Kisah Sedih Anak Korban Corona, Masihkah Kamu Menolak #DiRumahAja ?
Oleh: Mochamad Efendi
Anak remaja sering tidak kerasan dan merasa bosan jika diminta tinggal di rumah. Jalan-jalan bersama teman hanya untuk menghilangkan rasa bosan setelah berhari-hari tinggal di rumah. Mereka blagu dan tidak mau mendengarkan peringatan orang tua agar tetap tinggal di rumah saja. Sering kali mereka memaksa keluar rumah hanya sekedar kluyuran bersama teman tanpa tujuan yang jelas. Izin sebentar keluar rumah tapi berjam-jam tidak pulang membuat orang tua gusar dan kuwatir di tengah pandemi covid-19.
Gaes, gimana rasanya jika seorang anak dipisahkan dari keluarga dan kedua orang tuanya, sendiri di ruang isolasi. Video yang viral mengisahkan korban anak yang terinfeksi virus corona sungguh menyesakkan dada. Banjir air mata membasahi mata kedua orang tua dan keluarga karena tidak tega membiarkan dia pergi bersama petugas kesehatan yang menjemput dengan ambulan yang membawanya pergi ke ruang isolasi tanpa anggota keluarga yang menemani. Dia tidak lagi bisa bermanja dengan kedua orang tua dan berkeluh kesah atas sakit yng dideritanya agar rasa sakit berkurang karena bisa berbagi dengan orang-orang terdekat dan tercinta.
Jika sayang dengan keluarga kita, adik-adik kita yang masih kecil, harusnya kita bisa menahan diri tidak keluyuran, keluar rumah untuk hal yang tidak penting. Ingat kamu tidak tinggal sendiri, tapi kamu juga punya keluarga yang harus kau jaga dari resiko terinfeksi virus corona dengan tetap tinggal di rumah. Perhatikan kisah nyata yang menyedihkan dari anak yang harus terpisah dari orang tua karena corona. Semoga kisah ini bisa menyadarkanmu untuk tetap waspada dari serangan pasukan super kecil yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang sehingga sering kita tidak menganggapnya nyata ada.
Video viral datang dari negeri Jiran Malaysia yang membuat hati kita trenyuh dan tidak bisa menahan tangis saat menonton tayangan anak berusia 4 tahun yang terkena Covid-19. KAKAK BYE BYE” lambaian tangan dari kedua orang tuanya saat melepaskan kepergian anak tercinta. Saat dia dijemput petugas medis, orang tua tidak bisa mendampinginya. Bayangkan balita yang masih butuh dekapan dari seorang ibu dan juga perhatian dari seluruh anggota keluarga harus dibawa ke ruang isolasi untuk kebaikan bersama.
Kisah sedih ini juga dialami seorang ayah di Beijing China yang harus menerima kenyataan pahit bahwa sang bayi yang sangat dicintai dan baru berusia 9 bulan terinfeksi virus corona. Sang bayi harus terisolssi dalam ruang kaca dan tidak bisa disentuh. Ingin rasanya sang orang tua menggendong, memeluk dan menciumnya saat sang bayi mengulurkan kedua tangannya dibalik kaca saat ayahnya melihat tanpa bisa menyentuh karena dipisahkan kaca pembatas.
Apakah kamu masih nekat dan suka keluyuran setelah membaca kisah nyata tentang anak yang terinfeksi virus corona? Inilah akibatnya! Anak kecil masih balita, sehat, dan tidak pergi kemana-mana tiba-tiba saja terinfeksi virus corona. Kejadian nyata ini pun bisa menjadi peringatan keras bagi kita semua untuk tidak keluar rumah selama pandemi covid-19. Jangan ngeyel, jangan bandel, jangan belagu, jangan sok, karena virus corona Covid-19 sedang mengintai kalian semua. Siapa saja bisa terinfeksi tidak peduli anak-anak, orang tua dan semua yang kita cintai.


Posting Komentar untuk "Kisah Sedih Anak Korban Corona, Masihkah Kamu Menolak #DiRumahAja ?"