Persahabatan 3, Sebuah Motivasi Hidup dari Kerikil Kehidupan David Cs
Oleh: Yusuf Kushandiansyah (santri SMP Bina Insan Mandiri ponpes Al Ihsan Baron Nganjuk)
“Hai David, kamu kok seperti nggak bersemangat gitu” tanya Aran. Ketika berpapasan, kemudian jalan berdampingan menuju sekolah.
“Gak tau, aku gak tenang tidur semalam. Aku melihat ada bayangan hitam yang memanjat dinding di rumah tetanggaku, pas aku lagi keluar untuk membuang sampah di teras.
“Paling kamu cuman salah lihat, Vid” cetus Aran.
Hmm….. entahlah. Sudahlah, ayo masuk kelas pelajaran mau di mulai, ujar David. Saat jam pulang sekolah David, Aran, dan Megan, pulang bersama karena rumah mereka satu komplek. Rumah Aran dan Megan agak ke belakang. Sehingga rumah David yang dijumpai terlebih dahulu. Saat sampai di rumah david. Mereka bertiga di kejutkan dengan banyaknya para polisi di samping rumah David. Mereka menghampiri salah seorang polisi yang berjaga-jaga di situ. Lalu David bertanya, “Mohon maaf pak, ada apa ini?”
“Tadi malam rumah ini dimasuki pencuri. Jumlah kerugian materinya sangat besar. Ini bukan kejadian pertama kalinya. Sudah yang ke sekian kalinya para pejabat di curi “jawab polisi itu. Tidak banyak informasi yang didapat dari bapak polisi ini. Hanya sekilas info. Hal ini yang menggelitik sisi sensitive jiwa pertualangannya. Perasaan penasarannya menyeruak. Setengah berbisik, David mengajak kedua sahabatnya ke rumah. “Megan, Aran nanti sore kita kumpul di rumahku, ada yang harus aku bicarakan.”
“Oke… baiklah, aku merasa ada yang janggal di pencurian itu. Soalnya tadi malam aku melihat ada bayangan hitam di rumah itu. Mungkin dialah yang mencurinya” tutur David.
“Iya, aku rasa juga begitu” kata Aran.
Sore harinya, selepas asar mereka berkumpul di rumah David. Belasan argumentasi terlontarkan oleh mereka bertiga. Namun belum juga mengarah pada sesuatu yang bisa disimpulkan. Semua mengambang. Hari semakin sore tapi mereka tak menemukan jawaban siapa perncuri itu dan bagaimana cara menangkapnya.
Baiklah, kita akhiri dulu pertemuan ini, ujar David.
“Iya hari juga menjelang malam, ayo kita pulang Aran” ajak Megan.
“Iya, ayo” ujar Aran.
Megan dan Aran pulang ke rumahnya masing-masing. Keesokan harinya mereka berkumpul kembali di rumah David.
“Eh, kalian dengar nggak tadi pagi di tv” tanya Aran.
”Iya…baru mau aku bilang” jawab David.
“Yang tentang pencurian di komplek kita kah?”sahut Megan.
“Tunggu…. tunggu, kalian merasa ada yang janggal nggak?” Tanya Aran.
“Apanya?” tanya Megan.
“Gini…gini …coba lihat siapa saja yang rumahnya di curi?
Mereka semua karyawan di PT. Sinar Jaya Group. Dan mereka adalah manejer di bidang keuangan, ujar aran.
” Hey..?! itukan kantor ayahku” jawab david.
”Tapi kenapa hanya para manajer keuangan yang kecurian” tanya Megan.
”hmm… entahlah, masalahnya siapa pencurinya dan apa motivnya? hanya tinggal satu orang yang belum kecurian, pak Daniel. Beliau satu-satunya manejer yang belum kecurian” kata David.
Keesokan harinya mereka berkumpul di rumah pak Daniel saat malam dan merancang jebakan untuk si pencuri. Waktu terus berjalan namun hasil hanya angan-angan belaka. Malam semakin larut, namun bulan purnama memancarkan sinarnya.
Dan JACKPOT…
Layaknya didalam game RPG [role play game] seperti misalnya sang pencuri selalu memakai costum serba hitam, dan sekarang keberuntungan ditanggan mereka. Mereka mendapatkan sang pencuri terjebak dalam perangkap yang mereka buat. Seutas tali mengikat kakinya dan menggantungnya secara terbalik. Ketika kami membuka masker sang pencuri itu, spontan kami terperanjat. Seraut wajah yang tak asing bagi David. Sosok yang santun dan pemurah, ramah dan apik dalam setiap pekerjaan. Dia adalah pak Jamil, salah seorang OB di PT.Sinar Jaya Group. Beribu pertanyaan bergelayut, mengapa dia mencuri di rumah para manejer.
