Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Masih Rayain V-Day Saat Pandemi?


Oleh: Neng Ranie SN


Hai sobat remaja, enggak kerasa sudah hampir setahun si Corona membersamai kita. Kerasa banget kan apa-apa dibatasi. Nggak boleh menimbulkan kerumunan. Kalau mau  bepergian jauh kudu dites (rapid test dan swab) dulu. Ingat selalu pesan ibu (3M). Intinya kudu terapkan prokes alias protokol kesehatan.


Sepanjang mata memandang, sekarang orang-orang kalau keluar rumah selalu memakai masker atau faceshield.  Semua taat prokes karena takut tertular virus, bahkan ada yang sampai ketakutan yang berlebihan. Seperti beberapa waktu yang lalu ada berita orang memakai APD saat keluar rumah. Etdah ada-ada aja. 


Takut tertular, takut sakit, takut mati, wajar sih namanya juga manusia. Rasa takut itu manusiawi, khawatir yah wajar. But, jangan sampai takut sakit karena takut enggak bisa hangout dengan teman. Atau takut mati karena takut tidak bisa menikmati materi yang sudah didapat. Janganlah jadi orang yang cinta dunia dan takut corona. Ingat kita punya Allah sebagai penolong. Jadi, takut dan khawatirnya jangan lebay dan jangan lupakan Allah. Oke?


Oiya, omong-omong bulan Februari ini ada momen yang udah ditungguin oleh para muda mudi loh. Tahu dong? Yaps, V-day alias Valentine Day . Biasanya para ABG udah pada heboh tuh ngomongin dan siap-siap rayain V-Day. Para aktivis gaul bebas, sampai yang cuma heboh doang ikutan ngeramein ajang itu. Kira-kira masih ada enggak yah yang ngerayain V-Day di tengah pandemi seperti sekarang?


Kalo masih ada, tepok jidat dah. Kebangetan itu namanya. Why? Bisa jadi musibah wabah Covid-19 alias Corona virus ini adalah bagian dari ujian bagi orang yang beriman, dan teguran bagi kaum muslimin yang banyak maksiat, termasuk orang munafik. Azab bagi orang kafir. 


Hemm, berarti kita kudu introspeksi masing-masing, yah. Sebab, sangat mungkin adanya Corona virus alias Covid-19 ini adalah salah satu akibat dari perbuatan kita selama ini yang jauh dari ajaran agama. Sudah minim ilmu, tipis iman lagi, ambyar deh. So, mulai sekarang jadilah muslim yang sejati.


/Jauhi Hal-hal Berbau Tasyabuh/


Muslim sejati adalah seorang muslim yang akidahnya Islam dan perilakunya jelas sesuai tuntunan risalah Islam yang dibawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Wajib memiliki syakhsiyah islamiyah (kepribadian Islam), dengan memiliki aqliyah dan nafsiyah yang islami. Ketika menghadapi sebuah problem kehidupan, pastikan sandarannya kepada akidah dan syariat Islam. Intinya kita nurut saja apa kata Islam. Sebab, memang itulah konsekuensinya menjadi muslim, mau diatur dengan ajaran Islam.


Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya telah melarang kaum mukminin ber-tasyabbuh (mengikuti perayaan agama atau kepercayaan agama lain), Sob. 


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;


Artinya: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, berarti ia termasuk golongan mereka” (HR. Abu Dawud dalam Al-Libas dan Ahmad)


Perayaan-perayaan semacam ini, tidak lain sebagai upaya orang-orang kafir kepada generasi Islam agar sedikit demi sedikit menjauh dari ajarannya. So waspada yah!


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;


Artinya: “Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim no. 2669).


/Jauhi Hal-hal yang Mendekati Zina/


Kalau melihat momen V-Day selama ini, yang dijual adalah “cinta” dan praktiknya hanya  syahwat, nafsu semata. Sering banget kita mendengar berita Satpol PP dan Polisi menjaring pasangan mesum muda-mudi pada momen ini, yekan?! So, jauhi perbuatan khalwat (berdua-dua) alias pacaran yang akan menjerumuskan ke dalam perbuatan zina dan membuat Allah murka. Allah Swt. berfirman;


وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلً


Artinya: "Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah suatu perbuatan yang keju. Dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra: 32).


Nah, kalo kita saja takut sama Corona, takut kena, takut sakit, takut mati, terus dengan kesadaran penuh taat prokes alias protokol kesehatan yang dibuat oleh manusia.  Masa  abai dengan protokol taat akidah dan syariat yang dtetapkan Allah Ta’ala? Padahal kita semua akan kembali pada-Nya dan akan mempertanggungjawabkan apa yang sudah kita lakukan di dunia. Ingatlah firman Allah Ta’ala;


“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?” (QS. Qiyamah: 36)


Kuy back to Islam, segera bertobat. Bukan hanya tobat secara individu, tapi tobat secara kolektif. Apa tuh maksudnya? Yakni menjadikan Islam sebagai way of life, baik dalam kehidupan pribadi, masyarakat maupun negara. Wallahu 'Alam bishowab. (reper/ar)


 

Posting Komentar untuk "Masih Rayain V-Day Saat Pandemi?"