Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Negeri yang Terzhalimi


Oleh: Cut Zhiya Kelana, S.Kom

Matahari hari ini terik, kalau berjemur bisa kering kayak ikan asin. Berjemur memang dianjurkan katanya mencegah wabah penyakit, setahu aku dulu pas pelajaran IPA berjemur itu bagus untuk tulang alias vitamin D. Pantesan saja kalo aku sudah demam mamak langsung menyuruhku berjemur. Katanya biar semua virusnya hilang dan menambah imunitas. Ah…aku gak ngerti deh mamak dapat ilmu dari mana lagi, SD aja gak tamat. Tapi untuk ilmu astrologi mamak itu paling TOP lah, bisa baca arah langit. Yang aku sekolah aja gak ngerti gituan, pernah kadang kami berdebat soal hilal ramadhan. Namun ramadhan kali ini beda, kita gak ada megang karena sedang social distancing, alias gak boleh berkerumun.

Entah berapa lama aku tak keluar rumah selama lockdown, bukan karena takut mati tapi karna itu juga merupakan bagian dari ikhitar hidup kita. Jika umar saja lari konon lagi kita yang manusia biasa ini tanpa amal yang gak pasti masuk surga juga belum tentu. Tapi aku harus keluar membeli sedikit kebutuhan dapur yang mulai menipis, bahkan habis sebenarnya. Aku sedang membayangkan orang-orang yang lebih tidak beruntung dari pada aku, yang tak bisa makan maupun tidur. Dimasa seperti ini orang berlomba-lomba memberikan sedekah yang terbaik untuk menolak bencana. Aku merasa sedih karena tidak punya apa-apa selain hanya doa yang kupanjatkan setiap harinya untuk mereka.

Disaat Suriah, Palestina dan Rohingya kelaparan tanpa rumah, mereka lari bersembunyi dari para pembunuh. Pada saat wabah seperti ini mereka bagaimana ya Rabb! Berkali-kali aku mengatakan pada diriku, Allah yang menjaga mereka. Lebih baik dari manusia yang sering alpa, mereka yang duduk disinggasana bermandikan emas dan berlian kelak akan disiksa karena mengabaikan kalian. Mereka adalah musuh Islam sejak masa keruntuhan Khilafah, mereka memang bersekongkol untuk menghancurkan Islam, agar bisa membuat tampuk kekuasaan yang dimegahkan untuk 7 turunannya.

Palestina negeri yang diberkahi menjadi rebutan sejak masih jaman para kekhilafahan. Tragedi perang salib yang kemudian memicu hal lainnya. Palestina yang tak pernah berhenti berdarah, palestina yang para syuhadanya semakin hari bertambah dan semakin hari para mujahid kecil lahir dari rahim wanita-wanita suci. Palestina yang terus bergelut dengan para musuh yang mencaplok negeri mereka. Palestina diantara 3 masjid suci yang akan kembali direbut kaum muslimin nanti. Dan kemenangan itu semakin dekat dan nyata.

“Ah...Maya, betapa irinya ya! Menjadi wanita-wanita palestina itu, sungguh aku juga ingin berada di tanah para syuhada itu” Kata umi padaku

“Iya mi, aku juga berharap seperti itu, tapi Allah itu tau kita takkan mampu seperti mereka” jawabku di messenger

“Iya bener, kita sedikit dikasih ujian aja udah ngeluh, nangis. Gak sebanding dengan mereka yang kehilangan anak-suami juga ortu bahkan tak jarang menjadi korban pemerkosaan tentara Israel ya?”

Aku hanya diam saja melihat emotion yang dikirimkannya, kita sudah melakukan apa untuk mereka? Cukupkah hanya sekedar kutukan dan kecaman saja, kini Allah sedang membalas mereka semua dengan kejahatan yang takkan mampu diadili manusia ini. Tapi sungguh Allah itu maha Adil, hanya makhluk kecil mampu menggoyangkan seluruh dunia bahkan negeri adidaya tak mampu berbuat apa-apa. Semua akan kembali pada Allah SWT. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Negeri yang Terzhalimi"