Kemenangan Hakiki bagi Yang Berpuasa dan Menghiasi Ramadan dengan Amalan Terbaiknya
Oleh: Mochamad Efendi
Hening dalam malam terdengar suara takbir, tahlil dan tahmid yang membuat hati ini bergetar. Setelah sebulan berpuasa dan ditempa dalam bulan Ramadan, penuh berkah, diharapkan bisa menjadi pribadi bertaqwa. Tidak disadari butiran air mata membasahi pipi karena harus meninggalkan bulan yang penuh kebaikan yang didalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan dan rasa takut tidak lagi bisa bertemu dengannya.
Beruntunglah bagi mereka yang berpuasa karena Allah, kemudian menghiasi Ramadan dengan banyak kebaikan, amalan terbaik, bukan amalan biasa. Menjaga diri dari perbuatan sia-sia apalagi sesuatu yang dilarang dalam ajaran Islam. Di penghujung bulan Ramadan diharapkan hati dan pikiran ini menjadi lebih bersih dan jernih dalam menerima kebenaran Islam setelah diasah dan dibersihkan selama satu bulan dengan menjalankan kewajiban ibadah puasa dengan berbagai ujiannya.
Sia-sialah puasanya bagi yang tidak ikhlas karena Allah. Mereka melakukannya hanya karena terlihat baik dihadapan manusia. Hanya mendapatkan haus dan lapar bagi mereka yang tidak mampu menahan hawa nafsunya, tidak bersabar menahan godaan untuk tidak mendekati kemaksiatan. Kebiasaan buruk harus ditinggalkab dan kebiasaan baik harus diperbanyak dan dipertahankan meskipun harus meninggalkan bulan Ramadan. Menjadi pribadi bertaqwa itulah bukti kemenangan hakiki setelah ditempa dalam puasa dengan ujian haus, lapar. Kesabaran kita juga diuji dengan berbagai masalah yang kita hadapi apalagi dalam pandemi kali ini, semoga kita lulus menjadi pribadi yang lebih baik dan bertaqwa untuk meraih kemenangan hakiki di hari kemenangan ini.
Celakalah bagi mereka yang tidak berpuasa di bulan Ramadan padahal tidak ada alasan syari' untuk meninggalkannya. Hanya karena takut tidak kuat atau sakit kewajiban puasa Ramadan ditinggalkan. Satu pekerjaan dijadikan alasan untuk tidak berpuasa. Merokok, makan dan minum dengan ringannya dilakukan tanpa beban didepan banyak orang yang sedang berpuasa. Sungguh, mereka tidak akan mendapatkan manisnya iman dan tidak pula akan mendapatkan kemenangan meskipun sudah melewati bulan Ramadan yang penuh berkah dan ampunan. Mereka sudah berani meremehkan kewajiban yang harusnya dikerjakan sebagai bukti keaqwaan seorang Muslim sejati. Mereka bisa tertawa-tawa dengan meremehkan kewajiban saat ini, namun saat waktunya tiba untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatannya, adzab pedih akan ditimpakan bagi mereka sendirian tanpa ada yang bisa menolong. Sobat segeralah bertaubat dan raihlah ampunanNya dan berubahlah menjadi pribadi yang bertaqwa.
Sungguh celaka bagi mereka yang menggampangkan dan cari-cari alasan untuk tidak puasa padahal mereka masih kuat dan mampu untuk melakukannya. Hanya karena tidak ada niat yang kuat untuk berpuasa, tubuh terasa lemah dan lesu padahal itulah ujian bagi orang-orang berpuasa. sobat, puasa itu menyehatkan, jadi tidak perlu takut sakit saat menjalankan ibadah puasa. Yakinlah kamu akan menjadi lebih sehat dan kuat ditengah pandemi covid-19 yang menyerang negeri ini. Tidak hanya tubuhmu yang menjadi sehat dan kuat tapi juga jiwamu akan kuat menghadapi berbagai masalah kehidupan dan mampu menyikapi kehidupan ini dengan bijak karena mengambil Islam sebagai solusi fundamental untuk semua masalah. Disetiap masalah pasti ada jalan dengan mendekatkan diri kepada Allah dan menjadikan Islam sebagai solusinya.
Sobat, semoga kita semua bisa meraih kemenangan hakiki saat takbir, tahlil dan tahmid dikumandangkan. Semoga hati dan pikiran kita menjadi lebih jernih dan bersih dan kesadaran untuk berislam kaffah muncul dari dalam diri kita karena dorongan taqwa setelah ditempa selama satu bulan di bulan yang suci dan mulia. Semoga kesadaran umat juga menguat untuk rela diatur dengan Islam sehingga kehidupan Islami bisa terwujud di negeri yang mayoritas penduduknya Muslim.
Andaikan kita bisa merasakan kehidupan Islami sepenjang tahun saat Islam diterapkan secara kaffah, hidup pasti akan terasa indah. Kemaksiatan bisa ditekan dan musnah, sementara benih-benih kebaikan bisa tumbuh subur karena berada dalam sistem Islam yang perduli dan menjaga umat agar menjalani hidupnya sesuai dengan aturan yang diperintahkan oleh sang pencipta hidup, manusia dan alam semesta ini. (reper/yun)


Posting Komentar untuk "Kemenangan Hakiki bagi Yang Berpuasa dan Menghiasi Ramadan dengan Amalan Terbaiknya "