Peduli Dengan Sesama, Tapi Jangan Pencitraan!
Oleh: Mochamad Efendi
Bencana alam datang bertubi-tubi mulai dari banjir bandang yang menyapu harta benda rakyat dan gempa bumi yang menggoncang bumi dan meruntuhkan banguan dan rumah penduduk. Banyak dari mereka yang kehilangan harta benda. Bahkan bencana juga telah menelan korban jiwa. Mereka terpaksa harus tinggal di tenda-tenda peungsian. Kedinginan dan kelaparan terpaksa mereka rasakan. Saatnya kita perduli dengan mereka yang saat ini masih selamat dan hidup nyaman ditengah bencana yang terus mengancam negeri ini. Gaes, Kita harus peduli pada saudara kita yang dalam kesulitan karena bencana. Mereka butuh uluran tangan Kita untuk meringankan beban mereka. Apapun bentuk bantuan Kita, kecil atau besar sangat dibutuhkan mereka.
Gaes, bukti keimanan kita salah satunya adalah kepedulian kita pada sesama. Jika mengaku beriman, selain percaya pada yang ghoib, mendirikan sholat juga dengan ikhlas menafkahkan sebagian rezeki dari Allah untuk sesama yang membutuhkan. Jadi orang beriman, dia pasti tidak kikir dalam hidup. Dia meyakini bahwa semua rezeki yang dia miliki bukan semata karena usahanya sendiri tapi semua yang didapat adalah rezeki dari Allah yang harus diinfakkan sebagian untuk membantu sesama agar hidup kita berkah.
Kepedulian kepada sesama adalah bukti Keimanan kita. Jika semua yang memiliki kelebihan harta dan uang peduli dengan sesama sungguh indah hidup ini. Mereka yang kaya akan merasa nyaman dan aman karena sudah berbuat kebaikan dengan membantu sesama, sementara banyak saudara kita bisa keluar dari masalah sosial. Tapi, sungguh penyakit hati sering menghinggapi mereka yang kaya, enggan untuk Berbagi. Itu karena banyak orang yang berfikir kapitalis dan menjadikan dunia sebagai tujuan hidupmu. Sudah kaya masih saja merasa kurang dan terus ingin menumpuk harta yang tidak habis tujuh turunan. Untuk apa semua Itu jika harus Kita tinggalkan saat jatah umur Kita habis dan waktunya untuk kembali ke tempat keabadian.
Sungguh celaka mereka yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Bahkan sebagian dari mereka berani mengambil hak orang lain dengan cara batil. Korupsi menggurita karena dorongan nafsu untuk mengumpulkan harta. Mereka tidak menyadari bahwa keimanan mereka tercerabut dari dada mereka, saat rasa perduli pada sesama menghilang dari dalam hati. Keinginan menumpuk harta dengan cara yang batil sering menggelincirkan kita pada perbuatan dosa dan merusak hidup kita sehingga jauh dari keberkahan. Merasa kurang dan terdorong untuk menumpuk karena hati kita tidak lagi perduli pada sesama. Berfikir banyak harta bisa mengekalkan kehidupan Kita di dunia. Tidak semua Itu pasti akan Kita tinggalkan dan bahkan bisa mengantarkan kita ke neraka, seburuk-buruk tempat kembali.
Mungkin keinginan untuk membantu mereka ada, tapi tidak banyak yang bisa kita berikan, sementara jarak mereka jauh dari tempat tinggal kita. Sementara, tidak banyak yang bisa dipercaya untuk bisa menyampaikan sebagian rezeki yang ingin kita infakkan pada mereka yang membutuhkan. Banyak orang berfikir kapitalis akan menghalalkan berbagai cara untuk menipu, bahkan tidak segan mengatasnamakan bantuan sosial untuk saudara kita yang membutuhkan. Tidak jarang bantuan salah sasaran atau tidak nyampai pada yang membutuhkan.
Bahkan dana sosialpun tega dikorupsi. Banyak orang kehilangan empaty dan rasa perduli dengan sesama. Rakus dan kikir telah menghinggapi pemikiran saat hidup hanya berorientasi untuk dunia. Padahal, satu persatu dari kita harus meninggalkan semua yang selama ini dibanggakan dan sangat dicintai, sampai harus melupakan kehidupan akhirat yang pasti Kita akan kembali.
Gaes, bersihkan diri Kita dari rasa kikir dan tidak perduli dengan sesama. Mulai dari hal kecil, melakukan kebaikan untuk orang terdekat kita, tetangga yang membutuhkan. Perduli dengan sesama dari hal yang bisa Kita lakukan, karena sesungguhnya Allah tidak akan membebani hambaNya diluar batas kemampuanya. Berbuat baik pada sesama juga tidak perlu harus menunggu kaya atau hal besar yang membuat viral. Kalaupun tidak punya harta berlebih Kita bisa Bantu dengan tenaga atau pemikiran Kita. Kita Bantu mereka keluar dari permasalahan dengan memberikan solusi tepat dengan Islam.
Gaes, sekecil apapun kebaikan tidak ada yang sia-sia karena Allah Maha Tahu atas apa yang telah Kita kerjakan. Tidak ada yang sia-sia meskipun tidak ada orang yang tahu, karena kebaikan akan berbuah manis. Sebaliknya keburukan akan berbuah pahit. Lakukan semua ikhlas untuk mencari ridho Allah.
Gaes, jagalah iman dan Islam agar terus bersemayam di dalam dadamu sampai akhir menutup mata. Jangan sampai penyakit hati rasa kikir, egois dan tidak mau perduli dengan sesama akan merusak nikmat Iman dan Islam yang bisa menjadikan setiap langkah dan kebaikan di dunia mengantarkanmu ke sebaik-baik tempat kembali, SurgaNya. (reper/ar)


Posting Komentar untuk "Peduli Dengan Sesama, Tapi Jangan Pencitraan!"