Hidup Itu Bukan Menjadi Mauku, Tetapi MauNya
Oleh: Sahilatul Hidayah
Judul tulisan aku kali ini aku cuplik dari pernyataannya seorang muslimah, founder Niqob Squad Teh Indadari. MashaaAllah..jadi ceritanya lagi scroll-scroll video di akun Youtube, eh nemu videon konten pas beliau lagi di wawancarai di podcast salah satu akun Youtube. Beliau nyeritain tentang kisah perjalanan hijrahnya dalam berpakaian dan alasaannya kenapa akhirnya memutuskan untuk mengenakan Niqob dan mendirikan Niqob Squad.
Seperti kebanyakan umumnya kisah hijrah, beliau awalnya malah lebih demen mengenakan rok mini dan pakaian terbuka lainnya. Walapun ortunya berasal dari kalangan relijius yang sangat mementingkan agama, tetapi nasihat yang tersampaikan terpental begitu saja pada akhirnya.
Tetapi MashaaAllah ketika beliau mulai memikirkan kalau ngejalanin hidup kudunya harus menjadi seperti mauNya bukan maunya diri a.k.a semau gue aja yang akhirnya menjadi titik tolak beliau untuk hijrah menutup aurat dengan sempurna nurut dengan mauNya, sesuai dengan syariatNya pastinya. Dan itulah yang disebut hidayah temans. Ketika kita berusaha dengan penuh kesungguhan untuk menjemputnya Allah akan semakin mempermudah langkah kita untuk meraihnya. Termasuk juga seperti yang dialami oleh teteh Indadari.
Ok balik lagi yak ngebehas tentang quote kece dari teh Indadari yang aku jadiin judul dari tulisannya aku kali ini. Kalau soal ngomongin hidup yang kita jalanin, pasti kita pengennya berjalan seperti yang kita mau yak. Yang kumau pengennya ntar lulus kuliah bisa ngedapetin pekerjaan yang mapan, bank misalnya tau sih itu ada bunganya a.k.a riba yang diharamkan tapi gak masalah ya kan yang penting gajinya gede. Atau pengen jadi artis dengan pakaian yang serba terbuka gak nutup aurat sama sekali juga gak akan jadi persoalan karena demi mengejar ketenaran dan lagi-lagi pundi kekayaan pastinya. Astaghfirullahal ‘adzim please jangan ya dear..
Lalu apa kabar mauNya?. Ketika hidup yang sedang kita jalanin semuanya suka-suka kita a.k.a semaunya aku dong. Padahal kita diciptakan oleh Allah ke dunia ini dengan satu tugas yang paten dan gak bisa ditawar lagi sebagai hambaNya yaitu beribadah kepadaNya. Apakah itu hanya sekedar ibadah yang berkaitan dengan hubungan kita dengan Allah seperti salat dan puasa saja? Ternyata jawabannya of course enggak pastinya. Karena ibadah yang kita lakuin untuk ketaatan menjalankan syariatNya itu cakupan luas ya dear.
Ada yang mengatur hubungan kita dengan Allah (hablum mina Allah, hubungan kita dengan diri kita sendiri (hablum minan nafs), juga hubungan hubungan kita dengan sesama manusia yang lain (hablum minan nas). AturanNya itu sudah super duper komplit pokoknya dah. Semua urusan yang terjalankan dalam kehidupan ada aturanNya.
Seribet itu yak semuanya kudu pakai aturan, mungkin ada diantara kalean ada yang beranggapan kek gitu. Apa-apa kok diatur mana itu yang namanya kebebasan kan hidup itu harus sesuai dengan maunya kita kan kita yang ngejalanin. Ok kalau kita pengennya hidup seperti maunya kita tanpa mengindahkan apa mauNya, kita teliti yuk dampaknya.
Maunya mengumbar aurat di mana-mana karena ngikutin trend fashion dan biar bisa terkenal, akhirnya apa yang terjadi?. Ternyata hal itu akan “mengundang” para lelaki hidung belang untuk melakukan berbagai tindakan yang tidak diinginkan pastinya. Atau ngebet kerja di bank yang nota bene ada bunga yang itu riba dan diharamkan oleh Allah. Bahkan ancaman bagi para pelakunya sangat berat dan dahsyat. Tapi kita gak perduli kaena yang kita inginkan gaji gede pastinya. Padahal akibat keberadaan riba dalam perekonomian itu sungguh menggoncangkan. Akibat keberadaan riba itulah akhirnya perekonomian selalu berada dalam krisis ekonomi seperti sebuah siklus 10 tahun sekali layaknya seperti “lingkaran setan” begitu saja terus.
See..kalau kita ngejalanin hidup seperti maunya kita bukan mauNya, justru yang terjadi adalah kerusakan semata akibatnya. Jadi temans selain hidup sesuai dengan mauNya adalah kewajiban yang kudu kita lakuin sebagai seorang hamba ternyata juga akan membawa pada kerusakan semata. So, selain kita akan mendapatkan dosa karena melakukan kemaksiatan terhadap aturanNya juga akan merasakan kerusakan yang akan menimpa kita. Mau? (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Hidup Itu Bukan Menjadi Mauku, Tetapi MauNya"