Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hilangkan Keluh Kesah, Bergembiralah Sambut Ramadhan!


Oleh: Yuyun Rumiwati

Sobat, beberapa hari lagi bulan nan dirindukan tiap mukmin segera tiba. Ramadhan, bulan dimana segala kebaikan terlimpah di sana. Tak heran jika para sahabat amat bersedih ketika ramadhan mau usai. Dan para ulama' salaf sudah mempersiapkan selama 6 bulan, dengan  berdoa agar dipertemukan dengan bulan ramadhan yang penuh Kemulyaan. Karenanya sobat, sudah sepatutnya riang dan gembira kita menyambutnya. Dan berusaha menghilangkan keluh memgeluh atas segala beban kehidupan.
.
Bagaimana tidak bahagia. Di dalam hadist riwayat Tirmidzi dijelaskan, "Ketika datang malam pertama dari bulan ramadhan, seluruh syaithon dibelenggu dan seluruh jin diikat. Semua pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang terbuka. Semua pintu pun yang tertutup. Semua pintu surga dibuka, hingga tidak satu pun tertutup."

Lalu, kebahagiaan apa lagi bagi seorang mukmin melebihi pintu surga yang dibentangkan. Dan ditutupkan neraka yang amat menyeramkan. Begitu pun terbelenggunya musuh nyata manusia, yaitu syaithon yang selalu berusaha menyesatkan.

Sobat, memang tidak bisa kita pungkiri ramadhan tahun ini ada ujian tersendiri bagi kita bahkan seluruh dunia. Dengan Allah hadirkan makhluk mikronya yaitu corona. Sehingga nuansa Ramadhan kali ini kemungkinan besar agak berbeda.

Sobat, bagaimanapun kondisinya. Tentu, rasa syukur, jiwa lapang dan ceria harus kita hadirkan dalam menyambut ramadhan yang penuh keberkahan. Ujian covid 19, tak akan mengurangi besarnya kebaikan yang Allah limpahkan pada hambanya di bulan istimewa ini.

10 hari pertama yang penuh Rahmad dan keberkahan. Allah sediakan bagi hamba-Nya yang mengisi ramadhan dengan beragam kebaikan. 10 hari kedua, yang penuh ampunan, Allah bentangkan bagi kita yang penuh khilaf dan dosa. Dan 10 hari yang Allah janjikan dibebaskan dari neraka pun telah terbuka dengan lebar bagi hamba-hamba-Nya yang beriman.

Sobat, agar segala keberkahan tadi tidak tersia-siakan begitu saja. Tentu segala persiapan harus kita siapkan. Diantaranya:

1. Persiapan ilmu. Ilmu terkait keistimewaan ramadhan dan segala bentuk ibadah di dalamnya termasuk puasa ramadhan yang diwajibkan maupun yang lainnya.

2. Persiapan jasadi. Dengan menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan halal dan Thoyib.

3. Persiapan mental. Kesiapan ini dimulai dari terurainya masalah yang mendasar yaitu akidah. Dengannya semakin kokoh seorang mukmin dalam menghadapi ujian dan menjalani ketaatan. Termasuk menjalankan ibadah puasa di masa pandemik ini.

4. Persiapan dana. Dengan harapan kita bisa turut melakukan amal sadaqoh, ifthor (memberi makan orang yang berpuasa) tentu sesuai kemampuan.

5. Persiapan program. Baik program untuk target pribadi, keluarga, jama'ah, dan umat. Tanpa program dan target rawan romadhan kita berjalan begitu saja tanpa progress yang maksimal dan produktif.

Sobat, memang kita sadari segala persiapan tadi tidak mudah. Mengingat sistem yang menyelimuti yaitu kapitalis sekuler tidak mendukung secara penuh. Bahkan, kontraproduktif dengan yang diharapkan umat.

Kehadiran Sistem kenegaraan dan pemimpin yang memastikan warganya agar maksimal dalam menyambut ramadhan pun masih belum ada. Berbeda di era ketika umat Islam punya pemimpinan seperti rasulullah dan para Khalifah.

Di akhir bulan sya'ban Rasulullah telah menyontohkan dengan menyampsiksn  pesan dalam  khutbahnya  untuk umat Islam. Khutbah yang berisi tentang keutamaan Ramadhan. Begitu pun ketika dipimpin  Khalifah  Adanya perhatian utuh dari penguasa, umat lebih bersiap, baik niat, ilmu, materi , jasadi dan keimanan. Tanpa memikirkan beban ekonomi. Beban biaya pendidikan, ujian pergaulan bahkan ditambah beban kesehatan dan keamanan seperti sekarang

Karena itu marilah kita masukkan dalam program ramadhan kita untuk Istiqomah berdoa untuk kemenangan Islam dan umat Islsm agar kembali menjadi pemimpin dunia. Sehingga segala kesempitan hidup manusia hilang. Tergantikan dengan sistem yang membawa Rahmad bagi seluruh alam semesta. Dialah sistem Islam khilafah ala minhajji nubuwah. Aamiin. (reper/ar)

Posting Komentar untuk "Hilangkan Keluh Kesah, Bergembiralah Sambut Ramadhan!"