Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Peran Generasi Rebahan Mengakhiri Virus Corona


Oleh: Tiara Rizkya Farlyn (Aktivis Dakwah Milenial)

Beberapa minggu ini kita sudah disuruh untuk tetap #dirumahsaja demi bisa memutus rantai virus corona. Tujuannya agar tidak semakin banyak yang terjangkit virus corona. Tapi di saat saat seperti ini kita dibuat bingung oleh keadaan. Di satu sisi kita semua ingin sekali memutus rantai virus corona tapi di satu sisi juga kita ingin sekali berkumpul bersama keluaraga kita yang berada di desa.

Ditambah lagi, kita semua dibuat bingung oleh seseorang yang bilang bahwa mudik dan pulang kampung itu berbeda. Dia bilang kalau mudik itu dilakukan menjelang hari raya lebaran Idul Fitri sedangkan pulang kampung itu dilakukan jauh hari sebelum memasuki bulan puasa ramadhan.
Padahal, kalau kita pikir pikir ulang apa coba perbedaanya? Anak SD juga tau kalau mudik dan pulang kampung itu adalah sama aja. Mudik dan pulang kampung itu sinonim bukan antonim. Kan jadi aneh gituloh. Akhirmya setelah mendengar ucapan itu bahwasanya pulang kampung dan mudik itu berbeda, mayoritas orang Indonesia pulang kampung dong, alasannya ya "ini bukan mudik, tapi pulang kampung". Ya namanya juga negeri 62.
     
Sebenanya, yang jadi masalah bukan namanya. Tapi yang jadi masalah itu berkumpulnya orang-orang di jalanan. Karena nggak mungkin dong kalau kita mau pulang kampung kita lihat di jalan cuman ada kendaraan yang bisa dihitung pake jari? Pasti rame banget kan. Padahal, di satu sisi kita semua disuruh jaga jarak. Berkerumun berpotensi besar menyebarkan virus corona.

Kita semua tahu kalau kita semua itu harus saling bantu membantu. Kita semua juga tahu kan kalau para dokter itu rela nggak #dirumah untuk kita semua. Seharusnya kita sadar diri dong, dokter itu semakin lama semakin sedikit. Kalau semakin lama semakin sedikit, mereka akan susah untuk menangani pasien. Tenaga medis tak seimbang dengan pasien yang datang. Jadi kita harus menahan dulu segala keinginan kita demi membantu para tenaga medis.

Kita itu berbeda dengan binatang. Kita, manusia, memiliki  akal seharusnya kita bisa dong saling mengerti satu sama lain. Untuk kali ini tolonglah kita semua jangan mengedepankan keegoisan kita. Kita harus tetep bersama #stayathome. Jika kalian semua lebih mengedepankan keegoisan kalian, sebenarnya para tenaga medis juga bisa melakukan itu loh. Tapi mereka sadar kalau peran mereka sangat besar di masa seperti ini. Mereka rela meninggalkan keluarga di rumah demi berjuang berhadapan langsung dengan virus berbahaya.

Jika tidak dengan bantuan mereka, siapa lagi? Nggak mungkin dong kita minta bantuan ke tukang bangunan? Hanya tenaga medislah satu-satunya harapan kita semua. Jadi kita harus menghargai pekeraan para medis dengan cara kita harus tetap stay at home, di rumah.

Dear generasi rebahan, saatnya kita unjuk gigi. Ini adalah ikhtiar kita mengatasi pandemi, dengan #stayathome. Kita semua harus menghentikan kegiatan kita yang di mana kita harus berkumul dengan orang orang, kita harus menahan keinginan kita untuk pulang kampung, untuk berbelanja, untuk bertemu dengan teman teman dan sebagainya. Itu harus di-stop dulu demi keselamatan kita semua. Sembari kita berdoa kepada Allah, semoga Allah segera mengangkat tentara kecil-Nya dan mengakhiri ini semua. Wallahu a'lam bishowab. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Peran Generasi Rebahan Mengakhiri Virus Corona"