Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hikmah Saat Diuji Tidak Bisa Jalan

Oleh: Mochamad Efendi 


Terbayang saat masih bisa jalan dengan dua kaki yang kuat, pergi kemana-mana ringan tanpa beban. Berlari, melompat tanpa takut jatuh. Sungguh nikmat seandainya bisa memutar waktu dan mengulang cerita masa lalu, bisa berjalan kemana saja dengan keluarga. Baru kita menyadari nikmatnya bisa jalan, padahal dulu itu biasa saja, sekarang itu menjadi keinginan terbesar saat ini. Baru kita menyadari satu  nikmat luar biasa yang tidak bisa dinilai dengan uang berapapun jumlahnya saat nikmat itu dicabut dari diri kita. 


Alhamdulilah, masih diberi  nikmat hidup sampai hari ini, karena besok kita tidak tahu apa masih bisa menikmati udara kehidupan. Jatung masih bisa berdetak dan masih bisa menghirup nafas tanpa alat bantu dengan udara segar disekitar tanpa harus membayar. Itu pertanda bahwa saat ini kita masih hidup di dunia. Bersyukur masih bisa melihat indahnya dunia yang penuh warna dengan kedua mata dan masih bisa mendengar sehingga dunia tidak terasa sepi. Senangnya, jari-jari tangan masih bisa digerakkan untuk merangkai kata-kata hingga menjadi satu tulisan yang dikaitkan ajaran Islam agar bisa menginspirasi umat. Hikmah saat tidak bisa jalan, hati lebih pandai bersyukur atas nikmat Allah yang tidak terhitung.


Sering manusia lupa saat diberi nikmat yang banyak, baru menyadarinya saat satu nikmat dicabut. Mereka yang diberi kemewahan dan kemudahan sering melupakan tujuan hidup yang sebenarnya. Mereka disibukan dengan urusan dunia dengan mengejar kesenangan hidup yang semu dan menipu. Mereka merasa dimuliakan, padahal itu adalah ujian yang bisa saja menjauhkan seseorang dari petunjukNya. 


Hukuman yang kita rasakan di dunia, tidak seberapa jika dibanding adzab Allah di Akhirat, seperti yang disampaikan dalam Al-Qur'an surat Al-Qalam ayat 33, "Dan sungguh, azab akhirat lebih besar sekiranya mereka mengetahui."Jadi tidak usah bersedih saat ditimpa musibah. Jika kita ikhlas menerima dan sabar menjalaninya, bisa jadi itu ada bentuk kasih sayang Allah pada kita, karena itu bisa menggugurkan dosa-dosa kita yang dulu, sehingga bisa meringankan adzab di akhirat saat kita harus kembali menghadapNya.


Dengan diberikan ujian sakit, kita jadi menyadari berbagai kesalahan yang dulu pernah dilakukan. Inilah hikmah lain saat diuji sakit dan tidak bisa jalan. Alhamdulilah masih diberi kesempatan untuk bertaubat sebelum ajal datang menjemput. Jangan sampai kita menyesal seperti penyesalan penghuni neraka yang sia-sia. Dan mereka berkata, "Sekiranya (dahulu) kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala." (Al-Mulk ayat 10)


Kita juga lebih punya banyak waktu untuk mengingat Allah, sehingga hati terasa tenang dan jernih tidak hanya memikirkan dunia yang tidak ada ujungnya.  Nikmat rasanya bisa dekat dengan Pencipta langit dan bumi dalam sholat. Dulu sering menunda untuk sholat saat mendengar adzan.  Namun, sekarang senang rasanya saat mendengar panggilan sholat agar bisa menghadap pada Pencipt langit dan bumi untuk mencurahkan seluruh beban hidup sehingga hati terasa lapang, tenang dan  bersemangat untuk menjalankan perintahNya. 


Jadi tidak perlu bersedih hati, mengeluh bahkan putus asa saat ditimpa sakit dan tidak bisa jalan karena ada hikmah dibalik semua yang kita alami. Pertama, kita bisa belajar bersyukur, dan ingatlah janji Allah di Surat Ibrahim ayat 7 bahwa Allah akan menambah nikmat bagi siapa saja yang mensyukuri nikmatNya. Kedua, kita juga belajar untuk sabar dan ikhlas menerima semua ketetapanNya. Yakinlah, apapun yang kita alami saat ini adalah bentuk kasih sayang Allah pada kita agar bisa menjadi orang yang lebih baik. Semoga, iman kita bisa meningkat dan kita bisa termasuk orang-orang bertaqwa yang dicintai oleh Allah SWT saat waktunya harus kembali menghadapNya. []

 

Posting Komentar untuk "Hikmah Saat Diuji Tidak Bisa Jalan"