Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Stop Korupsi, Tegakkan Khilafah

 Oleh: Mochamad Efendi





Demokrasi sudah terbukti gagal memberantas korupsi. Pelaku korupsi bertambah liar untuk menggarong uang rakyat. Merasa nikmat dan menguntungkan, korupsi terus dilakukan meskipun tahu bahwa itu adalah bentuk kejahatan yang merugikan banyak orang. Rakyat yang harusnya bisa menikmati kesejahteraan hidup di negeri yang kaya raya dengan sumber daya alamnya, mereka harus hidup dibawah garis kemiskinan.  Rakyat menderita karena sistem yang menyuburkan korupsi, dan tidak berpihak pada rakyat.


Kapitalisme telah membuat rakyat menderita, sementara melahirkan banyak penguasa dan  para pejabat korup yang tidak punya hati.  Mereka hidup dalam kemewahan diatas penderitaan rakyat yang harusnya diurusi dan berhak mendapatkan jaminan kesejahteraan.  Hati mereka sudah mati dan tertutup oleh nikmat dunia yang semu dan menipu. Mereka lupa bahwa dunia hanya sementara, dan segera mereka tinggalkan untuk selama-lamanya. Dunia akan segera menjadi cerita, sebaliknya akhirat akan segera menjadi fakta yamg harus dijalani. 


Pemikiran kapitalis yang bernafsu mengejar nikmat dunia telah melupakan tujuan hidup yang sebenarnya dan melupakan akhirat yang harus disiapkan. Jejak-jejak keburukan yang mereka ciptakan akan membawa mereka pada seburuk-buruk tempat kembali, neraka jahanam. Penyesalan penghuni neraka sia-sia dan tidak bisa merubah apa-apa. Mereka tidak akan diberi kesempatan untuk kembali ke dunia untuk memperbaiki semua kesalahan selama hidup di dunia. Sebelum pintu taubat tetutup, segeralah bertaubat dan memperbaiki kesalahan agar mendapatkan sebaik-baik tempat kembali, Surga Nya. 


Korupsi harus diberantas dari akarnya, dengan mengganti sistem kapitalisme dengan Islam. Terbukti, kapitalisme hanya akan menciptakan pejabat korup, karena penahaman mereka yang kapitalistik dan pragmatis, jauh dari kesadaran hubungan mereka dengan Tuhannya. Nafsu mengejar nilai materi, jabatan dan kekayaan, melupakan tujuan hidup yang sebenarnya, beribadah kepada Allah SWT.   Berlomba-lomba mengejar nikmat dunia, tapi melupakan tujuan hidup yang sebenarnya adalah pilihan hidup yang salah, namun dianggap biasa dalam sistem kapitalisme.


Kapitalisme juga menghasilkan hukum yang tidak tegas pada koruptor karena hukum dibuat oleh mereka yang terlibat kejahatan korupsi. Banyak celah hukum sengaja dibuat agar para pejabat korup bisa lepas dari jeratan hukum. Meskipun, banyak kebocoran dana dengan jumlah fantastis yang sudah dikorupsi, hukum tidak nampu menjerat pelaku utama yang telah merugikan negara dengan hukuman berat yang membuat mereka jera. Korupsi jalan terus karena hukum dalam sistem kapitalisme tidak tegas dan keras pada pelaku kejahatan korupsi yang telah merugikan rakyat. Korupsi telah mengakar dan membudaya mulai dari pejabat rendah sampai tingkat tinggi 


Pemberantasan korupsi dalam Sistem demokrasi hanya lips service, ide utopis yang sulit diwujudkan. Demokrasi yang tujuannya untuk kekuasaan telah membentuk para penguasa dan pejabat yang rakus dan haus kekuasaan, bukan untuk mengurusi rakyat. Semua dilakukan untuk memenuhi hasrat untuk terus berkuasa. Berbagai cara dilakukan agar bisa menikmati kue kekuasaan termasuk dengan cara korupsi. Biaya politik yang begitu besar untuk meraih kursi kekuasaan memaksa mereka mengambil satu pilihan "korupsi"  untuk mengembalikan semua biaya politik yang sudah dikeluarkan saat kekuasaan dalam genggaman. Terlebih, kapitalisme merupakan lahan subur bagi koruptor yang ingin mendapatkan kemewahan dengan cara cepat, meskipun merugikan rakyat yang harusnya diurusi dan dijamin kesejahteraannya. 


Masihkan kita percaya dengan sistem kapitalisme yang akan menyelesaikan problematika umat. Korupsi yang mendarah daging akan sulit diberantas selama pemahaman umat masih kapitalistik dan pragmatis. Saat kesempatan ada korupsi dianggap solusi logis untuk memperkaya diri sendiri. Pemikiran sekuker telah menjauhkan umat dari kesadaran  hubungan mereka dengan Sang Pencipta. Semua cara dilakukan selama menguntungkan, karena pragmatisme yang menjangkiti pemikiran umat, tidak lagi perduli cara yang dipilih haram dilarang dalam ajaran yang lurus dan mulia. Jadi tidak ada jalan lain untuk memberantas korupsi harus dicabut dari akarnya dengan mengganti sistem kapitalisme yang mendorong setiap orang melakukan korupsi dengan Islam yang mampu membangun kehidupan Islam yang akan menjaga dan mencegah setiap orang dari perbuatan mungkar, termasuk korupsi. 


Posting Komentar untuk "Stop Korupsi, Tegakkan Khilafah"