Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ramadhan Sudah Mau Berlalu, Apa Kabar Ibadahmu?


Oleh: Ana Nazahah (Pemerhati Remaja, Revowriter Aceh)

Sahabat, apa kabar Ramadhanmu saat ini? Apakah berjalan dengan lancar atau malah kurva ibadahnya lagi terjun bebas neh? Karena diserang malas.

Ya, emang sih! Udah rahasi umum, jika Ramadhan menuju pertengahan maka ibadah sudah mulai kendor, futur tiba-tiba menyerang, beribadah terasa malas-malasan. Apalagi di tengah covid 19, ibadah semua dilakukan di rumah, malah bikin tak semangat.

Kalau ternyata itu yang terjadi saat ini, tentunya rugi banget. Di saat limpahan berkah tengah mengalir deras, pahala berlimpah, maghfirah dan belas kasih Allah SWT hadir menghiasi. Eh, malah kita absen dari berbagai reward tersebut. Tentunya rugi sekali.

Diantara penyebab absennya kita dari mendapat bonus di bulan Ramadhan adalah :

1. Karena kita menganggap bulan Ramadhan sebagia bulan menahan lapar dan dahaga saja.

Namun mengabaikan ibadah sunah. Inilah pangkal ruginya, karena Allah menjadikan ibadah sunnah itu pahalanya sama dengan ibadah wajib di bulan lainnya.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Barang siapa yang melakukan kebaikan (ibadah sunah) di bulan Ramadhan pahalanya seperti melakukan ibadah wajib dibanding bulan yang lainnya. Dan barang siapa melakukan kewajiban di dalamnya, maka pahalanya seperti melakukan 70 kewajiban dibanding bulan lainnya… ” (HR. Ibnu Huzaimah).

2. Malas mendirikan salat Tarawih.

Kadang-kadang kita melihat ada orang yang meninggalkan shalat tarawih. Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjanjikan satu keutamaan bagi orang yang megikuti tarawih sampai selesai. Nabi bersabda,

“Orang yang shalat tarawih mengikuti imam sampai selesai, ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).

3. Berpuasa, tapi tidak meninggalkan maksiat.

Memang Ramadhan menawarkan pahala yang tak terhingga, namun ada banyak sekali diantara kita yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa kecuali rasa lapar dan dahaga.

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut, kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobrani)

4. Berpuasa, tapi tidak menjaga lisannya.

Salah satunya ghibah, fitnah, dan berdusta. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dustamalah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari no. 1903).

5. Tidak menghiasi Ramadhan dengan membaca Al Qur’an

Membaca Al Qur’an adalah amalan yang sangat dianjurkan baik di bulan Ramadhan maupun bulan lainnya. “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an, maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan itu dilipatgandakan dengan sepuluh (pahala). Aku tidak mengatakan Alif Laam Mim adalah satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf”. (HR. at-Tirmidzi)

Begitu besar pahala membaca Al Qur’an, belum lagi jika dikerjakan di bulan Ramadhan, dimana setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan sampai tak terhingga.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

"Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan akan berlipat menjadi 10 kebaikan sampai 700 kali lipat. Allah 'Azza wa Jalla  berfirman, ‘Kecuali puasa, sungguh dia bagianku dan Aku sendiri yang akan membalasnya, karena (orang yang berpuasa) dia telah meninggalkan syahwatnyadan makannya karena Aku’. Bagi orang yang berpuasa mendapat dua kegembiraan; gembira ketika berbuka puasa dan gembria ketika berjumpa Tuhannya dengan puasanya. Dan sesungguhnya bau tidak sedap mulutnya lebih wangi di sisi Allah dari pada bau minyak kesturi.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Wah, sebegitu besarnya dan banyaknya pahala, sungguh sayang jika dibiarkan sia-sia. Berlalu begitu saja. Semoga kita tidak menjadi pribadi merugi, dengan merencakan kegagalan Ramadhan, dengan mengabaikan segala reward yang Allah berikan. Wallahualam... (reper/az)

Posting Komentar untuk "Ramadhan Sudah Mau Berlalu, Apa Kabar Ibadahmu?"