Jangan Jadi Malin Kundang Milenial!
Oleh: Choirin Fitri (Pemerhati Remaja)
Jagad media sosial kembali gempar. Pasalnya, para Malin Kundang milenial terus menampakkan batang hidungnya. Bagaimana tidak
cerita rakyat dari Sumatera Barat yaitu Malin Kundang, yang tak sudi mengakui ibu kandungnya sendiri sebagai bukti kedurhakaannya kini mewujud nyata.
Fakta yang terjadi seorang ibu di Demak, Jawa Tengah dilaporkan anak kandungnya ke polisi. Sang ibu harus mendekam dalam sel tahanan Polsek Demak Kota. Penyebabnya remeh karena sang ibu jengkel pada si anak, lalu ia mengatakan telah membuang baju-baju anaknya.
Setelahnya terjadi perkelahian antara ibu dan anak, anak mendorong ibunya hingga jatuh. Ibunya tak sengaja membalas tindakan anaknya, hingga akhirnya dilerai oleh warga sekitar.
Anehnya, sang anak yang tidak tahu balas budi ini malah melaporkan ibunya ke polisi dengan aduan dugaan penganiayaan dan kekerasan dalam rumah tangga. Akhirnya, ibunya dijerat dengan Pasal 44 ayat 1 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT subsider Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. (news.detik.com, 9/1/2021)
Fakta lain berbicara, di Nusa Tenggara Barat, seorang anak melaporkan ibu kandungnya ke polisi karena masalah motor. Namun laporan tersebut ditolak langsung oleh Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyo Suhartono. (tribunnews.com, 29/6/2020).
Heeeemmm, melihat 2 fakta ngeri ini cukup membuat orangtua evaluasi. Sudahkah mendidik anak-anaknya untuk menghormati orangtua? Atau memang anak-anaknya telah dibesarkan lingkungan rusak yang membuat mereka enggan berbakti?
2 pertanyaan ini saling berkesinambungan memang. Karena, saat ini banyak orangtua yang tidak faham bagaimana Islam mengatur urusan pendidikan anak, sehingga anak pun jarang difahamkan bagaimana memperlakukan orangtua dengan baik. Kalaupun orang tua telah melakukan pendampingan dalam mendidik anaknya, nyatanya lingkungan tidak begitu. Lingkungan telah merubah anak kucing menjadi anak singa. Anak-anak yang manis di rumah menjadi anak yang ganas di luar rumah. Sehingga, mereka ketika sampai di rumah berani membentak, berkata kasar, melakukan tindakan fisik, bahkan memenjarakan ibunya.
Padahal Allah telah berpesan agar kita sebagai anak tidak melakukan tindakan kasar pada orangtua. Allah berfirman, “Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.’” (Al-Israa’ : 23-24).
Dari firman Allah ini saja telah tampak bahwa wajib bagi anak memberikan penghormatan yang tinggi pada orangtua. Selain itu, Islam pun lewat lisan Rasulullah telah memberikan bimbingan wajibnya berbakti pada orangtua bahkan mengkategorikan hal ini dalam amalan yang paling utama.
Dari ‘Abdullah bin Mas’ud ra, “Aku bertanya kepada Rasulullah Saw, “Amalan apakah yang paling utama?” Rasul menjawab, “Shalat pada waktu-waktunya.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?”Beliau menjawab lagi, “Berbakti kepada orang tua.” Aku bertanya kembali.” Kemudian apa lagi?” “Kemudian jihad fi Sabilillah.”Kemudian aku terdiam dan tidak lagi bertanya kepada Rasulullah Saw. Andaikan aku meminta tambahan, maka beliau akan menambahkan kepadaku.” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Tirmidzi)
Luar biasa bukan aturan Islam yang mulia ini! Jika, setiap anak memahami hal ini dengan baik dan menerapkannya dalam kehidupan niscaya tidak akan ada Malin Kundang era milenial yang berani berbuat buruk pada orangtuanya. Wallahu a'lam.
(reper/az)


Posting Komentar untuk "Jangan Jadi Malin Kundang Milenial!"