Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Generasi Skincare


Oleh : Fitri Sumantri (Aktivis Dakwah & Blogger)


"Generasi skincare" yang merujuk pada kelompok demografis, terutama Generasi Z (Gen Z) dan Milenial (Gen Y), yang sangat peduli dengan perawatan kulit, menjadikan skincare prioritas utama dibandingkan makeup. Mereka mencari produk yang aman, efektif (sering kali didorong oleh tren Korea atau lokal), berfokus pada kesehatan kulit alami, dan memanfaatkan teknologi serta informasi dari media sosial untuk memilih produk serta membangun rutinitas sederhana namun komprehensif (cleanser, serum, moisturizer, sunscreen). 


Jika kita perhatikan tidak ada yang salah dari generasi skincare, dimana mereka melakukan perawatan untuk kulit mereka biar kulit mereka tetap sehat. Karena menurut Islam, kecantikan fisik adalah anugerah Allah yang perlu disyukuri dan dirawat dalam batas syariat, tetapi kecantikan hakiki yang utama adalah kecantikan batin (inner beauty) yang bersumber dari hati, akhlak mulia, ketakwaan, serta kecerdasan bukan sekadar penampilan luar yang berlebihan atau mengubah ciptaan Allah. 


Tapi, alangkah lebih baiknya kecantikan fisik itu juga didorong oleh wawasan yang luas, serta lebih mementingkan moral dan karakter. Sebab kecantikan kini di pandang holistik; fisik penting, tapi integritas, sifat baik dan pengembangan diri seperti mental dan ilmu jauh lebih berharga. Dan tentunya di perlukan untuk jangka panjang. Lain halnya dengan fisik, ia akan memudar pada masanya, dengan bertambahnya usia ia akan berubah, semahal apapun perawatan yang digunakan keriput itu pasti, beda halnya dengan ilmu yang akan terus mengalir menjadi pahala jariyah apabila ilmu itu di manfaatkan serta di sebarkan untuk kebaikan. 


Namun, yang terjadi hari ini generasi sibuk mempercantik fisik tapi tidak terlalu peduli terhadap ilmu. Bahkan banyak dari generasi muslim sendiri hafal berbagai macam merek skincare yang berjamur di pasaran, tapi tidak tahu kisah-kisah hidup perempuan-perempuan hebat seperti Maryam, Fatimah Azahra, Khadijah, Nusaibah, Aisyah dan perempuan-perempuan yang seharusnya jadi panutan bagi generasi muslimah sekarang. Tapi sayang, panutan mereka justru berubah kepada artis-artis korea yang cantik fisiknya dan pintar menari, maka tidak salah jika banyak generasi muslim sekarang kita temukan sibuk joget tiktok di banding menuntut ilmu. Sebab standar hidup mereka bukan benar atau salah, melainkan cantik fisik dan viral.


Bahkan  banyak dari generasi kita yang menghalalkan segala cara untuk terlihat cantik. Seperti kasus yang terjadi di Pemalang Jawa Tengah seorang siswi SMP mengancam untuk membunuh ibunya karena tidak dibelikan skincare, hal tersebut tentu sangat miris sekali. Dimana seorang anak yang seharusnya berbakti kepada orang tuanya, tapi justru ingin mencelakai orang tua hanya karena prodak kecantikan semata.

 

Padahal dalam Islam generasi muda itu penggerak perubahan, yang merupakan asset penting bagi kemajuan suatu bangsa. Dalam Islam, pemuda dianggap sebagai kekuatan utama yang memiliki semangat dan potensi besar untuk memperjuangkan kebenaran, keadilan, serta membangun peradaban yang bermartabat. Justru yang terjadi saat ini generasi muda menghadapi berbagai persoalan yang menjauhkan mereka dari peran strategis seperti kasus bunuh diri, persoalan kesehatan mental, dan kriminalitas. Generasi muda seolah tampil sebagai masalah sosial, bukan perubahan. 


Kondisi tersebut muncul karena generasi hidup dalam sistem kapitalisme sekuler yang menjadikan pencapaian materi sebagai standar kebahagiaan, sehingga menjauhkan mereka dari pemahaman agama yang utuh dan benar. Sekularisasi di dunia nyata diperkuat oleh sekularisasi  digital menjadikan generasi semakin jauh dari identitasnya sebagai generasi muslim.


Lantas, bagaimana bisa generasi muda sekarang bisa kita harapkan untuk perubahan dimasa yang akan datang melainkan hanyalah dengan kembali pada hukum Allah Swt.  Dengan menerapkan seluruh ajaran Islam secara menyeluruh dalam setiap aspek kehidupan (pribadi, keluarga, sosial, ekonomi, politik, teknologi), bukan hanya ritual semata. Dengan mengedepankan akidah, akhlak, syariah, dan muamalah, serta membangun keseimbangan spiritual dan material untuk meraih kehidupan yang seimbang dan diridhai Allah Swt, dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga masyarakat dengan pemahaman yang utuh dan kesungguhan sebagaimana yang diperintahkan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah : 208 yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman , masuklah kedalam islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu”. []

 

Posting Komentar untuk "Generasi Skincare"