajang pamer di medsos dilakukan untuk membentuk citra diri agar dianggap berkelas dan eksklusif. Dengan memamerkan status sosial, seperti gaya hidup dan kekayaan, melalui media sosial, pelaku flexing berharap orang-orang akan mengagumi pencapaian hidupnya.
Nah, bukber pun jadi ajang flexing paling oke punya. Jepretan foto atau sedikit video dengan background tempat berkelas dan teman-teman yang oke punya share di medsos. Banjir like 'n coment yang dicari.
Camkan baik-baik firman Allah bagi kalian yang suka flexing!
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍۚ
"Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri." (Surah Luqman:18)
Astaghfirullah, jangan sampai deh kita terjebak dalam aktivitas yang diharamkan Allah ini!
3. Bukber tinggalkan salat
Bukber menyita waktu yang enggak sedikit. Ujung-ujungnya, banyak yang meninggalkan salat demi bisa menghabiskan waktu bersama teman bukber. Entah karena harus menyiapkan ini itu untuk bukber, atau sekadar menghabiskan makanan yang sudah dipesan.
Sungguh rugi banget jika melaksanakan puasa, tetapi melalaikan salat yang notabene juga wajib. Yuk, camkan baik-baik apa yang disampaikan Rasulullah ini!
Rasulullah saw. bersabda:
الْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلَاةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ
"Perjanjian yang ada antara kami dengan mereka adalah salat. Maka, barangsiapa meninggalkannya, dia telah kafir." (HR Tirmidzi, no: 2621)
Astaghfirullah, mengerikan banget sih kalau hanya gegara ninggalin salat kita dapat status kafir! So, kalau emang kudu ikut bukber, jangan hanya sekadar ngumpul makan bareng! Perhatikan betul di mana tempat salat agar enggak terjebak pada kekafiran! Oke? []


Posting Komentar untuk "Bukber Bikin Keder"