Pak jamil dibawa ke ruangan kosong oleh pak Daniel dan di interogasi lebih lanjut. Dia melakukan itu karena para manejer melakukan korupsi di pekerjaannya. Adapun hasil dari setiap pencurian, kemudian pak Jamil membagikannnya kepada fakir miskin.
Besoknya pak Jamil menggajak kami ke bawah jembatan tol. Ada 20 anak lebih yang terlantar di situ. Tadi, saat kami sampai anak-anak berlari mendatangi pak Jamil sambil berkata ”ayah, hari ini kita makan apa?” dengan senyuman kecil terpancar dari wajah anak kecil nan kumal itu.
“Hari ini ayah tidak bisa beli banyak makanan hanya ada 2 kotak nasi padang, maafkan ayah, nak” jawab pak Jamil.
“Iya, terimakasih ayah” jawabnya dengan nada rendah penuh keputus-asaan.
Aku berlari ke rumah dan menghadap ke ayahku yang sedang bobok syantik di tempat tidurnya,
“Ayah ada yang ingin aku bicarakan…”
Kubeberkan semua peristiwa yang terjadi dari A hingga Z.
Tak butuh waktu lama, surat kabar lokal telah memuat kisah tentang pak Jamil. Para kuli tinta menjulukinya sang Robin Hood. Dan akhirnya pak Jamil diangkat sebagai body guard ayahku. Karena tubuhnya kuat namun penyayang. Sedangkan para koruptor di jebloskan ke jeruji besi. Adapun para anak-anak terlantar telah mendapatkan orang tua asuh.
Dengan demikian kita mendapatkan lagi sebuah motivasi hidup dari kerikil kehidupan David Cs. Allah SWT berfirman didalam Surah Al-Baqarah ayat : 188 yang artinya “dan janganlah kamu memakan harta sebagian yang lain diantara kamu dengan jalan yang bathil dan janganlah kamu membawa (urusan ) harta itu kepada hakim agar kamu dapat memakan sebagian harta benda orang lain itu dengan jalan berbuat dosa padahal kamu mengetahuinya.”
Sobat, sebagian besar dari kita menganggap perbuatan Robin Hood adalah aktivitas yang mulia. Padahal dalam Islam, suatu perbuatan atau amal yang terbaik atau amal yang mulia, adalah amal yang memenuhi syarat. Seperti halnya ketika kita ingin naik kelas, tentuanya harus memenuhi syratnya. Diantaranya mengikuti pelajaran, mengikuti ulangan harian, ujian tengah semester dan ujian akhir semester.
Begitu pula halnya dengan perbuatan atau amal yang baik harus memenuhi syarat. Pertama niatnya yang ikhlas, semata-mata karena Allah. Dan yang kedua, caranya yang benar sesuai dengan apa yang telah Rasulullah Saw teladankan. Perbuatan Robin Hood untuk menolong fakir miskin mungkin niatnya karena Allah, namun caranya yang salah. Mencuri bukan saja dilarang oleh Rasulullah Saw bahkan Allah SWT melarangnya seperti yang termaktub dalam firman Allah SWT dalam surah Al Maidah ayat 38 yang artinya “laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Pengasih lagi Maha Bijaksana.”
Dari Aisyah radhiyallahu’anha, beliau menceritakan “ Sesungguhnya orang-orang Quraisy mengkhawatirkan keadaan (nasib) wanita dari bani Makhzumiyyah yang (kedapatan ) mencuri. Mereka berkata “ siapa yang bisa melobi Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam? Mereka pun menjawab, tidak ada yang berani kecuali Usamah bin Zaid yang dicintai oleh Rasulullah. Maka Usamah pun berkata (melobi) Rasulullah untuk meringankan atau membebaskan si wanita tersebut dari hukuman potong tangan, Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam lemudian bersabda “ Apakah Engkau memberi syafaat (pertolongan) berkaitan dengan hukum Allah? Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam pun berdiri dan berkhutbah “ Wahai manusia, sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah jika ada orang yang mulia (memiliki kedudukan) diantara mereka yang mencuri, maka mereka biarkan (tidak dihukum), namun jika yang mencuri adalah orang yang lemah (rakyat biasa) maka mereka menegakkan hukum diatas orang tersebut. Demi Allah, sungguh jika Fatimah binti Muhammad mencuri, aku sendiri yang akan memotong tangannya” (HR Bukhari no 6788 dan Muslim no 1688).
Sobat, jadi jika kita mau memberi makan fakir miskin atau anak anak yatim, maka harus dengan harta yang halal bukan haram. Jika kita memberi makan orang dengan hasil mencuri maka dosa mengalir di dalam darah dan tubuh kita. Wallahu’alam bishawab. (reper/toriq)


Posting Komentar untuk "Persahabatan 3, Sebuah Motivasi Hidup dari Kerikil Kehidupan David Cs"