Ikhlas adalah Kunci untuk Istiqomah dalam Kebaikan
Oleh: Mochamad Efendi
Kebaikan sekecil apapun tidak ada yang sia-sia, terlebih lagi jika dijadikan kebiasaan. Namun, tidak mudah untuk Istiqomah dalam kebaikan seperti halnya sulit untuk meninggalkan kebiasaan buruk. Syaitan selalu membisikan ke dada manusia agar meninggalkan kebaikan dan terus malakukan keburukan dengan menawarkan kesenangan dunia. Lalu bagaimana agar kita Istiqomah dalam kebaikan dan meninggalkan semua keburukan.
Kata kuncinya adalah ikhlas, melakukan semua amalan untuk menggapai ridho Allah SWT. Jika kita melakukan kebaikan karena ingin mendapatkan pujian dari manusia, perlahan semua akan menghilang saat apa yang kita lakukan sudah dianggap biasa. Begitu pula jika kita melakukan kebaikan karena uang. Kebiasaan baik akan terhenti jika tidak menghasilkan keuntungan. Sangat disayangkan jika kebiasaan baik yang sudah kita lakukan tidak dilanjukan hanya karena tidak mendapatkan pengakuan dari manusia atau keuntungan dunia yang semu dan menipu.
Sangat berbeda jika kita melakukan semua amalan karena Allah Yang Maha Tahu atas apa yang kita tampakkan ataupun apa yang tersembunyi didalam hati. Yakinlah, setiap kebaikan yang dilakukan ikhlas karena Allah akan akan mendapatkan balasan kebaikan pula. Allah berfirman dalam surat Ar-Rahman ayat 60,"Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula)". Jadi berharaplah balasan kebaikan dari Allah, sehingga kita bisa Istiqomah dalam kebaikan.
Berbuat baik karena Allah tidak usah mengunggu menjadi baik karena Allah Yang Pengasih dan Penyayang lebih melihat pada niat dan kesungguhan dalam melakukan kebaikan. Sementara, manusia hanya melihat hasil akhir bukan proses. Meskipun kita sudah berusaha keras melakukan kebaikan tidak bisa membuat semua orang suka, bahkan bisa menghilangkan nilai amalan kita karena ada riya' didalam hati. Allah menilai niat yang lurus, keikhlasan hati, dan kesungguhan ikhtiar hamba-Nya, bukan semata-mata hasil akhir yang sering kali berada di luar kendali manusia.
Saat usaha belum membuahkan hasil yang diinginkan, hati tetap tenang karena proses yang benar sudah bernilai di hadapan Allah. Rasulullah SAW bersabda bahwa segala amal perbuatan sangat bergantung pada niatnya (Innamal a'malu bin-niyyat). Allah SWT melihat hati dan kualitas amal, bukan bentuk fisik, harta, atau ukuran duniawi semata. Setiap tetes keringat, langkah perjuangan, dan kesabaran dalam proses bernilai pahala dan tidak akan pernah disia-siakan di sisi-Nya.
Ikhlas akan membuat kita tetap semangat untuk Istiqomah dalam kebaikan karena setiap kebaikan akan mendapatkan balasan kebaikan pula meskipun hasilnya tidak sesuai harapan manusia. Fokus untuk beralih dari sekadar mengejar pengakuan atau pencapaian dunia menjadi upaya menjemput ridha Allah SWT. Dengan terus berusaha melakukan kebaikan, perlahan kita menjadi pribadi yang lebih baik, terlebih lagi jika semua amalan yang kita lakukan selalu dikaitkan dengan ajaran Islam yang lurus dan mulia.
Sebagai contoh bagi yang terbiasa menulis, buatlah tulisan untuk menginspirasi kebaikan sesuai dengan ajaran Islam. Jangan berhenti menulis meskipun tidak mendapatkan keuntungan dunia. Allah menilai setiap ide islami yang kita sampaikan dengan kata -kata yang bisa menginspirasi umat. Tetesan keringat dan kelelahan kita insyaAllah tidak sia-sia dan akan mendapatkan balasan kebaikan disisi-Nya.
Contoh lain adalah istiqomah dalam membaca al-Qur:an meskipun belum bisa membaca dengan baik. Perlahan jika kita lakukan terus menerus, bacaan kita menjadi lebih baik dan lancar. Sebaliknya kebiasaan buruk harus kita hentikan karena itu bisa membawa keburukan meskipun dalam konteks bercanda. Lakukan semua amalan untuk menggapai ridho Allah, insyaAllah langkah kaki dan tangan kita lebih mudah untuk melakukan kebaikan dan meninggal semua kebiasaan buruk yang dilarang dalam ajaran Islam.[]


Posting Komentar untuk "Ikhlas adalah Kunci untuk Istiqomah dalam Kebaikan"