Sudah Jadi Kupu-kupu Belum Gaes?
Oleh: Choirin Fitri
Gaes, jika kita diibaratkan ulat, maka Ramadhan adalah fase kita berada dalam kepompong. Nggak ada makan minum, yang ada kita berdzikir dan memohon pada Allah supaya dikeluarkan dari kepompong dalam keadaan yang lebih baik lagi. Nah, ketika Ramadhan berakhir kita bakal jadi kupu-kupu yang cantik alias pribadi yang bertakwa.
Sesuai banget dengan apa yang dimau Allah dalam firman-Nya yang terkenal ini:
يٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa" (Al Baqarah:183)
Pertanyaannya, kira-kira takwa itu apa sih?
Menurut Wikipedia, Takwa (تقوى taqwā / taqwá ) adalah istilah dalam Islam yang merujuk kepada kepercayaan akan adanya Allah, membenarkannya, dan takut akan Allah.
Lalu, kalau menurut para sahabat Rasul gimana? Simak nih percakapan 2 sahabat Rasulullah yang mulia, Umar bin Khattab RA dan Ubay bin Ka'ab!
Umar yang meriwayatkan atsar ini bertanya kepada Ubay, "Wahai Ubay, apa makna takwa?" Ubay yang ditanya justru balik bertanya. "Wahai Umar, pernahkah engkau berjalan melewati jalan yang penuh duri?"
Umar menjawab, "Tentu saja pernah." "Apa yang engkau lakukan saat itu, wahai Umar?" lanjut Ubay bertanya. "Tentu saja aku akan berjalan hati-hati," jawab Umar. Ubay lantas berkata, "Itulah hakikat takwa."
Percakapan ini sarat akan ilmu ya gaes? Bukan hanya bagi Umar dan Ubay lho ya, melainkan bagi kita yang mengaku-ngaku manusia bertakwa.
Menjadi orang bertakwa hakikatnya menjadi orang yang amat berhati-hati. Ia tidak ingin kakinya menginjak duri-duri larangan Allah SWT. Ia rela mengerem lajunya, memangkas egonya, menajamkan pandangan, menelisik sekitar, dan mencari celah jalan selamat. Semua fungsi tubuh ia maksimalkan agar ia tak celaka. Agar sebiji duri pun tak melukai kemudian mengucurkan darah dari kakinya.
So, takwa hakikatnya adalah hati-hati dalam menjalani perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya.
Sebenarnya, definisi takwa ini sudah kita hafal di luar kepala. Namun, gimana prakteknya dalam kehidupan? Apakah kita menjadi pribadi yang malas-malasan menjalankah perintah Allah SWT dan penasaran ingin mencoba apa yang dilarang Allah? Naudzubillah ya gaes!
Jangan sampai Ramadhan kali ini sia-sia ya Gaes! Beneran kita kudhu jadi kupu-kupu yang cantik alias bertakwa. Jangan sampai deh kita keluar dari Ramadhan eh, kita tetep jadi ulat alias sama saja seperti sebelum kita memasuki bulan Ramadhan. Sepakat? Yes! (reper/yun)


Posting Komentar untuk "Sudah Jadi Kupu-kupu Belum Gaes? "