Menulis Untuk Kesehatan Mental (Healing)
Oleh: Endah Sulistiowati
Healing tipis-tipis yuk! Aku butuh healing nih. Biar nggak stres healing dulu aja.
Kata healing sering digunakan oleh netizen gen Z dan Gen Y. Dan healing menjadi kata-kata yang populer saat ini. Lalu, apa sih makna sebenarnya dari healing itu?
Healing merupakan bahasa pergaulan yang diserap dari bahasa Inggris. Dalam Cambridge Dictionary, healing diartikan sebagai proses pemulihan setelah mengalami luka fisik atau emosional.
Dalam bahasa gaul sendiri healing lebih dikenal dengan proses penyembuhan diri yang bertujuan untuk mendapatkan ketenangan batin dan jiwa.
Biasanya, pengguna sosmed menerapkan konsep healing dengan cara pergi berlibur ke tempat yang disenangi, makan-makan bersama bestie, ataupun sekedar jalan-jalan ke luar rumah (netizen menyebutnya healing tipis-tipis)
Selain healing ada juga self healing. Sama populernya, arti self healing justru lebih menyempit. Dalam buku Self Healing is Knowing Your Own Self karya psikolog Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Diana Rahmasari mendefinisikan self healing sebagai metode penyembuhan penyakit bukan dengan obat.
Metode penyembuhan dengan menyembuhkan dan mengeluarkan perasaan serta emosi yang terpendam dalam tubuh.
Hari ini, dimana tekanan hidup cukup berat, belum lagi persaingan usaha sangat ketat, beban belajar anak yang tinggi. Semua dirasakan baik bagi orang dewasa dan para remaja. Disadari atau tidak menggangu kesehatan mental.
Bahkan kesehatan mental saat ini menjadi hal yang harus diperhatikan. Karena gangguan mental ternyata tidak hanya menimpa individu yang jauh dari agama, pun bagi para individu yang berada dibarisan pengemban dakwah.
Penulis tidak meminta para penyintas untuk menguatkan keimanan dan ketaqwaan. Tidak meminta mereka untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Tidak meminta mereka untuk bisa berobat ke ustadz-ustdzah ataupun psikiater. Tidak. Penulis husnuzon semua sudah dilakukan.
Di sini penulis mengajak netizen, untuk menjadikan wall sosial media sebagai sarana healing. Bagaimana bisa?
Yuk, nulis! Nulis sebagai sarana healing. Nulis untuk melepaskan beban mental. Nulis untuk menyalurkan energi berlebihan karena tumpukan emosi.
Bukankah wall sosial media tidak pernah menolak ketika kita tulisi apa saja. Termasuk #misuh pun dia akan terima. Astaghfirullah.
Menulis juga tidak perlu biaya mahal, hanya butuh kuota saja. Murah saja kan.
Apalagi jika dari yang kita tulis banyak netizen yang tercerahkan, tersembuhkan, dan terbangkitkan karena #berjodoh dengan tulisan kita. Maka betapa banyak pahala yang mengalir untuk kita.
Yuk nulis!
Referensi: (https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6488464/ini-arti-kata-healing-bahasa-gaul-yang-populer-di-media-sosial.)


Posting Komentar untuk "Menulis Untuk Kesehatan Mental (Healing)"