Pacaran dan Komitmen, Apa Bedanya?
Oleh: Nida Fitria
Hampir sama, bahkan mungkin sangat sama. Bedanya, orang yang saling berkomitmen dengan ‘pasangannya tidak mengakui di depan khalayak umum, bahwa mereka memiliki hubungan khusus (pacaran). Mereka bersembunyi dibalik topeng ‘komitmen’ karena tidak ingin di-cap salah ataupun tidak tahu ilmu agama. Sedangkan yang pacaran, kebanyakan mengakui dengan lebih terang-terangan.
“Kita hanya berkomitmen satu sama lain, kak”
‘Hanya?’
‘Hanya apa?’
Memangnya kata ‘hanya’ dapat sesuka hati terkait dengan dosa, seolah tawar-menawar dosa saja. ‘_’ Hehehw
Apakah ini tidak menyalahi syariat dan aturan bergaul dengan lawan jenis? Bukankan begitu?
Tetap saja berkomunikasi dengan ria di media sosial, saling curi pandang di kehidupan nyata. Apakah perilaku seperti ini tidak mendekati zina? Bahkan mungkin sudah, ‘saling pandang’ pum termasuk ‘zina mata’.
“Wa la takrobuzzina” potongan ayat ini tidak melulu kita maknai dengan arti (berbuat zina/berhubungan badan). Tapi, sangat cukup luas, pacaran membawa keburukan yang sangat disukai oleh syaiton, menjerumuskan kita dalam perbuatan yang tidak diridhoi oleh Allah SWT, baik kita berduaan, maupun komunikasi, zina dalam konteks berkomunikasi merupakan dasar awal dari “mendekati zina”, mengajak lawan jenis berbicara yang tidak sepatutnya yang belum memiliki ikatan yang sah baik agama dan negara ini perbuatan yang condong ke “ikhtilat” yaitu berdua-duaan antara lawan jenis yang bukan mahrom serta tidak memiliki kepentingan atau alasan yang syar’i.
So, gak takut nih?
Jangan saling tunjuk, ini saya. Pengingat untuk diri sendiri pula. Disini saya bukan mendiskriminasi pada yang ‘Berkomitmen’ ataupun lebih condong pada yang ‘berpacaran’. Hanya saja, beropini atau bependapat itu bebas, kan? Selama tidak keluar batas. Hehe. Kalian pun bebas mengkritik atau bahkan menghujat saya, apabila opini ataupun fakta yang saya muat salah. Saya, Anda, Kita semua sama. Makhluk ciptaan Allah, manusia. Derajat kita sama di mata Allah SWT. Tidak ada batasan untuk kita mengemukakan pendapat.
Intinya, gak semua hal yang tidak berkaitan dengan status “pacaran” itu aman. Yahh, mentang-mentang gak pacaran sama dia terus kamu bebas gitu saling perhatian, saling pegangan tangan, boncengan motor, nonton berdua, dan bla bla bla..... Semuanya ga terlepas sama yang namanya “HUKUM SYARA”, yups itu yang 5 hukum, ada Wajib, Sunnah, Mubah, Makhruh, dan Haram. Nah, mendekati zina atau semacam pacaran itu termasuk ke yang mana nih, gengs? Tentunya udah tau dong ya. Di zaman yang serba canggih ini udah banyak yang menggembor-gemborkan perihal “pacaran”. And for you yang merasa tidak sedang “berpacaran”, jangan kelewat santai juga, tetep aja dosa ya kan kalo kita keluar dari syariat islam. Komitmen boleh, tapi komitmen yang serius beneran, bukan modus. Misalkan: komitmen menjadi jomblo fi sabilillah dan akan menikah dengan cara yang benar sesuai syariah. Memperbanyak ilmu agama sebagai bekal menuju ke pelaminan. (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Pacaran dan Komitmen, Apa Bedanya? "