New Normal, Remaja Gak Gabut Lagi?
Oleh: Isma Adwa Khaira (Mahasiswi Kota Pasuruan)
Tidak terasa Pandemi sudah memasuki beberapa bulan hadir di negeri ini. Sekolah yang sudah lama diliburkan kini tengah mempersiapkan diri untuk kembali seperti biasa. Atau bisa dibilang new normal life. Kehidupan baru yang normal dengan damai bersama corona.
Remaja yang kesehariannya suka kelayapan nggak jelas dikala pandemi harus terpaksa #stayAtHome. Namun, dengan adanya kebijakan baru ini mereka dapat beraktifitas seperti biasa kendati hal ini masih tahap uji coba.
Kebosanan remaja kini layaknya oase di tengah gurun sahara. Membahagiakan sekali. Mereka yang sudah gabut dirumah kini bisa berkeliaran macam ayam keluar kandang. Meski protokol kesehatan juga harus diperhatikan. Tapi kalo remaja melanggar aturan itu sebuah tantangan. Bener nggak sih gaes?
Lebih dari itu kebijakan ini sebenarnya ditentang oleh banyak pihak. Terutama mereka kalangan sains dan kesehatan. Karena memang Covid-19 ini belumlah mencapai puncak kasusnya. Dan diprediksi puncaknya adalah bulan oktober. Dr. Hermawan Saputra ( Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia) turut menjadi salah satu yang mengkritik kebijakan ini. Karena dinilai belum saatnya penerapan new normal dan terlalu gegabah dengan melihat jumlah kasus yang terus naik. (Merdeka.com)
Hmm. Gimana nih gaes menurut kalian? Padahal sih, belum ada new normal mall-mall sudah berjubel penuh. Apalagi ketika new normal diterapkan. Kita akan kembali pada rutinitas sedia kala. Yang awalnya sekolah itu sangat membosankan kini dirindukan. Semata karena belajar dirumah malah bikin stres karena banyaknya tugas. Haduh.
Sayangnya gaes, new normal yang bikin kita bisa bebas bukanlah solusi di tengah pandemi. Karena justru hal ini bikin kita makin gampang terpapar virus corona. Tentu kita nggak mau mengalami hal ini. Karena bahayanya ketika sudah masuk ke tahap yang serius.
Nah, kalian tau korea selatan? Siapa yang nggak tau negara yang punya segudang oppa-nonna kiclong kebanyakan plastik. Negara itu sempat menerapkan new normal life selama hampir 1 bulan. Dan hasilnya, peningkatan jumlah pasien positif Covid-19 meningkat tajam. Sampai Korea Selatan mengambil kebijakan PSBB kembali di jalankan. Mengingat bahaya pandemi yang terus mengancam.
Kebijakan pemerintah dengan new normal life dilakukan semata untuk memperbaiki ekonomi Indonesia yang terancam ambruk. Hanya saja caranya dengan mengorbankan nyawa warga negara. Ini nih ciri kebijakan ala sistem kapitalisme.
Apa itu kapitalisme? Aku kasih tau ya gaes. Kapitalisme adalah sistem dan paham yang berpusat pada sisi ekonomi semata dan tidak melihat masyarakat adalah satu kesatuan utuh. Tapi individu yang berbeda-beda. Dan lagi asas yang digunakan pada sistem ini adalah pemisahan agama dari kehidupan. Artinya agama tidak boleh mengatur kehidupan masyarakat hanya boleh pada ranah individu.
Padahal, Negara Indonesia adalah negara mayoritas muslim terbesar di dunia. Dimana agama memilik andil terhadap kehidupan bermasyarakat yang terjadi. Meski sistem kapitalisme juga telah mengakar kuat. Seperti artis sinetron ftv yang ketika ada sebuah undangan pesta mereka akan menggunakan baju pesta yang terbuka. Ketika ke mushola pakai baju yang tertutup.
Ini adalah salah satu contoh bahwa agama dipisahin dari kehidupan. Dimana hidup pakai aturan sendiri. Kalo ke tempat agama baru pakai aturan Allah. Kan jadinya Islam itu kayak prasmanan yang boleh diambil sebagian, bagian lain di buang. Padahal ini pemikiran yang salah dan bahaya gaes. Waspadalah. Waspadalah!
Islam adalah agama paripurna yang mengatur seluruh aspek kehidupan. Dari mulai sosial, ekonomi, politik, keamanan, budaya dan lainnya. Ketika aturan Islam diterapkan tentu kesejateraan pasti akan terjamin karena yang membuat aturan adalah penciptanya manusia yang mengerti sisi lemah dan kuatnya.
Untuk menangani pandemi Covid-19 Islam punya cara yang sangat sempurna bukan solusi yang justru membuat masalah semakin runyam seperti new normal. Islam mensyariatkan bahwa ketika wabah kita harus #StayAtHome dan Lockdown total selama pandemi. Dan pemimpin dalam Islam akan mencari solusi yang efektif untuk mengakhiri wabah selagi lockdown. Pemimpin dalam Islam akan memenuhi seluruh kebutuhan rakyat hingga mereka tidak perlu menantang maut untuk sesuap nasi ataupun menggelontor air hingga meninggal karena tidak ada makanan.
Semua itu bisa terjadi semata ketika kita menerapkan Islam didalam kehidupan. Nah gaes, emang paling bener kita taat pada aturan Allah yang memiliki kehidupan. So, buat remaja-remaja gabut di masa pandemi lebih produktiflah lagi dalam kehidupan. Jangan cuma nonstop drakor, rebahan seharian apalagi kongkow gak jelas dimasa pandemi. Stay jaga kesehatan dan perbanyak pahala ilmu di rumah dengan kajian online. Hamasa! (reper/zia)


Posting Komentar untuk "New Normal, Remaja Gak Gabut Lagi?"