Mari Bersuara!
Oleh: Triana Dewi P, S.Pd (Pendidik)
Apa kabar dunia? Apakah baik- baik saja? Atau sedang tidak baik baik saja? Buat yang bilang sedang baik baik saja nih dunia, berarti masih pingsan. Lho kok gitu? Ya iyalah, banyak peristiwa yang terjadi di dunia lho, masa sih ketinggalan berita?
Dari hari ke hari, media menyajikan berbagai peristiwa yang membuat kita prihatin. Bencana alam tak henti hentinya menyapa. Kebijakan dzalim penguasa juga menjadi bagian di dalamnya. Serangan virus korona juga masih menghantui kehidupan manusia. Jika sudah seperti ini masihkan bilang dunia baik-baik saja?
Kondisi kaum muslimin dari waktu ke waktu juga sangat miris. Jika ada yang berperilaku sesuai syariat Allah, maka justru fitnah keji yang dialamatkan kepadanya. Masih ingat nasib kartun Nusa Rara, yang dilarang tayang karena tuduhan intoleran dan radikal?. Itu Indonesia, belum ditambah nasib umat muslim Uighur, Palestina, Suriah, Rohingya, dan lain sebagainya, yang hampir semuanya meregang nyawa akibat islamophobia.
Melihat kondisi dunia yang semakin karut marut, masihkah kita nyaman menjadi generasi rebahan? Masihkah terlena dengan hedonisme ditengah kehidupan? Saatnya bangkit sobat. Sudah waktunya mengambil peran sebagai pelopor perubahan.
What should i do? The answer is you must know what you do. Kita ga bisa mendiamkan atau ga care, sama apa yang terjadi didepan kita gaes. Berpartisipasi dalam mengubah keadaan jadi kewajiban bersama. Kalau masih ada ribuan alasan buat ga melakukan apa apa, ga takut nih dengan ancaman ga dianggap pengikut Rasulullah?
" Barangsiapa yang pada pagi harinya hasrat dunianya lebih besar maka itu tidak ada apa-apanya di sisi Allah, dan barangsiapa yang tidak takut kepada Allah maka itu tidak ada apa-apanya di sisi Allah, dan barang siapa yang tidak perhatian dengan urusan kaum muslimin semuanya maka dia bukan golongan mereka” (HR. Al-Hakim dan Baihaqi).
Malu ngomong di depan umum, ga percaya diri didepan publik, ga bisa nulis karena banyak tugas dan lain sebagainya jadi alasan untuk tidak peduli pada apa yang terjadi. Huh, banyak sekali alasannya. Padahal jari jemari kita bisa mendatangkan pahala. Mulut yang berbicara kebaikan, juga jadi wasilah dapat reward kebaikan dari Allah SWT. Kalau banyak pahala, bisa jadi jalan lancar ke surga, iya ga?
So, take action! Don't waste your time. Kapan lagi bisa berbuat kebaikan, kalau tidak sekarang juga? Emang tahu tuh ajal datangnya kapan?. Kalau tahu mah enak, bisa berbuat kebaikan disisa waktu yang diberikan. Cuma sayangnya, ajal ga kasih pemberitahuan kapan datangnya.
Nah, biar hidup bermakna, saatnya kita berisik. Kok berisik? Buat keramaian gitu?. Of course not lah, berisik disini, maksudnya adalah kita ga diam diam aja melihat berbagai fenomena yang ada di depan mata.
Buat kalian yang pandai ngomong, maksimalkan buat selalu menyebarkan nilai nilai kebaikan. Buat konten video untuk sebarin ajaran Islam yang belum banyak diketahui. Selama ini kebanyakan informasi yang kita dapatkan seputar masalah ibadah, pernikahan, puasa, zakat. Padahal aturan Islam ga sebatas itu gaes. So, saatnya mengopinikan aturan Islam yang mengatur sistem pergaulan, ekonomi, bahkan ketatanegaraan. Jadi sudah waktunya untuk tahu dan mencari tahu Islam secara kaffah.
Bagi yang hobi tulis menulis, bisa juga nih ikutan tebar kebaikan. Gerakan jari jemarimu buat tulisan yang menggugah kesadaran, bahwa kondisi kita hari ini menuntut perubahan ke arah yang lebih baik. Manfaatkan sosial media yang kita punya untuk menggempur media dengan sajian tulisan yang berisi Islam is solution. Biar umat sadar apa yang terjadi dengan dunia kita, dan apa yang musti kita lakukan untuk keluar dari kondisi tak idealis ini.
Jadi, buat kalian yang punya talenta harus benar- benar dimanfaatkan dengan sebaik baiknya. Jangan sampai kita menyesal ga berbuat banyak padahal kita bisa berpartisipasi dalam menyeru kebaikan. Bukankah manusia yang baik adalah yang banyak memberikan manfaat buat orang lain? Apalagi menebar manfaat yang punya nilai pahala besar di hadapan Allah SWT.(reper/toriq)


Posting Komentar untuk "Mari Bersuara!"