Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mati Lampu


Oleh: Uswatun Hasanah, S.E

(Pendidik dan Aktivis Dakwah Madura)


Gelap ....

Saat Aku membuka mata

Cahaya itu ternyata belum ada

Ooh.. Bagaimana Aku yang rakyat jelata ini bisa berkerja? 

Bagaimana Aku yang menyandang gelar sebagai khairu umat ini bisa menyampaikan dakwah?

Di masa yang masih serba dilema

Antara laptop yang mati, hp yang tiada daya

Sinyal yang timbul tenggelam seperti lumba-lumba

Sedang Corona masih mendekap dengan mesra.


Gelap ....

Semakin pekat 

Ketika Aku menyaksikan negeriku semakin sekarat

Keadilan yang tak merakyat

Hanya berkutat pada penguasa dan para pejabat


Gelap ....

Sangat gelap

Saat orang-orang yang mengaku cinta negeri ini

Justru yang paling gencar berkorupsi

Saat orang-orang yang mengaku paling toleran

Ternyata paling pandai mengkriminalisasi

Katanya? Cinta negeri ini?

HAM di junjung tinggi?


Basi ....

Saat separatisme menyeruak dalam negeri

Kemana kalian? 

Sibuk menembaki orang-orang yang kalian anggap mengancam negeri 

Tanpa melihat konstitusi yang pasti? 

Oh tidak..


Gelap ....

Kini aku terhenyak

Tak hanya listrik yang mati

Ternyata nurani manusia pun ikut mati

Seperti roda kehidupan yang berputar saat ini

Terasa senyap, Pekat, Hening dan tak dapat melihat arah

Benar dan salah hanya akan dihadapi

Oleh tajamnya peluru dan runcing nya jeruji besi


Absurd ....

Tak bisa ditafsirkan oleh kacamata manusia 

Tikus-tikus berdasi yang bercokol dalam negeri

Kekayaan alam yang dikeruk

Dilepas dengan sesuka hati 

Konstitusi yang diposisikan di atas Kalam ilahi

Sungguh.. 

Setitik cahaya itulah yang kami nanti

Kejayaan dan kemenangan yang hakiki 

Dalam naungan aturan Ilahi Rabbi..(reper/toriq)

 

Posting Komentar untuk "Mati Lampu"