Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jangan Lupa Dengan Kampung Akhirat


Oleh: Edy Purwanto

Tidak ada yang tahu berapa batas umur manusia. Tapi kita bisa melihat tanda-tanda menjelang batas umur manusia, misalnya rambut sudah mulai berwarna putih, kulit sudah mulai mengendor, pandangan sudah mulai kabur, gampang sakit, disaat muda makan porsi dua piring bisa habis tapi begitu sudah tua eh.. sepiring saja gak abis.

Begitulah tanda-tandanya, tapi ada juga yang tidak disertai dengan tanda-tanda yakni tiba-tiba saja batas umur manusia sudah habis. Misalnya saja baru tadi pagi berjumpa, eh siangnya sudah meninggal. Atau baru senang-senangnya menyambut anak yang pertama kali, namun sayang belum sempat dipelukan, anak sudah meninggal. Atau baru saja melakukan akad nikah, eh belum genap beberapa jam, istri atau suami sudah meninggal.

Yang jelas ketika jatah rejeki manusia ini habis, maka habis pula jatah umurnya. Ketika jatah oksigen yang dihirup ini habis, maka habis pula jatah umurnya. Manusia tidak akan tahu persis berapa jatah umurnya, justru disaat itulah seharusnya sebagai makhluk yang berakal mampu mencerna dengan baik kejadian-kejadian yang seperti ini. Manusia pasti mati.

Terkadang manusia lupa bahwa sebenarnya Allah SWT menciptakannya di dunia hanya untuk beribadah kepadaNya. MenyembahNya dengan selalu berdzikir (mengingat) kepadaNya baik disaat sempit maupun disaat lapang, itulah yang seharusnya. Ketika Allah SWT memerintahkan apa yang ada dalam Al-Qur'an seharusnya manusia tunduk dan taat. Ketika Allah SWT melarang apa yang ada dalam Al-Qur'an maka manusia pun tidak punya banyak alasan untuk melakukan.

Ya... kuncinya adalah Al-Qur'an, karena hanya itu satu-satunya kitab yang menunjukkan komunikasi antara sang Khalik dengan manusia. Disitulah Allah SWT mencoba untuk berbicara dengan makhluk ciptaanNya. Mencoba untuk memberikan aturan kepada ciptaanNya agar kehidupan manusia menjadi harmonis. Allah SWT juga menunjukkan kepada manusia jawaban dengan lengkap melalui Al-Qur'an darimana manusia berasal, untuk apa manusia hidup, dan akan kemana manusia setelah mati?

Namun sayang apa yang ada dalam Al-Qur'an hampir semua diabaikan. Akibatnya hidup manusia terasa sempit, terlalu cinta dengan kampung dunia dan lupa dengan kampung akhirat. Padahal di kampung akhirat lah kehidupan manusia yang sebenarnya yakni sebuah kehidupan yang akan ditentukan oleh kampung dunia. Jika waktu di dunia hanya untuk harta, maka lupa lah akhirat. Jika waktu di dunia hanya untuk jabatan, maka lupa lah akhirat. Jika waktu di dunia hanya untuk meraih kesenangan yang semu maka lupa lah akhirat.

Maka dari itu manusia seharusnya menggunakan harta dan jabatannya hanya untuk akhirat, insyaAllah manusia tidak akan merugi dan pasti akan mendapatkan kebahagiaan yang sejati. Maka berhati-hatilah dengan harta dan jabatan, dan jangan sampai harta dan jabatan nanti akan menjadi pemberat amal buruk manusia hingga menyebabkan manusia akan dilemparkan ke api neraka.

Jadilah manusia sejati yang rindu dengan kampung asalnya yakni surga. Karena surga adalah tempat pertama bagi manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT. Maka dekatkan diri anda kepada Allah SWT dengan selalu mengingat akhirat. Karena manusia yang selalu mengingat akhirat akan merasakan bahwa ridho Allah SWT semakin dekat. Balasan apalagi jika Allah SWT ridho kalau bukan surga. Maka jangan lah engkau lupakan akhirat. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Jangan Lupa Dengan Kampung Akhirat"