Ramadhan Yang Selalu Dirindukan
Oleh: Mochamad Efendi
Sobat, sebentar lagi kita memasuki bulan suci Ramadhan. Apa yang sudah kamu siapkan untuk menyambut bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Apa yang ada dalam ingatanmu disetiap Ramadhan yang sudah kamu lewati? Pasti sesuatu yang indah kau rasakan bersama dengan keluarga dan teman di dalam bulan suci Ramadhan.
Sobat, kamu masih ingat tidak kebersamaan terjalin hangat bersama keluarga saat kau terbangun untuk makan sahur dan siap-siap menjalankan sholat shubuh berjamaah di masjid atau mushola saat terdengar adzan sholat subuh sebagai tanda bahwa kita harus mulai menahan nafsu, lapar dan dahaga sepanjang hari. Kakimu melangkah untuk sholat berjamaah sambil menghirup udara subuh yang masih segar dan menyehatkan tubuh. Sungguh indah menyapa teman dan tetangga yang bersama-sama mendekatkan diri pada Allah.
Sepanjang hari menahan lapar dan haus memberikan pelajaran pada kita atas nikmat rezeki berupa makanan dan minuman yang sering kita sia-siakan saat tersedia melimpah disekitar kita. Kita sering lupa untuk bersyukur atas semua rezeki dari Allah. Puncaknya nikmat yang luar biasa saat waktu magrib sudah tiba, lapar, haus dahaga telah sirna dan kesegaran pulih kembali. Saat berbuka semua terasa lezat dan nikmat. Biasanya, menjelang magrib kita berburu takjil, makanan manis, buah dan minuman segar. Inilah kenangan indah di bulan Ramadhan yang tidak terlupakan dan selalu dirindukan oleh semua orang yang beriman.
Masihkah kita bisa merasakan indahnya Ramadhan bersama teman, sanak saudara dan tetangga untuk melakukan sholat tarawih berjamaah di tengah pandemi covid-19. Subhanallah, Sungguh Indah menyaksikan umat berbondong-bondong ke rumah Allah untuk sholat sunah tarawih. Terlihat masjid penuh dengan umat Islam yang ingin mendapatkan kebaikan dari bulan mulia yang penuh berkah.
Masihkah kita akan merasakan hari-hari indah di bulan Ramadhan yang dihiasi ibadah berjamaah bersama umat. Ataukah kita terpaksa harus menikmati ibadah di rumah dalam kesendirian. Apapun yang terjadi harus kita syukuri dan pasti ada hikmah atas setiap kejadian di dunia ini bagi orang yang mau berfikir. Kita harus mengambil pelajaran dari setiap masalah. Dalam kesendirian, kita harus lebih mendekat diri kepada Allah. Mungkin, pansos, keinginan viral dan pencitraan agar terlihat baik dihadapan manusia sudah menjadi gaya hidup dan saatnya kita belajar ikhlas dalam beribadah di rumah tanpa orang lain melihat kecuali keluarga kita sendiri. Bahkan saat kita memutuskan untuk berjamaah harus dilakukan karena Allah. Kita berinteraksi, saling menasehati, dan mencintai sesama manusia juga karena Allah. Kalaupun jika harus beribadah di rumah saja juga karena Allah.
Semoga pandemi covid-19 segera berakhir dan bulan Ramadhan yang selalu dirindukan bisa dilewati dengan normal seperti biasanya dan lebih berwarna. Kehangatan dan kebersamaan bisa terjalin bersama sanak saudara, teman dan tetangga. Semoga kita bisa saling berkunjung dari rumah ke rumah dan saling memaafkan.
Jika terpaksa harus dirumah saja kita harus tetap bersyukur dengan lebih mendekatkan diri pada Allah. Apapun yang terjadi, Ramadhan tahun ini akan selalu dirindukan karena kesempatan bagi umat untuk mendapatkan kemulian, keberkahan dan kebaikan selalu terbuka dan pintu taubat tidak pernah ditutup. Dengan melakukan banyak kebaikan dan memperbaiki amalan kita dan terus mendekatkan diri kepada Allah, insyallah semua berubah menjadi lebih baik. Di bulan suci Ramadhan dengan malam lailatul qodar di dalamnya. Kesempatan bagi kita untuk memohon sungguh-sungguh kepada Allah agar pandemi covid-19 segera berakhir. Sementara tidak keluar rumah atau jika terpaksa menggunakan masker dan juga jaga jarak (social distancing), dan sering cuci tangan menggunakan sabun atau handsanitizer adalah bentuk ikhtiar kita dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona. Semoga pandemi ini segera berakhir, sehingga umat bisa merasa nyaman dan aman dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan yang selalu dirindukan. (reper/az)


Posting Komentar untuk "Ramadhan Yang Selalu Dirindukan "