Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jangan Mengadu Ikan Cupang!


Oleh: Arham Asy Syarifah


Ikan cupang jadi primadona lagi. Bukan untuk koleksi aja tapi juga untuk bisnis. Karena pandemi, banyak orang gabut. So, mencari kegiatan dengan hobi. Ada yang beternak, berkebun, bertani dan lain sebagainya.


Baru-baru ini viral di sebuah akun tiktok, sekelompok remaja mengadu ikan cupang di atas api. Ikan cupang yang kalah langsung digoreng.


Di satu sisi memang sih adu cupang mendatangkan kesenangan. Tapi, ingat lho, kita ini kan Muslim tentunya harus selalu terikat dengan syariat Islam. Dalam Islam tuh menyiksa binatang diharamkan lho.


Pernah enggak dengar hadis bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dari Ibnu Umar, beliau bersabda " seorang perempuan di azab karena seekor kucing yang dikurungnya sampai mati. Dia pun masuk neraka karena perbuatan itu. Kucing itu tidak diberi makan dan minum ketika dia mengurungnya. Bahkan, dia tidak membiarkannya makan serangga di bumi." (HR. Muttafaq alaihi)


Syekh Salim bin Ied al-hilali menjelaskan beberapa kandungan dalam Syarah hadits ini. Pertama, umat Islam dilarang membunuh apapun yang tidak diperintahkan Allah untuk dibunuh dengan cara dibiarkan kehausan meskipun seekor kucing. Kedua, tidak boleh mengurung binatang untuk dijadikan sasaran permainan. ketiga adalah anjuran untuk berbuat baik kepada binatang. keempat, azab dapat menimpa seorang hamba karena hal-hal yang dipandang kecil. Kelima, boleh memelihara binatang dengan cara mengurungnya dengan syarat harus dipenuhi kebutuhannya dan diperlakukan dengan baik.


Dalam menyembelih hewan kurban saja umat Islam diharuskan berbuat lemah lembut. Salah satunya menajamkan pisau agar hewan kurban tidak kesakitan terlalu lama. Terus, waktu mengasah pisau tidak dilakukan di depan binatang yang akan disembelih.


Tuh kan, dengan binatang yang akan dikurbankan saja perlakuannya harus Ihsan. Jadi perlakuan kepada binatang yang dipelihara tentu harus lebih baik. Binatang tidak boleh dijadikan ajang permainan. Ibnu Umar radhiallahu anhu, beliau pernah melewati beberapa pemuda Quraisy yang memancangkan seekor burung lalu memanahnya. Sebagai imbalan, semua anak panah yang tidak mencapai sasaran menjadi hak pemilik burung tersebut. Ketika melihat hal itu Ibnu Umar datang dan mereka pun bubar. Ibnu Umar berkata, "siapa yang melakukan ini? Allah melaknat orang yang menjadikan makhluk bernyawa sebagai sasaran. " (HR. Muttafaq alaihi)


Hikmah larangan ini disebutkan dalam Syarah Riyadhus Shalihin, bahwa betapa besarnya kasih sayang Allah kepada para hamba-nya. Sampai-sampai dalam hal membunuh Kita juga harus menyayangi binatang. Dalam beberapa hadits lain disebutkan keharaman membunuh binatang menggunakan api atau membakarnya hidup-hidup.


Nah, udah jelaskan pandangan agama kita? Jadi, jangan sampai deh kita melakukan hal-hal yang dilarang agama hanya demi kesenangan diri semata.


Lagi pula, tahu nggak sih, bahwa menyiksa binatang dari sisi psikologis menunjukkan mental illness? Orang yang suka menyiksa binatang kecil tandanya dia memiliki keinginan untuk menunjukkan kekuatannya tapi nggak berani di depan orang yang lebih kuat karena konsekuensinya tentu lebih besar. Sehingga dia melampiaskannya ke hewan-hewan kecil. Nah, dikhawatirkan nih orang seperti ini bakalan menjadi abusive ketika bertemu dengan orang yang lebih lemah darinya. Jadi menyiksa binatang tuh bukan perkara sepele lho.


Kita bakalan diminta pertanggungjawaban di akhirat. Binatang yang kita siksa bakalan datang dan meminta balasan yang sama kepada Allah agar kita pun disiksa seperti kita menyiksanya naudzubillah tsumma naudzubillah. (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Jangan Mengadu Ikan Cupang!"