Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kenakan Hijabmu. Ingat, Yang Allah Tawarkan Itu Surga!


 

Oleh: Diyah Aulia C (Mahasiswi STIE Hamfara, Aktifis Peduli Remaja)


"Wah, cantiknya". 

"Modis banget penampilannya". 

Gimana nih girls kalau ada yang bilang gitu ke kita?. Seneng banget kan ya?. Siapa sih yang ga suka dapat pujian?. Pasti pada tunjuk jari semua nih.


Bicara soal penampilan emang melekat sama kaum hawa. Dulu sih jadi bahan obrolan mamak mamak. Kalau sekarang sudah merambah di kalangan milenial. Mereka menganggap penampilan adalah tentang gaya yang sedang populer, barang yang branded dan harga yang mahal. Sob, pakaian tidak sekedar untuk penutup tubuh tetapi mencerminkan siapa dirimu. 


Terkhusus saudariku para Muslimah sejati, yang sedang menitih jalan untuk taat pada sang Illahi, terus kenakan hijab syar’i mu. Mungkin saat iman ini turun, pernah muncul keinginan bisa menggunakan pakaian treandy dan memamerkan mahkota indah, sehingga banyak pujian cantik tertuju pada kita. Ingin dianggap eksistensinya dari segi berpenampilan. 


Berharap lingkungan welcome dan sudi menerima kita. Ya, hari gini, apa apa yang dilihat selalu yang ada di depan mata, terkhusus penampilan secara fisik.

Ingat ukhti, yang Allah tawarkan itu surga. 


Bukankah itu tujuan hidupmu berlabuh? Benar memang, mahkota wanita adalah rambutnya yang indah. Maka jagalah mahkota itu, jangan sampai orang lain menikmati indahnya mahkotamu. Mahkota itu suatu hal yang berharga dan mahal harganya. Bayangkan jika kalian mempunyai barang mahal dan hanya ada satu di dunia. Pasti kalian akan menjaganya bukan? Melarang tangan-tangan nakal untuk menyentuhnya khawatir barang tersebut akan rusak. Atau bahkan ada yang menyimpannya di suatu tempat jangan sampai ada seorang pun yang melihat.


Lalu mengapa kau mengumbar auratmu wahai saudariku? Padahal Allah SWT sangat menjaga dan membuatnya mahal. Tapi dirimu malah mengobralnya seperti gorengan di pasaran. Allah SWT berfiman dalam dalam QS. Al-Ahzab : 59


“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”


Dan juga dalam QS. An-Nur : 31

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”.


Semua wanita itu cantik, bagaikan rembulan dan matahari. Keduanya memiliki kesamaan fungsi, yaitu menerangi yang gelap. Alangkah bahagianya jika menjadi layaknya matahari, yang semua orang tertunduk bila melihatnya. Jangan menjadi rembulan yang indahnya dinikmati banyak orang. Terus kenakan hijab syar’imu ukhti, jangan takut kecantikanmu berkurang. Justru, cantikmu pasti akan semakin bertambah dan menebarkan inspirasi pada yang lainnya. Seperti cahaya matahari akan terus menyinari bumi, walau awan hitam sedang menyelimuti. 


Semua pilihan ada di tangan kalian, mau jadi bulan ataukah matahari. Tapi jangan lupa, bahwa semua pilihan ada konsekuensinya, semua akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah SWT. Dan setiap berbuatan akan mendapatkan hadiah, tergantung dari apa yang kita pilih.


“Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.” (QS. Al-An’am: 164).


“Kami menuliskan apa-apa yang mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan”. (QS. Yaasiin 12).


“Tiap-tiap diri bertanggungjawab atas apa yang telah diperbuatnya” (QS. Al-Mudatstsir: 38).


“Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan sebesar zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya” (QS. Al-zalzalah : 7-8).


Persoalan yang mudah bila hanya takut untuk tidak mendapatkan pengakuan. Kalian cukup pindah lingkungan dan mencari komunitas yang mempunyai misi serta visi yang sama, yaitu mencari ridho Allah SWT. Karena selama ini kalian salah tempat, bagaimana mungkin ingin baik di lingkungan yang toxic?


Dari Abu Musa Al-Asy'ari raḍiyallāhu 'anhu secara marfu', "Sesungguhnya perumpamaan orang yang bergaul dengan orang saleh dan orang jahat, bagaikan orang yang berteman dengan penjual minyak wangi dan pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, bisa jadi memberi minyak kepadamu atau kamu membeli minyak darinya, atau paling tidak kamu mendapatkan aroma wangi darinya. Sedangkan pandai besi, mungkin ia akan membakar pakaianmu atau kamu akan mendapatkan aroma tidak sedap darinya."  (Hadis sahih-Muttafaq'alaih). (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Kenakan Hijabmu. Ingat, Yang Allah Tawarkan Itu Surga!"