Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sebuah Resolusi, Milenial Menyongsong Kemenangan Hakiki


Oleh: Ninda Mardiyanti YH. (Mahasiswi Kota Banjar)


Berakhirnya tahun 2020 telah meninggalkan jejak kelam yang terjadi. Sederet fakta yang terjadi di tahun lalu seperti stress berat akibat pandemi covid-19 sehingga pembelajaran sekolah dialihkan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang hanya didampingi melalui sosial media. Namun tidak semua pelajar bisa merealisasikan PJJ ini, akibat jaringan yang tidak mendukung sehingga harus mengorbankan dirinya mencari jaringan ke tempat yang tersedia baik pergi ke perkotaan atau bahkan ada juga yang naik ke gunung. Banyaknya tumpukan tugas juga faktor jaringan yang kurang bagus menyebabkan pembelajaran berujung pada stres berat. Bahkan ada kejadian seorang mahasiswa yang naik ke Menara masjid dengan ketinggian yang cukup tinggi demi meraih jaringan yang bagus sampai terjatuh dan meninggal dunia. (Tribun News, 13/05/2020)


Fakta lain seputar milenial adalah fenomena perzinahan yang semakin marak. Akibat dari banyaknya tayangan yang tidak faedah, ditonton oleh para milenial sehingga terjadilah perzinahan. Ini terjadi di tahun 2020 kemarin setelah adanya tayangan sinetron yang menjadi kontroversi, membuahkan hasil yaitu pesta seks yang dilakukan anak SMP di salah satu hotel dengan bantuan obat penguat juga kondom. (DetikNews, 10/07/2020)


Aktivitas bullying, pelecehan seksual, yang semakin marak terjadi pada milenial saat ini. LGBT yang semakin nyata menampakkan dirinya, mempublish secara terang-terangan, bahkan adanya komunitas-komunitas yang memfasilitasi supaya tetap eksis. 


/Apa Penyebabnya?/


Milenial yang tidak memahami tujuan hidupnya, dan tidak pula memahami bahwa hidup ini harus terikat dengan aturan Allah Swt. Akibat dari penerapan sistem sekularisme (paham pemisahan agama dari kehidupan) yang merasuki kedalam benak milenial sehingga para milenial tidak mengenali tujuan hidup di dunia ini untuk apa, milenial tidak mengenali jati dirinya sebagai seorang muslim yang harus taat pada aturan dari Allah swt. Sistem ini sangat berbahaya jika terus menerus hadir mendekati milenial, karena strategi yang dilakukan oleh mereka supaya menjauhkan para milenial dari ajaran islam. 


Jika sudah berhasil menjauhkan dari ajaran islam sehingga mereka para milenial tidak akan terbayangkan gambaran tentang sistem islam. Isu teroris, radikal, intoleran yang terbayang dibenak mereka karena disusupi dengan pemahaman yang salah mengenai islam. Strategi yang dijalankan oleh Barat pun akan terus menakut-nakuti milenial untuk membutakan pikiran dan tidak peduli dengan kondisi permasalahan yang sedang terjadi. 


Perbandingan dengan pemuda jaman dahulu

Sangat jauh sekali jika dibandingkan dengan pemuda jaman dahulu, dimana pondasi keimanan yang kuat sehingga keimanan kepada Allah Swt dan Rasul Muhammad Saw sangat tinggi. Salah satu contohnya Mus’ab bin Umair beliau adalah pemuda yang dipilih Rasulullah Saw menjadi duta pertama yang dikirim ke Madinah pada usia 20 tahun. Di usia yang muda beliau sibuk dakwah kepada para penduduk Madinah bahkan berhasil mengislamkan penduduk Madinah termasuk para tokoh di Madinah. 


Namun apa yang terjadi pada milenial saat ini? Di usia muda sibuk tawuran, memperlihatkan kemesraan dengan orang yang bukan mahramnya, bangga dengan aktivitas perzinahan, bergaya hedonis, mengidolakan yang salah. Naudzubillah. Oleh karena itu rusaknya milenial saat ini harus diobati, dan dikembalikan pada jalan yang benar. 


/Islam Sebagai Solusi/


Penyebab utama rusaknya milenial saat ini adalah penerapan sistem yang rusak maka dibutuhkan adanya sistem pergantian yang shohih yang menerapkan aturan-aturan Allah. Sistem yang baik tidak akan dijumpai pada ideologi yang rusak. Sekuler adalah asas  ideologi yang rusak.


Islam dengan ideologinya akan mengatur seluruh aspek kehidupan mulai dari hal terkecil sampai hal terbesar, adab makan, adab tidur, sampai berpolitik berekonomi, bergaul, berpendidikan. 


Berbicara tentang pendidikan bahwa pendidikan dalam islam itu mampu melahirkan generasi gemilang, karena sistem pendidikan dalam islam itu berbasis akidah. Penanaman akidah sejak dini yang akan menghasilkan kepribadian islam dimana mereka tidak cakap dalam kognitif atau pengetahuan saja tetapi berakhlak baik sesuai ajaran islam. Sistem pendidikan islam juga mampu mencetak generasi unggul dan berkulitas. 


Sejarah telah mencatat pada masa pemerintahan Daulah Abbasiyah banyak melahirkan orang pintar sekaligus sholih seperti 4 imam mazhab (Syafi’i, Maliki, Hanbali, Hanifah). Ketinggian peradaban islam yang ditopang oleh kemajuan ilmu membuahkan prestasi yang tak tertandingi. Bahkan islamlah peletak dasar peradaban dunia yang sekarang berkembang. Oleh karena itu lahirlah para ilmuan muslim beserta karyanya, seperti Al-Biruni ahli fisika, Al-Khawarizmi ahli ilmu matematika, Hasan bin Haythami pada bidang teknik dan optic, Ibnu Sina yang dikenal bapak ilmu kedokteran modern.


/What’s Next?/


Merancang resolusi di tahun 2021 ini tidaklah cukup sekedar resolusi untuk pribadi yang hanya sekedar meraih tujuan-tujuan duniawi atau sekedar perubahan pribadi saja. Namun  resolusi 2021 ini milenial terlibat aktif dalam menyongsong kemenangan hakiki, dengan cara apa? Bunga Dakwah, yaitu buku, ngaji dan dakwah. Melakukan gerakan ideologis gerakan yang tidak hanya sekedar melakukan gerakan moral, spriritual, sosial, akhlak yang bersifat parsial, tetapi gerakan ideologis yang bersifat menyeluruh. Oleh karena itu peran aktif dari milenial sangatlah penting dalam menyongsong kemenangan hakiki ini. Wallahu ‘alam bi showab. (reper/baim)

 

Posting Komentar untuk "Sebuah Resolusi, Milenial Menyongsong Kemenangan Hakiki "