Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bencana Perayaan Valentine Day


Oleh: Shy_Shine


Asal muasal Valentine day ini telah disebutkan diberbagai sumber-sumber internet, apakah itu suatu kebenaran atau hanya sebuah legenda saja ? Para kapitalisme, merubah hari valentine menjadi suatu keburukan yang dapat merusak generasi pada suatu bangsa dan agama untuk mendapatkan suatu Value yang dapat menguntungkan dirinya sendiri. Dan Karena tidak ada catatan resmi dari sejarah  kebenaran. Namun, penulis tidak membahas hal ini. 


Banyak sekali yang terjadi di perayaan valentine day. Kejadian di tahun 2015 di sebuah salah satu apotek yang berada di kota Medan menjual kondom, penjualan tersebut meningkat lebih dari 100% pada saat perayaan valentine day (dilansir dari Okezone.com, 15 Februari 2015)


Di tahun 2016, penjualan kondom di kota Samarinda sangat meningkat. Tak hanya orang dewasa yang membeli, namun para mahasiswa dan anak remaja turut membeli kontrasepsi tersebut. (dilansir dari merdeka.com, 12 Februari 2016)


Di tahun 2018, penjualan kondom di kota Malang meningkat hingga 2xlipat. (Dilansir dari Malangvoice.com, 14 Februari 2018)


Di tahun 2019 dan tahun 2020, pemerintah melakukan tindakan tegas dengan membatasi produk kondom di minimarket, apotek. Dll. Namun tak bisa memberhentikan perilaku buruk yang lama kelamaan akan menjadi sebuah budaya di kalangan para pemuda. 


Point pertama, Budaya hari valentine merupakan budaya yang datang dari non Islam, maka sepatutnya kaum Muslim tidak melakukan perayaan tersebut. Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang meniru suatu kaum maka dia bagian dari kaum tersebut.” (HR. Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani).


Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah ke Madinah, beliau menjumpai masyarakat Madinah merayakan hari raya Nairuz dan Mihrajan. Hari raya ini merupakan hari raya yang diimpor dari orang Persia yang beragama Majusi. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang, beliau bersabda, “Saya mendatangi kalian (di Madinah), sementara kalian memiliki dua hari yang kalian gunakan untuk bermain di masa jahiliyah. Padahal Allah telah memberikan dua hari yang lebih baik untuk kalian: Idul Qurban dan Idul Fitri”. (HR. Ahmad, Abu Daud, Nasai, dan dishahihkan Syaikh Ali Al-Halabi)


Seorang muslim tidak boleh dan diharamkan untuk melakukan perayaan yang selain hari raya idul Adha dan hari raya idul Fitri. Karena Allah telah memberikan perayaan yang terbaik kepada kaum muslim di 2 perayaan tersebut. Dan dari perayaan tersebut membuat diri ini menjadi dekat kepada Allah. 


Point kedua, Budaya ini terus merebak hingga kalangan remaja. Membuat kalangan remaja tidak ada bedanya dengan hewan yang menyalurkan nalurinya tanpa sebuah ikatan pernikahan. Dan dalam hal ini juga, kalangan remaja tidak bisa menyeimbangkan naluri dengan diikat oleh Akal sehingga tindakan seperti ini merusak agama, jiwa, akal sehat, keturunan, dan harta.


Point ketiga, kaum perempuan adalah kaum yang sangat lemah dan banyak sekali ilmuwan yang tidak sedikit mengatakan bahwa wanita lebih cenderung menggunakan perasaan dari pada logika sehingga perempuan mudah sekali untuk dirayu. Seperti contoh, bunda hawa yang telah memakan buah khuldi akibat dari rayuan setan. Pada akhirnya hawa dan Adam, Allah turunkan mereka di bumi. 


Dan di dalam Al-Qur'an telah Allah memberikan kehormatan kepada perempuan dan melindungi hak perempuan dengan dinamai surat yang bernama An-nisa yang artinya wanita. Para wanita selayaknya melindungi kehormatannya dari para lelaki pecundang yang tak mampu menikahinya. 


Dengan begitu jelas Allah telah melindungi hak-hak perempuan dalam Al-Qur'an maka sepantasnya para wanita meminta perlindungan dari Allah supaya terhindar dari marabahaya.


Point keEmpat, setelah melihat kasus pelecehan yang dilakukan para remaja di hari valentine ini, seharusnya pemerintah membuat aturan yang sangat tegas dengan mentaati atau mengembalikan hukum syariat untuk dilaksanakan kepada seluruh umat supaya terhindar hal-hal Allah larang. 


Karena Islam sangat melindungi di dalam diri setiap manusia dengan Maqashidu Syariah. Maqashidu syariah ini telah terbukti pada masa Rasulullah SAW dan kekhilafahan. Para pemuda yang ingin menikah dibiayai oleh negara, melindungi hak-hak perempuan sehingga melahirkan generasi penerus bangsa yang luar biasa. 


Apabila tindakan ini tidak dilakukan secara tegas dan membuat perilaku tersebut tidak berhenti, maka bisa saja kasus di zaman nabi Luth akan terjadi di zaman sekarang dan tidak hanya itu, ketika Allah murka maka bencana dari segala penjuru akan datang. Bukankah adanya sejarah membuat kita belajar dari pengalaman dan dari pengalaman yang baik bisa dipraktekkan di kehidupan nyata supaya tidak terjadi kesalahan kedua kalinya.

Wallahu a’lam bish-shawabi. (reper/ar)

 

Posting Komentar untuk "Bencana Perayaan Valentine Day"