Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

10 hari Pertama Ramadan                    


Oleh: Nur Rahmawati, S.Pd

Sahabat, 10 hari pertama Ramadhan 2019 adalah momentum yang sangat penting bagi umat muslim. Meski fase-fase 10 hari pertama Ramadan merupakan fase terberat dan tersulit tapi, kita harus bisa melaluinya dengan baik.

10 hari pertama yang sedang kita lalui ini merupakan fase peralihan dari kebiasaan pola makan, pola ibadah yang harus ditingkatkan, dan bangun ditengah malam. Berat? Iya. Tapi, kita harus bisa melaluinya dengan baik. Dan pada fase inilah kita bisa mendapatkan curahan rahmat dari Allah SWT, jika kita benar-benar sabar dan ikhlas melaluinya.

Nah, sobat. Gimana nih perjalanan awal Ramadan kalian tahun ini?

***
Hm... Sehari yang lalu. Sabtu siang pukul 13.00 setelah tadarusan saya mengantar pesanan buku ke tetangga, karena sebelumnya kita sudah janjian lewat hp. Saya langsung bergegas menuju rumah lalu membuka pagar rumahnya " greeeeek " bunyi suara pagarnya yang sedikit seret. Lalu saya masuk dan mengetuk pintu rumahnya.

"Tok-tok mba lisa" saya memanggil namanya sambil berdiri didepan pintu rumahnya, menunggu dibukakan pintu. Tidak lama kemudian mba lisa keluar


"Eh ibu, silahkan masuk bu " mba lisa membukakan pintu sambil berjalan mundur mempersilahkan saya masuk dan duduk. setelah kami ngobrol panjang kali lebar dan akhirnya beliau bertanya "ibu tarawih, kalau terawih dimana bu? saya mau dong diajak tarawih" sambil memperlihatkan wajahnya yang ceria dengan mata nya yang tebungkus kaca mata


"Ya mba saya taraweh jam 7 saya berangkat ke masjid". Jawab saya membalas keceriaan diwajahnya. Baiklah setelah berbincang-bincang lama ngalor ngidul ( kesana kemari ) akhirnya saya berpamitan pulang.

***
Sebelum azan isya saya pun datang menghampiri beliau,

"mba lisa, ayo kita berangkat tarawih" sambil berdiri didepan pagar rumah dengan membawa tentengan sajadah. Tidak lama kemudian beliau keluar


"Baik bu, saya ambil mukena dulu " mba lisa sambil keluar dengan wajah kepedasan, rupanya beliau baru saja selesai menyantap makan malamnya.

Karna jam sudah menunjukkan jam 7 lewat dan azan sudah berkumandang, akhirnya kita meluncur bak roket, takut tidak kebagian tempat dan ketinggalan sholat sunahnya. Tiba dimasjid betul saja sudah qomat dan tempat sudah di penuhi shap para jama'ah, akhirnya kita kebagian shap yang paling belakang.

***
Inilah fenomena yang terjadi setiap 1 tahun sekali dimana masjid-masjid dipadati belasan bahkan puluhan jama'ah untuk melaksanakan sholat tarawih. Sebelum azan isya para jemaah sudah memadati masjid. Dari awal Ramadhan...shapnya penuh, ibu yang sholatnya pakai kursipun ikut sholat berjamaah dimasjid. Pokoknya dari anak-anak sampai orang tua renta...dari yang sehat sampai yang tidak bisa sholat berdiri sempurna, mereka datang untuk meramaikan masjid menyambut tamu agung.

Karena padatnya jama'ah terpaksa dihalaman masjid digunakan untuk menyambung shap selanjutnya. Hati ini senang dan terharu melihat jama'ah yang bertebaran di semua penjuru masjid.

***
Nah, sahabat. Menurut kalian, Apa nih kira-kira yang biasa terjadi setelah 10 hari pertama Ramadan?

Kebiasaan masyarakat pada umumnya setelah 10 sampai 20 hari masuk puasa. Shap itu mulai berkurang yang tadinya jama'ah ada 4 sampai 6 shap sekarang sudah maju menjadi 3 shap, bahkan bisa menjadi 2 shap saja. Kemanakah mereka semua? ternyata eh ternyata mereka sedang tawaf di moll "upst". Ada pula yang sibuk bukber, belanja sesuatu untuk persiapan lebaran. Setelah bukber asik ngobrol sambil menikmati hidangan berbuka kemudian tidak langsung pulang akhirnya tertinggal tidak sholat taraweh di masjid.

Secara umum. Khusus untuk para wanita memang lebih baik sholat di rumah. Tapi untuk ikut sholat di masjid pun diperbolehkan. Yang mau tarawih ke masjid, silahkan. Di rumah, boleh juga. Dan, yang kurang pas itu adalah tidak melakukannya. Why? Karena bulan Ramadan datang hanya 1 tahun sekali dan itupun hanya 1 bulan saja.  Maka pergunakan lah bulan yang penuh magfiroh ini dengan sebaik-baiknya, perbanyak untuk ibadah. Karena ibadah yang nilai pahalanya Sunnah, kini bernilai pahala wajib. Sayang kan kalau berlalu begitu saja.

Siapa yang mampu melewati ini hanya orang yang benar-benar sabar dan niat beribadahlah yang mampu melewatinya. Salah satunya  keistimewaan pada 10 hari pertama Ramadan. Yakni Allah Subhanahu Wa Ta'ala membukakan pintu rahmat yang sebesar-besarnya bagi hamba-Nya yang telah sabar dan ikhlas dalam menunaikan puasa dan ibadah lainnya selama 10 hari pertama di bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Seperti dikatakan dalam hadist

أَوَّلُ شَهْرِ رَمَضَان رَحْمَة وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَة وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّار

Bulan Ramadan, awalnya rahmah, tengah-tengahnya maghfiroh & akhirnya adalah pembebasan dari neraka.

Hadits ini diriwayatkan oleh Al-'Uqaili dalam kitab khusus tentang hadits dha'if yg berjudul Adh-Dhu'afa'. Juga diriwayatkan oleh Al-Khatib Al-Baghdadi dalam kitabnya Tarikh Baghdad. Serta diriwayatkan juga oleh Ibnu Adiy, Ad-Dailami, & Ibnu Asakir.

Pada 10 hari pertama bulan Ramadan Allah SWT memberikan rahmat dan limpahan pahala dari berbagai amalan yang kita lakukan selama puasa.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

فَلَوْ صَدَقُوا اللَّهَ لَكَانَ خَيْراً لَهُمْ

“Maka seandainya mereka benar-benar beriman pada Allah, maka sungguh itu lebih baik bagi mereka.” (QS. Muhammad:21)

Sahabat, Marilah kita sempurnakan keimanan agar bisa mendapat predikat muslim yang bertakwa. Dan membiasakan diri untuk meningkatkan ketakwaan meskipun dibulan-bulan lain selain bulan Ramadan. Semoga kita mendapat kemenangan pada akhir ramadhan nanti. Aamiin ya Rabb.. (reper/yuni)

Posting Komentar untuk "10 hari Pertama Ramadan                    "