Menjalin Sillaturahmi Di Tengah Pandemi
Oleh: Wahyuni Eka Saputri
Kehangatan sillaturahmi masih terasa. Rangkaiam kata mengucap maaf bertebaran di sosial media. Meninggalkan jejak yang tak biasa. Ramadhan taun ini sangat berbeda dengan taun yang sebelumnya. Dimana dengan bebas kita bisa mengunjungu sanak saudara. Menumpahkan segala rasa demi keridhoan maaf selama ini. Meski raga tak bisa bersua.
Dilansir dari KOMPAS.com bahwa dalam waktu kurang dari 24 jam, terdapat penambahan 103 ribu kasus. Pasalnya, Rabu (27/5/2020) sore pukul 15.50 WIB, jumlah kasus yang tercatat adalah 5.701.257 kasus. Angka yang tidak sedikit bukan? Maraknya pandemi saat ini menjadi salah satu penutup segala akses. Dimana semuanya serba terhambat. Mulai dari sektor perekonomian, sektor pendidikan, dan lain sebagainya. Salah satunya ialah tradisi kebiasaan mengunjungi sanak saudara untuk tahun ini dihilanhkan.
Namun, itu semua tidak serta merta mengurungi niat kita untuk sillaturahmi bukan? Banyak aplikasi yang memadai untuk kita melakulam sillaturahmi. Seperti Zoom, Video Call via wattsap atau yang terbaru adalah Meet yang telah dimunculkan di Gmail. Jadi, tidak ada alasan untuk kita tidak #dirumahsaja. Memang, rasanya tidak sama saat kita benar-benar berkunjung kerumah. Tapi setidaknya dengan menampilkan wajah sudara kita akan sedikit mengobati rasa rindu.
Semoga, pandemi lekas berlalu. Hingga kami bisa bersua melepas rindu. Pilu yang saat ini umat rasakan kelak Allah balas dengan sejuta kebaikan yang tak akan terhitung. Sebab, apa-apa yang Allah ciptakan di muka bumi ini tidaklah sia-sia. Bisa saja, ini adalah salah satu ujian dari Nya. Yuk, semangat menebar kebaikan #lanjutkandikamu #baikitubahagia Wallahu alam bishowab. (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Menjalin Sillaturahmi Di Tengah Pandemi"