Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Drakor, Jeratan Asmara Dunia


Oleh: Cut Zhiya Kelana, S.Kom

Suatu hari sepulang ngampus aku singgah kerumah kak Nita, ku lihat banyak kaset berserakan. Perlahan ku ambil kaset itu dan kubaca, bahasa Inggris…aha..aku nyerah deh. Ku fikir beliau kutu buku saja ternyata juga hobby nonton. Awalnya aku sangat asing dengan drama itu, satu bahasa yang gak mampu ku selami rasnya. Wanita berkerudung lebar itu, mengenalkanku pada dunia baru itu K-Pop.

Biasa aku Cuma nonton anime, sekarang beralih ke K-Pop. Sama kaya seneng baca komik beralih ke novel. Awalnya biasa saja, lama-lama bikin penasaran juga episode perepisode ku habiskan. Wah tamat puluhan film, tapi karna tipe suka bosan dan tau arah ceritanya aku lebih milih genre yang berbeda seperti teknologi atau drama klasik. Bercerita tantang masa depan apa lagi malaikat dll, gak tertarik. Dipinjaminya aku VCD drakor, bahkan sekali waktu kami mencari film baru. Yah memang banyak maksiatnya apalagi urusan percintaan, untuk itu aku malas nonton rame-rame, malu rasanya.

“Kak… ada film korea baru gak?” Tanya Asyi
“Em… gak ada dek, ge males download” kataku ngeles
“Sama aku banyak loh kak, kakak mau? Tapi harus punya flash 32 GB ya?” tawanya cekikilan
“Serius dek, sebesar itu film apa aja tu” tanyaku penasaran, ah kepancing kan
“Ada Lee Min Hoo, sama Song Hye Kyo” katanya hafal banget
“Siapa tu dek” tanyaku asli gak pernah mau tahu siapa mereka
“Itu loh kak yang main film BBF” katanya lagi
“Gak ngafal dek” kataku cuek
“Aku kalo pemainnya gak ganteng dan cantik malas kak nontotnnya” katanya sambil tersenyum

Aku Cuma suka nonton tapi gak penting menghafal nama mereka yang ribet banget. Ada pula yang sampai gosip mereka diikuti, atau detil tentang idola itu mereka tau. Kadang sekali waktu suka juga dengar lagu korea, tapi setelah dengar tausiah itu aku pun mendelete semua lagu itu, hanya tinggal instrument saja. Aku juga beralih menonton variety show, kalo gak ada teksnya maka kuhapus. Bela-belain cari wifi demi download drakor ini…hah serasa macam aku dah terjerat dan tak bisa lepas. Semakin lama semakin aku melihat banyak sekali keganjalan di beberapa film itu, laki-laki yang pertemanannya aneh banget, beda dengan wanita.

“Kak… song-song couple nikah” katanya sembari merasa sedih banget
“Siapa itu dek” tanyaku gak ngerti
“Ituloh kak song hye kyo sama song jong ki, pemeran descendant” katanya fasih
“Ooh…ya udah jodoh mau gimana?” jawabku santai
“Ah…kakak gak asyik deh…lagi patah hati ini?” katanya sambil ngambek
“Secara kakak gak ngerti sih, apa yang buat kamu patah hati?” aku tertawa kecil

Ku mulai nasehati dia, buat apa menangisi seseorang yang tidak mencintai Allah. Secara dia juga non muslim, dan dia juga gak tau tentang kita yang hanya fans. Ku syukuri aku tak sempat menggila seperti itu, tidak juga sampai ku koleksi poster dan foto mereka, tidak juga ku habiskan semua uangku untuk sesuatu yang gak penting. Biarlah tontonan hanya sekedar tontonan, kita mabil ibrahnya. Mereka jauh dari Allah mungkin pun tak kenal karena itu jangan menjadikan mereka tuntunan pasti kita akan tersesat.

“Kan kakak nonton juga drakor?” katanya
“Iya… aku nonton buat cari resensi aja, buat bongkar fakta aja” kataku tersenyum
“contohnya apa kak?” tanyanya lagi
“Em…kakak suka nonton film klasik dan nanti pasti ada kaitannya dengan Islam” jawabku sembari memikirkan
“Kan mereka atheis kak, mana ada Islam disana?” katanya dengan mimic serius
“Ada, Cuma gak di munculkan…secara mereka juga gak suka Islam kan?” jawabku santai

Aku melihat wajahnya yang polos, jatuh cinta pada sesuatu yang salah. Kenyataannya kita tetap berjalan seperti ini adanya, sedangkan dia yang kita kagumi pun tak pernah tau. Nanti kamu pasti akan mengerti maksudku, sengaja tak ku jelaskan yang ada semakin sulit kau pahami. Perlahan harus kita tinggalkan itu yang unfaedah, jika semua waktu hanya terbuang untuk itu betapa sia-sianya hidup kita.

Yakinlah semua akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah atas waktu yang kita sia-siakan umur dan uang. Mereka juga manusia yang pasti akan mati, toh tidak ada yang abadi. Food, fun, fashion dan film benar telah menjerat kaki kita menuju kemaksiatan tanpa sadar. Jika harus kita jadikan idola itu adalah manusia yang paling mulia, namanya disebut penduduk langit dan bumi, dicintai para malaikat dikenal sebagai kekasih Allah. Bukan orang kafir dengan segala pernik kehidupannya yang kemudian frustasi dan bunuh diri, itu terlarang dalam Islam. Cinta sekedarnya saja jangan terlalu hingga menggila.

Kita juga akan mati, dan amalan apa yang akan kita bawa nanti. Kalo kata ust. Somad gak datang tu “Oppa dan Onnie” yang kita puja selama ini, menemani kita dalam alam kubur. Hanya ada tiga amalan yang akan menemani kita disana yakni ilmu yang bermanfaat, sedekah dan anak yang soleh. Dan kematian paling indah adalah ketika kita sedang berada dalam aktivitas ibadah, maka itu yang harus kita fikirkan bukan “Oppa”. (reper/toriq)

Posting Komentar untuk "Drakor, Jeratan Asmara Dunia"