Jangan Suka Mencela Jika Tidak Ingin Celaka
Oleh: Mochamad Efendi
Kita diingatkan dalam Al-Qur'an untuk tidak mencela sesama. Allah berfirman dalam surat Al-Humazah ayat 1, "Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela." Celaan yang kita ucapkan tidak ada gunanya, bahkan bisa membuat kita celaka Oleh karena itu, jaga lisan dan sikap kita untuk tidak menghina orang lain hanya karena kita merasa hebat dan mulia agar kita termasuk orang-orang yang beruntung tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat nanti.
Saat manusia diuji dengan kekayaan melimpah, kebanyakan mereka merasa mulia dan timbul penyakit hati yang suka menghina sesama. Padahal, semua kekayaan yang dipunya adalah titipan, rezeki dari Allah dan sewaktu-waktu bisa diambil oleh Yang Maha Kuasa. Kita diperintahkan untuk menginfaqkan sebagian rezeki yang kita dapat sebagai bukti keimanan dan ketaqwaan kita kepada Sang Pemberi rezeki agar kita tidak termasuk orang-orang yang celaka.
Harta adalah ujian dan kebanyakan manusia yang tidak memiliki iman kuat akan memiliki sifat tamak terhadap harta dan selalu ingin mendapat lebih banyak untuk diri sendiri, serakah tanpa peduli batas halal atau haram. Mereka mengumpulkan, menyimpan dan menghitung-hitungnya. Mereka enggan membantu sesama yang membutuhkan. Mereka mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya, padahal sama sekali tidak Ingatlah harta yang dikumpulkan tidak lagi berguna apabila sudah binasa saat ajal datang menjemput. Bahkan harta yang dimiliki bisa menjadi penyebab datangnya adzab yang pedih, terlebih lagi bagi mereka yang suka menghina dan enggan membantu sesama.
Ingatlah, doa orang yang tersakiti atau terzalimi adalah salah satu doa yang sangat mustajab, mudah dikabulkan oleh Allah SWT, tanpa ada penghalang di antaranya. "Dan takutlah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada penghalang (hijab) antara doanya dengan Allah." (HR. Bukhari dan Muslim).Jika kita memiliki iman dan berakal sehat tentunya kita tidak akan membuat diri kita celaka dengan menyakiti dan mendzalimi sesama, karena setiap perbuatan kita yang lakukan pada orang lain akan kembali pada diri kita sendiri.
Padahal jika kita mau membangun hubungan baik, hidup akan terasa lebih indah. Hati kita terasa lapang dan bahagia saat kita bisa membantu meringankan beban sesama. Sebagai makhluk sosial kita tidak bisa hidup sendiri, tapi perlu orang lain dan dengan mereka kita berinteraksi untuk membangun hubungan baik terutama dengan orang terdekat, keluarga, tetangga dan teman.
Kita harus tanggap dan segera membantu ketika mereka membutuhkan dan sebaliknya mereka juga akan siap membantu saat kita dalam kesulitan. Saling berbagi dan menghargai satu sama lain, bukan saling menyakiti agar hidup akan terasa nyaman berdampingan dengan orang-orang baik. Kita harus mulai dari diri kita sendiri dengan menebar kebaikan agar tercipta lingkungan yang baik.
Itu baru balasan kebaikan yang langsung bisa kita rasakan di dunia saat kita berbuat baik pada sesama. Sebaliknya, mereka yang suka menghina dan menyakiti sesama, hidupnya tidak tenang karena hatinya dipenuhi kebencian dan tidak merasa nyaman karena permusuhan yang diciptakan sendiri. Apapun yang kita lakukan pada orang lain akan kembali pada diri kita sendiri. Oleh karena itu jangan suka mencela dan menyakiti jika tidak ingin celaka, terhina dan tersakiti. []


Posting Komentar untuk "Jangan Suka Mencela Jika Tidak Ingin Celaka"