Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Corona, Anak Sekolah dan Tahun Ajaran Baru


Oleh: Puji Yuli

Pandemi virus corona yang menyebar luas di dunia termasuk di negeri tercinta Indonesia. Dimana,  wabah virus corona alias covid 19  ini memberikan damask yang signifikan  di sektor perekonomian, sektor kesehatan maupun sektor pendidikan. Kita bisa melihat bahwa  aktivitas  bekerja maupun belajar itu dilakukan  di rumah saat pandemi virus corona mulai menyebar di Indonesia.

Adanya virus corona ini membuat anak anak tidak masuk sekolah. Sehingga proses pembelajaran  dilakukan  secara Online di dalam rumah terkait materi pelajaran maupun ujian sekolah. Semua ini  dilakukan agar penyebaran virus corona  tidak semakin meluas. Termasuk anjuran untuk berpola hidup sehat juga digencarkan. Salah satunya dengan pemberlakukan protokol kesehatan jika terpaksa harus beraktivitas di luar rumah. Mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan social distancing atau physical distancing.

Anak anak sudah dua bulan melakukan belajar materi pelajaran, menyelesaikan tugas dan ujian sekolah di rumah secara Online. Ini dilakukan karena anak anak itu dikhawatirkan rentan tertular penyebaran virus corona.

Komisioner  Komisi Perlindungan Anak Indonesia  (KPAI)  Retno  Listyarti  meminta Kemendikbud  dan Kemenag  terus mengkaji langkah pembukaan sekolah pada 13 Juli 2020.  Langkah pembukaan sekolah ini dikhawatirkan  mengancam kesehatan anak karena penyebaran virus corona (Covid 19)  belum menurun. Bahkan kasus covid 19  pada anak di Indonesia cukup besar dibandingkan dengan negara lain. Retno mengungkapkan dari data kementerian  kesehatan  terdapat sekitar 831 anak yang terinfeksi covid 19 (data 23 Mei 2020). Usia nama yang tertular itu berkisar 0 - 14 tahun. (https://nasional.okezone.com/read/2020/05/27/337/2220225/831-anak-terinfeksi-covid-19-kpai-minta-pembukaan-sekolah-saat-sudah-nol-kasus).

Sebaiknya pemerintah perlu melakukan pengkajian ulang terkait pembukaan sekolah pada tahun ajaran baru, yang rencananya akan dimulai tanggal 13 Juli 2020. Hal ini perlu dilakukan karena pandemi virus corona alias covid 19  ini belum menurun. Bahkan jumlah yang terinfeksi covid 19 semakin meningkat  dan menyebar juga pada anak anak. Sebagaimana dalam Islam itu bisa dijadikan sebagai rujukan dalam menangani wabah virus corona seperti yang terjadi pada masa Rasulullah SAW dan masa Umar bin Khatab dalam menghadapi wabah penyakit tha'un. Selain itu, Islam juga memberikan  petunjuk terkait pelaksanaan pendidikan  secara sempurna. Sehingga masalah corona, anak sekolah dan tahun ajaran baru itu bisa diselesaikan dengan baik dan tepat. (reper/zia)

Posting Komentar untuk "Corona, Anak Sekolah dan Tahun Ajaran Baru"