Panji Tauhid Berkibar, Semangat Berkobar
Oleh: Ummu Hanin
Hai sob, kalian pasti udah pada tahu kan sama Al Liwa dan Ar Rayah? Iya, Al Liwa dan Ar Raya adalah panji kaum muslim yang bertuliskan kalimat tauhid. Panji Rasulullah Saw ini terdiri atas dua, yaitu Al Liwa berwarna putih, tertulis di atasnya Laa ilaaha illa Allah Muhammad Rasulullah dengan tulisan warna hitam. Yang kedua adalah Ar-Rayah berwarna hitam, tertulis di atasnya Laa ilaaha illa Allah Muhammad Rasulullah dengan warna putih.
Tau gak sob, panji tauhid ini pernah berjaya lho. Panji ini pernah menyatukan 2/3 dunia selama kurang lebih 13 abad. Panji ini pula yang menemani Rasulullah dan para sahabat dalam setiap peperangan hingga berjaya menyatukan kaum muslim.
Tapi sayangnya panji kebanggaan umat Islam, saat ini dikriminalisasi oleh penguasa negeri ini. Setiap yang membawa, mengibarkan atau yang cinta dengan panji ini akan dicap radikal. Akan diinvestigasi dan disangkut pautkan dengan ormas yang mereka bubarkan. Seakan panji ini adalah panji terlarang. Panji yang haram untuk dibanggakan.
Kasus terakhir adalah pengibaran dua bendera tersebut oleh siswa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Sukabumi. Dalam kasus di Sukabumi ini, foto bendera tauhid itu pertama kali disorot oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Ace Hasan Syadzily. Dalam foto itu, terlihat sekelompok siswa berada di lapangan sekolah. Mereka mengibarkan bendera Ar Rayah dan Al Liwa.
Mengetahui hal ini, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pun meminta agar pengibaran bendera tauhid itu diinvestigasi. Akhirnya diketahui bendera bertuliskan kalimat tauhid itu dibawa siswa salah satu kelompok ekstrakurikuler sekolah bernama Keluarga Remaja Islam Majelis Al-Ikhlas atau Karisma, pada Jumat (19/7) pagi. Lokasinya di area belakang MAN 1 Kabupaten Sukabumi, Jalan Suryakancana, Sukabumi, Jawa Barat. (Detik.com 21/7/2019)
Sungguh aneh kan sob, seorang Menteri Agama bertindak demikian. Kementrian Agama harusnya melindungi panji tauhid, bukan mengkriminalkannya. Harusnya beliau bangga, melihat generasi muda Indonesia cinta dengan panji tauhid. Bukan malah menginvestigasinya layaknya seorang kriminal. Karena panji tauhid bukan bendera yang terlarang seperti bendera palu arit simbol PKI yang jelas-jelas terlarang.
Mari kita belajar dari kisah perang mu'tah, tentang kecintaan para sahabat yang mulia kepada panji Rasulullah. Tentara kaum muslimin yang berjumlah 3000 orang berperang melawan 100.000 pasukan Romawi. Rasulullah mengangkat Zaid bin Haritsah sebagai pemimpin perang dan menyerahkan Ar-Rayah padanya. Beliau berpesan: "Jika Zaid gugur, maka Ja'far bin Abi Thalib menggantikannya memimpin pasukan. Jika Ja'far pun gugur, maka 'Abdullah bin Rawaahah mengambil posisinya memimpin pasukan". Ketika perang, Zaid bin Haritsah memanggul Rayah Nabi Saw dan membawanya maju ke jantung pertahananan musuh. Dia melihat maut membayang di hadapannya, namun dia tidak takut karena memang sedang mencari syahid di jalan Allah.
Akhirnya sebatang tombak musuh berhasil merobek tubuhnya. Rayah segera diambil alih Ja'far bin Abi Thalib seorang pemuda pemberani yang umurnya masih 33 tahun. Ketika dia melihat musuh telah mengepung kudanya dan melukai tubuhnya, dia justru semakin maju ke tengah musuh sambil mengayunkan pedangnya. Tiba-tiba seorang tentara Romawi menyerangnya dan menebas tubuhnya hingga terpotong jadi dua bagian, dia pun gugur. Lalu Rayah disambar 'Abdullah bin Rawahah lalu membawanya maju dengan menunggang kudanya dan sempat sedikit ragu-ragu, namun akhirnya dia melesat ke depan dan berperang hingga akhirnya terbunuh. Dan bendera diambil Tsabit bin Arqam.
Sungguh kisah heroik tersebut memberikan teladan kepada kita generasi muda. Bagaimana kecintaan para pemuda Islam kepada panji Rasulullah Saw. Kita pun sebagai generasi muda, harus bangga dan cinta kepada panji Rasulullah Al Liwa dan Ar Rayah. (reper/toriq)


Posting Komentar untuk "Panji Tauhid Berkibar, Semangat Berkobar "