Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Meraih Kemuliaan dengan Al-Qur'an


 Oleh: Mochamad Efendi


Untuk mendapatkan kemuliaan kita harus selalu dekat dengan al-Qur'an, membaca, memahami, menghafalkan serta mengamalkan apa yang yang terkandung didalamnya. Al-Qur'an mengandung kebenaran hakiki yang tidak ada sedikitpun keraguan didalamnya petunjuk hidup bagi orang-orang bertaqwa  


Manusia yang paling dimuliakan di sisi Allah adalah mereka yang paling bertakwa, yaitu yang beriman, beramal saleh, dan berakhlak mulia. Kemuliaan ini didasarkan pada ketakwaan (QS. Al-Hujurat: 13), bukan berdasarkan jabatan, kekayaan, atau nasab. Orang mulia ditandai dengan sifat amanah, pemaaf, menahan amarah, dan menebarkan kemanfaatan. 


Malam yang dimuliakan (Lailatul Qadar) adalah malam istimewa di bulan Ramadan yang lebih baik dari 1000 bulan, ditandai dengan turunnya Al-Qur'an dan malaikat. Ibadah pada malam ini membawa keberkahan, ampunan dosa, dan kedamaian. Umumnya dicari pada 10 malam terakhir Ramadan, terutama malam ganjil. 

Dalam pandangan Islam, manusia paling mulia di dunia adalah Nabi Muhammad SAW, yang merupakan Rasul Allah utusan terakhir dan rahmat bagi semesta alam. Beliau yang mendapatkan mukjizat berupa kitab suci Al-Qur:an. Kemuliaan mutlak ini didasarkan pada kesempurnaan akhlak, ketakwaan, dan perannya sebagai pemimpin seluruh umat manusia.


Jabal Nur (Gunung Cahaya) adalah salah satu tempat yang sangat dimuliakan dan bersejarah dalam Islam. Mengapa Jabal Nur dianggap tempat yang mulia karena itu adalah tempat turunnya wahyu pertama: Di puncak Jabal Nur terdapat Gua Hira, tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama, yaitu Surat Al-Alaq ayat 1-5, melalui Malaikat Jibril.  Tempat Berkhalwat Rasulullah: Sebelum diangkat menjadi Nabi, Rasulullah SAW sering menyendiri (berkhalwat) dan bertafakur di Gua Hira untuk menghindari penyembahan berhala dan mencari ketenangan. Jabal Nur dianggap sebagai simbol awal permulaan risalah Islam dan cahaya petunjuk bagi umat manusia.


Apapun yang terkait dengan Al-Qur'an menjadi mulia. Jika ingin hidup mulia, kaitkan semua perbuatan ataupun pemikiran dengan apa yang terkandung dalam al-Qur'an agar kita selalu ditunjukan ke jalan lurus, jalan orang-orang yang diberi nikmat, bukan mereka yang dapat murkaNya bukan. pula yang tersesat. Kita melakukan sesuatu karena itu diperintahkan dalam al-Qur'an. Sebaliknya, kita menjauhi semua larangaNya yang tertulis dalam al-Qur:an. Saat hati merasa gundah, resah dan banyak masalah ambilah air wudhu dan bacalah kitab suci yang tidak ada keraguan didalamnya petunjuk bagi orang-orang bertaqwa.


Yakinlah hatimu akan terasa lapang dan dengan izin Allah kamu akan mendapatkan solusi atas permasalahan yang kau hadapi. Jangan ragu untuk selalu berinteraksi dalam al-Qur'an, insyaallah kamu akan dapatkan solusi fundamental untuk semua masalah.

Al-Qur'an ibarat cahaya yang bisa menerangi kegelapan.  Kita bisa membedakan yang haq dan bathil dengan petunjuk al-Qur'an. Dengan mengikuti petunjukNya kita akan mendapatkan kemuliaan.  Menjalankan semua yang diperintahkan dalam al-Qur'an akan mengantarkan pada kebahagiaan di dunia dan akhirat. Mengingkari kebenaran al-Qur"an dan berpaling dari petunjukNya akan membawa pada kehinaan dan siksa yang sangat pedih tidak hanya dunia tapi juga di akhirat nanti. Marilah kita raih kemuliaan, kebahagiaan dan keberkahan dengan menjadikan Al-Qur'an petunjuk dalam menjalani kehidupan. []

Posting Komentar untuk "Meraih Kemuliaan dengan Al-Qur'an"