Kematian, Nasehat Terbaik agar Selalu Ingat Tujuan Hidup
Oleh: Mochamad Efendi
Setiap yang bernyawa pasti akan mati, tapi tidak seorangpun tahu kapan jatah umurnya habis di dunia ini. Satu persatu saudara dan teman dekat pergi untuk selama lamanya yang memberi pelajaran bagi kita bahwa hidup pasti akan berakhir. Dan saat ajal Kita datang, semua yang kita banggakan dan kejar mati-matian tidak berarti dan harus ditinggalkan, tidak dibawa mati. Sungguh rugi mereka yang tidak mempersiapkan diri buat bekal setelah mati. Celaka bagi mereka yang bermaksiat dan murtad padahal hidup tidak kekal, kehidupan akhirat yang abadi.
Kemarin masih mengirim pesan pakai WA, hari ini dikabarkan sudah meninggal. Minggu lalu masih bertemu di rumah makan bahas tentang buku, sekarang dia sudah tidak lagi di dunia lagi untuk selamanya. Orang-orang terdekat kita satu persatu meninggalkan kita. Pasti giliran kita akan datang dan pasti menyusul mereka. Apa yang sudah kita siapkan untuk kehidupan abadi di akhirat nanti? Kampung akhirat tempat tinggal kita yang sebenarnya, setelah jatah umur habis dan waktunya untuk kembali kepada Illahi.
Mungkin saat ini Kita masih bisa tertawa, bahkan masih bisa menghina, mencaci dan membully orang lain. Kitapun masih selamat saat berbuat maksiat dari hukum manusia yang tebang pilih. Tapi tahukah Gaes, kita tidak tahu apa yang terjadi besok. Bisa jadi Kita tidak lagi bisa tersenyum dan bernafas lagi. Tubuh terbujur kaku siap untuk dimandikan, disholatkan dan dibawa dengan keranda ke tempat pemakanan untuk dimasukkan ke liang lahat. Setelah dibacakan adzab dan iqomah, mulailah tubuh Kita ditimbuni tanah sampai tidak lagi terlihat tubuh kita yang terbungkus kain kaffan. Orang-orang terdekat kita yang manangis dan sedih karena harus melepaskan kita untuk selama-lamanya, satu persatu meninggalkan Kita, selesai talqin dibacakan oleh Pak mudin. Perlahan, mereka disibukkan oleh kehidupan dunia dan lupa jika kita dulu pernah ada bersama mereka.
Gaes, Kita akan sendiri dan terus sendiri tanpa harta benda yang kita miliki, keluarga yang kita banggakan serta orang-orang terdekat yang dulu sangat mencintai dan selalu menemani. Jasad kita yang tertimbun tanah perlahan akan hancur dan tidak berwujud lagi. Masihkah Kita bisa sombong menolak diatur dengan Syariat Allah saat kematian datang. Kita harus menerima syariatNya, mau ataupun tidak. Dan semua janji Allah dan apa yang disampaikan di dalam Al-Qur'an adalah haq. Akhirat, surga dan Neraka adalah benar, bukan ramalan seperti yang dituduhkan sebagian orang. Mungkin saat hidup, mereka masih bisa membanggakan dengan apa yang dimiliki di dunia ini. Tapi, tidak saat kematian datang, semua nikmat dunia dicabut. Rumah megah, mobil mewah, uang berlimpah serta jabatan tinggi sungguh harus ditinggalkan semua. Hanya amal kebaikan yang sering tidak diperhitungkan selama di dunia dapat membantu kita saat tidak seorangpun bisa menolong.
Gaes, kematian adalah pelajaran terbaik dalam hidup agar kita tersadar bahwa ada kehidupan yang lain abadi setelah mati yang harus disiapkan. Sisa umur adalah nikmat yang luar biasa untuk segera bertaubat dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Jangan sia-siakan umur kita, dan mulailah menyadari tujuan hidup, beribadah kepada Allah. Hiasi hidup ini dengan ibadah, setiap kebaikan yang sesuai dengan ajaran Islam, semata untuk mencari ridho Allah. Sekecil apapun langkah kebaikan kita untuk ibadah kepada Allah SWT, insyaallah tidak ada yang percuma.
Gaes, gunakan sisa umur untuk mengakaji Islam agar tsaqofah keislamanmu terus bertambah dan kamu menjadi sosok berkepribadian Islam. Sisa waktu gunakan untuk membuat jejak-jejak kebaikan yang tergores selama hidup kita. Amalan Jariyah terus mengalir ke pundi-pundi pahala kita, meskipun jasad sudah hancur di dalam tanah. Dalam barisan dakwah kita mengajak umat agar mau berislam kaffah. Mesin pahala dari orang-orang yang tersadarkan melalui usaha dakwah kita dengan Islam sungguh lebih berarti nanti saat mati daripada uang trilliyunan hasil korupsi. Malah jabatan tinggi, dihormati di dunia tapi tidak amanah bisa menyeret kita ke neraka jahanam. Sungguh rugi kehidupan akhirat yang abadi jika ditukar dengan secuil kenikmatan dunia yang sesaat dan pasti akan berakhir. Padahal harta yang dikumpulkan dan dihitung-hitung tidak akan membuatmu kekal di dunia. Celakalah, pasti mereka akan masuk ke dalam kubur dan meninggalkan semua yang dipunya dan mempertanggungjawabkan semua perbuatannya yang memuja dunia.
Belajar dari kematian harus membuat kita menjadi tawadu', tunduk dan berserah diri pada illahi, Sang Pemilik Hidup sehingga hati menjadi tentram, jauh dari perasaan resah dan gelisah. Semua jadi indah karena hati pandai bersyukur. Nikmat dunia adalah ujian yang tidak membuat kita lupa diri tetap ingat pada Yang Maha Pemberi rezeki. Masalah adalah kesempatan untuk terus belajar menjadi pribadi kuat dan bijak. Tetap teguh di jalan dakwah dan terus membawa kebaikan pada semua orang, karena umur adalah satu nikmat karena, waktu untuk bertaubat dan berubah untuk menjadi lebih baik.
Apalagi di masa pandemi saat ini, banyak korban berjatuhan karena covid-19, bahkan sampai tembus satu juta jiwa, harus menjadi pelajaran bagi kita yang masih hidup untuk lebih mengingat Allah, Sang Pemilik Hidup. Covid-19 jangan membuat takut tapi harus membuat mawas diri agar tidak mengikuti hawa nafsu, tapi petunjuk Agama yang lurus dan mulia jangan ditinggalkan . Mengikuti petunjuk Allah akan membuat kita selamat dengan mengingat mati agar tidak lupa diri. Hidup hanya sebentar dan pasti semua akan kita tinggalkan. Kematian akan mengingatkan kita pada tujuan hidup, beribadah kepada Allah. Perhiasan dunia yang ada diatas bumi hanya sebagai ujian agar diketahui siapa yang lebih baik amal perbuatannya. Dunia jangan dijadikan tujuan karena kehidupan di dunia ini hanya sebentar tidak sebanding dengan kehidupan di akhirat yang abadi untuk selama-lamanya. (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Kematian, Nasehat Terbaik agar Selalu Ingat Tujuan Hidup"