Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bijak Bersosial Media


Oleh: Mochamad Efendi


Ngeri Gaes, banyak orang suka ngomong, tapi tidak mau mendengarkan. Suka menyalahkan tapi tidak mau disalahkan,  meskipun jelas salah. Mereka suka mencari- cari kesalahan orang lain dan suka buat fitnah. Belum jelas kebenarannya tapi sudah disebar kemana-mana dan merasa senang dan puas saat yang orang dibenci, terhina, hancur dan tersakiti.  Maunya menjadi pemenang meskipun tidak membawa hujah yang benar dan meyakinkan, bahkan tidak sedikit berisi ujaran kebencian dan hujatan yang menyerang pribadi seseorang.  Tidak jarang hanya berisi lontaran fitnah dan sampah dari mulut besar yang suka berdusta. Marah saat disebut kesalahannya, tapi tidak mau bertaubat tapi bangga dengan kesalahannya sendiri. Masalah kecil bisa menjadi besar saat kita tidak bijak bersosial media. 


Gaes, bijaklah menggunakan sosial media untuk berdakwah bukan memfitnah dengan dusta yang melukai banyak orang. Gunakan sosial media untuk menginspirasi banyak orang agar mau berbuat banyak kebaikan dengan mengikuti petunjuk Islam.  Sosial media juga bisa digunakan untuk mendapatkan banyak teman, bukan mencari musuh. Saatnya kita bijak dalam bersosial media untuk membuat jejak jejak kebaikan yang menjadi penolong kita saat tidak seorangpun yang bisa menolong kita di kehidupan setelah dunia ini.


Manusia tempatnya salah gaes, jadi tidak perlu mencari kesalahannya, pasti kamu akan menemukanya. Yang harus kau cari adalah kebenaran hakiki, bukan dari pemikiran manusia yang banyak salah dan lemah tentunya, tapi kebenaran hakiki berasal dari Yang Maha Sempurna, Allah SWT. Islam adalah ajaran yang benar dan sempurna yang layak dijadikan landasan berfikir maupun solusi fundamental untuk seluruh masalah kehidupan. Jangan karena kebencian membuatmu tidak mampu berfikir jernih, sehingga sulit melihat kebenaran hakiki karena enggan mengikuti petunjuk Islam dan lebih mengikuti nafsu yang menyesatkan. Sosial media bisa dijadikan cara untuk menambah tsaqofah kita tentang Islam. Mengikuti kajian keislaman online, atau membaca media Islam online yang menginspirasi akan mencerahkan pemikiran kita agar tertunjuki ke jalan kebenaran Islam yang lurus dan mulia.


Gaes, jika temanmu bersalah karena melanggar syariatNya, jangan dihujat tapi berikan nasehat dengan penuh kesabaran yang menyentuh pemahanannya hingga dia mau berubah, bukan menyinggungnya, yang membuatnya malu dan sakit hati. Gaes, musuh sejati kita adalah syetan yang tidak pernah berhenti menggoda kita agar mau mengikuti langkah-langkanya yang pasti membawa kita pada kesesatan, jauh dari jalan lurus, jalan orang-orang telah diberi nikmat. 


Gaes, jangan menebar benih kebencian yang hanya menciptakan dendam dan rasa sakit hati di sosial media karena dampaknya sangat luas. Mengumbar aib teman di sosial media hanya akan membuat temanmu malu dan sakit hati. Tebarlah benih cinta  yang akan menguatkan ikatan persahabatan apalagi pada teman yang satu aqidah. Jika ada perbedaan pemikiran harus disatukan dan diselesaikan dengan Islam, pasti berujung indah. Pemikiran manusia lemah dan banyak salah jadi tidak bisa dijadikan sebagai landasan berfikir, tapi pemikiran yang salah harus diluruskan dengan Islam.


Gaes, manusia memiliki potensi manjadi baik jika bersama orang-orang baik yang selalu mengajak pada kebaikan dengan sabar, potensi Itu akan tumbuh subur dengan mengikuti petunjuNya. Sering kebaikan tapi tidak disampaikan dengan cara yang baik tidak diterima dan memunculkan dendam dan perlawanan dengan dasar kebencian. Namun, jangan putus asa meskipun sudah berusaha mengajak mereka pada Islam kaffah, tapi tidak berhasil. Jangan berhenti dan tetap Istiqomah mengajak teman untuk mengikuti jalan kebenaran Islam.


Gaes, biasakan untuk mengedepankan diskusi bukan menghakimi. Sampaikan hujah yang meyakinkan dan mencerahkan pemikiran, bukan yang menyakiti perasaan. Jangan menyerang atau melecehkan pribadi seseorang, tapi sampaikan kebenaran Islam dengan kata-kata yang baik tanpa harus mengurangi nilai kebenaran yang kita sampaikan. Menggunakan sosial media dengan bijak sangat penting untuk berdakwah dan menginspirasi banyak teman agar mau berislam secara kaffah. Jangan gunakan untuk menyebar kebencian yang hanya menciptakan banyak musuh dengan penuh kebencian.


Gaes, kalaupun  ada yang harus dibenci dan dimusuhi adalah perbuatan dan pemikirannya  yang salah dan menyimpang dari ajaran Islam yang lurus dan mulia. Ajak diskusi temanmu agar dia bisa tertunjuki ke jalan yang benar atas dorongan cinta sesama teman. Saling menasehati harus dibiasakan mulai sekarang agar kita terbiasa saling menghargai dan menghormati. Lebih penting lagi belajar untuk mendengarkan kebenaran Islam.  Gaes, jangan biarkan dirimu merugi dengan menggunakan sosial media secara tidak benar. (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Bijak Bersosial Media"