Sekolah di Masa New Normal?
Oleh: Mahdiyah Nashirah (Santri Ma'had Darul Bayan Sumedang)
Hai guys? Sudah baca kah judul dari tulisan ini? Yups, sekolah di masa new normal. Kira-kira gimana? Tepat atau tidak? Hmm.. Dari pada penasaran, langsung aja yuk kita bahas.
Kita awali dulu dengan berita yang dikutip dari KOMPAS.com, dikatakan bahwa Dinas Pendidikan DKI Jakarta berencana memulai kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru 2020/2021, yakni pada 13 Juli 2020. Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan, rencana itu disusun dengan mempertimbangkan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam rangka mencegah penularan Covid-19.
Sahabat, sekarang itu corona masih mengepakkan sayapnya hehe (bercanda deng). Tapi, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta malah mengeluarkan kebijakan yang kurang tepat untuk dilakukan di tengah pandemi ini guys. Kenapa kurang tepat? Karena dibukanya sekolah bisa jadi membuka peluang bertambahnya orang-orang yang terkena Covid-19.
Loh kok bisa jadi peluang sih? Kan sekolah nggak terlalu ramai dibanding pasar? Iya, tapi masalahnya ada gak yang bisa jamin mereka tetap pakai masker selama sekolah? Ada gak yang bisa memastikan mereka untuk tetap bisa menjaga kebersihan selama sekolah? Nggak bakalan ada yang bisa jamin. Mungkin kita rindu untuk bertemu teman, main bareng dan sebagainya. Tapi, bertahanlah di tengah pandemi ini demi keselamatan nyawa manusia yang lain.
Kebijakan pemerintah yang menetapkan sekolah akan tetap masuk pada bulan juli ini tidak lain hanyalah untuk kepentingan bagi sekelompok orang saja dan mendapatkan keuntungan. Dan masyarakat? Tidak mendapatkan sepersen pun bagi masyarakat miskin. Karena yah, itu tadi tujuannya memang hanya ingin memusnahkan populasi manusia yang tidak ada manfaatnya.
Coba kita bandingkan dengan islam. Dalam Islam, kita diperintahkan untuk mengisolasi diri sebagaimana Rasulullah SAW memberikan tuntunan "Jika kalian mendengar wabah di suatu wilayah, janganlah kalian memasukinya. Jika terjadi wabah di tempat kalian berada, janganlah keluar darinya" (HR al-Bukhari).
Islam tidak hanya memerintahkan untuk bersabar tapi harus disertai dengan ikhtiar. Khalifah (pemimpin) pada saat itu, juga memberikan bantuan secara merata, memakai pakaian yang tidak mewah agar bisa merasakan penderitaan rakyatnya dan khalifah juga taubat nasuhah karena takut kalau wabah itu datang tidak lain ada kelalainnya disitu.
Masya Allah, begitu luar biasanya islam dalam menyelesaikan masalah pandemi, berbeda sekali dengan sistem yang ada saat ini yang justru malah mengatasi masalah dengan masalah.
Lalu, masih betah dalam sistem ini sobat? Tentunya tidak kan? Maka dari itu mari kita berjuang menegakkan islam kembali demi terwujudnya sistem yang bisa menyelesaikan problematika kehidupan, salah satunya masalah pandemi (wabah penyakit). (reper/ar)


Posting Komentar untuk "Sekolah di Masa New Normal?"