Fokus Ngejapri Allah
Oleh: Devi Karlina
Gaes, kalian pernah dunk ngejapri? Ngejapri temen, ngejapri guru, ngejapri do’i (upsss ga dunk kakak) ehh iya ya maap lupa, kita kan dah hijrah ya? Oke, jadi pertanyaannya, lebih sering mana nih ngejapri makhluk atau khalik? Masih sering ngejapri bumi atau langit hayooo?
Cuma ingat resikonya ya, kalo ngejapri Mahkluk kadang mute alias ga didengar, tapi Allah ga gitu lho. Allah selalu dengar. Iya, always every time. Cek deh dalam Surat Al-Baqarah ayat 186,
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”
Apa lagi bulan Ramadan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan. Itulah masa yang di dalamnya Al-Qur'an diturunkan ke bumi. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)…” (QS. al-Baqarah: 185)
Tau dong ya, Al-Qur'an merupakan petunjuk bagi kita membacanya adalah ibadah, mengamalkannya adalah wajib. Ketika Al-Qur'an datang, kekufuran itu terhenti, kegelapan pun terusir dan ruh kembali bersemangat untuk memasuki kehidupan.
"Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa." (QS. al-Baqarah: 2)
Dalam hal ini, malam turunnya Al-Qur'an istilahnya Lailatul Qadar. Secara literal, Lailatul Qadar artinya 'malam penentuan'. Tapi lebih masyhur sebagai 'malam kemuliaan'. Keutamaan malam itu besar sekali karena menjadi saksi turunnya Al-Qur'anul Karim, Kitabullah yang memimpin segenap umat menuju ke jalan kemuliaan dan keagungan. Hal ini ditegaskan dalam ayat dalam firman-Nya:
“Sesungguhnya kami menurunkan Al-Qur'an pada malam kemuliaan (Lailatu al-qadr).” (QS. al-Qadr: 1)
"Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur'an) pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan." (QS. ad-Dukhān: 3)
Nah, setelah kita tau nih bahwa turunnya Al-Qur'an pada Lailatul Qadar, maka kita perlu melihat nash-nash yang menjelaskan kapan Lailatul Qadar itu. Hadits yang sudah terkenal yaitu Lailatul Qadar sangat besar kemungkinan turun pada 10 malam terakhir Ramadan yaitu tanggal 20 ke atas di bulan Ramadan.
Keterangan paling tepat mengenai waktunya pada hari-hari ganjil pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda:
“Carilah Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Bahkan dalam Hadits lainnya kemungkinan Lailatul Qadar turun pada tujuh malam terakhir yaitu tanggal 22 Ramadan ke atas. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi Wasallam bersabda:
“Carilah di sepuluh malam terakhir, apabila tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh malam tersisa.” (HR. Bukhari & Muslim)
Rasulullah yang sudah di jamin surga aja sampe ngencangin ikat pinggang lho di 10 malam terakhir Dari ‘Aisyah ra, ia berkata, “Rasulullah SAW biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Nah lho, siapa kita yang jaminan surga belum punya tapi masih bobo’ cantik aja? Karena, mau ada Corona ato ngga yg namanya maut mah tetap datang kalo udah waktunya. So, kuy, Fokus Ngejapri Allah biar kita siap kalo sewaktu-waktu Allah call ya.
Wallahua'lam bi ash-shawab. (reper/az)


Posting Komentar untuk "Fokus Ngejapri Allah"