Allah Sebaik-baik Penolong
Oleh: Nur Afifah Sulistiorini, A.Md. Kes
Fitrah manusia sebagai mahluk yang lemah adalah menghamba pada Al Khaliq yang Maha Agung. Tidak sepantasnya kita menyombongkan diri atas kelebihan yang juga merupakan karunia ALLAH. Hikmah ini telah Allah sampaikan lewat peristiwa 'perang hunain' yang diabadikan dalam Alquran Surat At-Taubah ayat 25 hingga 27,
“Sesungguhnya Allah telah menolong kalian (kaum mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu di waktu kalian menjadi congkak karena banyaknya jumlah kalian, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepada kalian sedikit pun; dan bumi yang luas itu telah terasa sempit oleh kalian, kemudian kalian lari ke belakang dengan bercerai-berai. Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Allah menurunkan bala bantuan tentara yang kalian tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir. Sesudah itu Allah menerima tobat dari orang-orang yang dikehendaki-Nya. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
Dalam perjalanannya menuju medan jihad tersebut. Kaum muslimin berbangga diri atas jumlah pasukannya yang banyak. Karna memang sebelumnya belum pernah jumlah pasukan kaum muslimin seimbang dengan lawan, selalu lebih sedikit. Disinilah Allah menguji dan mengingatkan kaum muslimin untuk kembali mengingat bahwa kemenangan asalnya dari Allah bukan jumlah pasukan.
Benar saja, pasukan yang kurang lebih berjumlah 12.000 orang lari kocar kacir keika mendapat serangan tak terduga dari musuh yang bersembunyi di celah-celah lembah. Pasukan muslim amburadul, tersisa Rasulullah sendiri didepan yang kemudian berkumpul disampingnya 10 orang sahabat sahabat terbaik. Hingga akhirnya kemenanganpun diraih pasukan muslim yang hanya 100 orang atas pertolongan Allah.
Setelah itu Rasulpun membagikan ghanimah yang banyak itu. Disini kita belajar bahwa setiap keputusan rasul selalu ada aspek politik didalamnya. Golongan pemuka qurais yang masuk Islam mendapatkan yang banyak, sedang kaum anshor tidak mendapatkannya. Bukan tanpa alasan rasul berbuat begitu, hal ini dilakukan agar para muallaf qurais semakin terikat hatinya pada islam, dan bagi kaum anshar sungguh Rasul yang berada disisi mereka lebih berharga dari harta yang sedikit itu.
Patut kita renungkan bahwa, sungguh kemangan adalah perkara yang mudah bagi Allah, dan hanya orang-orang pilihan yang Allah anugerahkan kemenangan itu. Sama halnya dengan dakwah kita saat ini, tidak sepantasnya kita berbangga diri atau berkecil hati dengan jumlah, karna Allahlah sebaik baik penolong. Maka tugas kita saat ini adalah memantaskan diri dalam dakwah dan ketaqwaan diri agar Allah segerakan pertolongannya untuk kita. Sudah siapkah kita menyongsong kemenangan itu? (reper/toriq)


Posting Komentar untuk "Allah Sebaik-baik Penolong"