Ilmu Sebelum Amal
Oleh: Choirin Fitri (Pemerhati Remaja)
Sobat, hidup ini ibarat sebuah perjalanan. Setiap perjalanan yang kita lakukan pasti menuju satu tujuan. Jika tak ada tujuan, tentu kita hanya akan ngalor ngidul kayak orang bingung. Benarkan?
Nah, sebelum melakukan perjalanan, kita musti bertanya dulu. Kita mau ke mana? Mau ngapain? Trus, apa aja yang dibutuhkan? Lalu, jika sampai di tempat tujuan apa aja yang musti kita lakukan? Iya nggak sih?
Nah, agar kita bisa menjawab pertanyaan ini kita butuh tahu. Bukan temannya tempe lho ya. Tapi, beneran kita butuh tahu yang artinya mengetahui. Ternyata eh ternyata, tahu itu asalnya dari kedelai. Eh, bukan-bukan, dari ilmu. So, kita butuh ilmu.
Bayangkan saja! Ketika kita mau melakukan perjalanan sehari saja kita butuh nyiapin macam-macam, apalagi untuk seumur hidup yang kita nggak tahu bakal mati kapan. Nanti, besok, atau mungkin sebentar lagi. Nah, berarti akan ada banyak ilmu yang kita butuhkan.
Mari kita mikir sejenak! Makanan kesukaan monyet dan manusia sama yaitu pisang. Tapi, monyet cukup buka kulit dan langsung memakannya. Bagaimana dengan manusia? Apakah mencukupkan diri makan ala monyet. Ternyata tidak. Dengan ilmu, manusia bisa membuat berbagai olahan pisang. Ada yang tahu apa aja?
Molen, pisgor,piscok,sale,kripik,bolu, nagasari,kolak, dll.
Uwuuuu, 100 deh buat kamu.
Itulah mengapa Allah menyempurnakan kita dengan akal. Dengan akal inilah kita menyimpan ilmu. Dan, akal ini pula yang menjadi pembeda kita dengan hewan. Jika hewan hanya mengandalkan instingnya untuk mencari makanan yang cocok. Kita manusia dibekali Allah akal untuk berfikir dan menyerap ilmu. Sehingga, tak heran jika hanya satu bahan saja bernama pisang, manusia bisa membuat aneka olahan.
Lalu, pertanyaan berikutnya adalah penting nggak mencari ilmu? Pasti kamu bakal jawab. Penting pakai banget.
Yup, betul. Menuntut ilmu itu penting banget. Bahkan, kita dilarang beramal tanpa ilmu. Bisa kacau balau jika itu dilakukan. So, kalau sama harta kita dilarang untuk serakah. Tapi, untuk ilmu kita wajib serakah.
Eits, ilmu apa dulu yang kudhu diserakahin? Secara, nyuri, nyopet, mbegal, maksiat ada ilmunya juga lho.
Tenang! Islam telah memberikan batasan bahwa menuntut ilmu syariat Islam hukumnya wajib. So, semua umat Islam harus faham. Untuk ilmu dunia, seperti arsitektur, pertanian, perindustrian, dll hukum menuntutnya adalah fardhu kifayah. Artinya, jjika sudah ada kaum muslimin yang memahami, sudah cukup, tapi jika tidak ada yang faham maka kita ikutan dosa. Khusus untuk ilmu maksiat alias pelanggaran terhadap syariat Allah, haram dipelajari.
Oke deh! Sekarang PR besar kita adalah mencari tempat atau seseorang yang mau mengajarkan kita tentang syariat Islam. Dengan, cara inilah kita akan bisa mengenal Islam yang sesungguhnya dan mampu beramal sesuai apa yang Allah mau. (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Ilmu Sebelum Amal"