Menyadari Naik Turunnya Iman, Kita Butuh Teman Untuk Saling Menguatkan dalam Berdakwah
Oleh: Mochamad Efendi
Gaes, wajar sebagai manusia biasa yang lemah dan banyak salah merasakan naik turunnya iman, sehingga sungguh kita butuh teman yang saling menguatkan agar iman kita terjaga dan tidak keluar dari dada. Beristiqfarlah dan segera bertaubat saat menyadari iman mulai goyah dan melemah ditengah ujian hidup. Sungguh nikmat iman dan Islam adalah nikmat tertinggi dalam hidup sehingga jangan sampai lepas dari diri kita. Banyak contoh dalam kehidupan nyata yang terjadi disekitar kita karena perhiasan dunia, seseorang rela membiarkan imannya lepas dari dirinya. Sering diingatkan dalam khotbah sholat Jum'at, jangan kamu mati kecuali dalam keadaan beriman dan sebagai seorang muslim sejati yang bertaqwa sebenar-benar taqwa.
Gaes, jangan biarkan dirimu murtad hanya karena ingin mengikuti nafsu mencintai pujaan hati atau godaan harta dan jabatan yang semu dan menipu sehingga rela sampai menjual agama. Llimpahan harta dan popularitas jangan membuatmu lupa diri, sehingga membuat kamu jadi arogan dan takabur sehingga tidak mempercayai surga dan Neraka. Atau kamu berani melecehkan dan menistakan ajaran Islam yang lurus dan mulia hanya karena takut kehilangan nikmat dunia. Padahal dalam al-Qur'at surat Al-Kahf Ayat 7, "Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya." Perhiasan dunia adalah ujian bagi umat beriman, jangan dijadikan tujuan. Segeralah bertaubat dan jangan menuruti hawa nafsu yang menjadi penyebab lepasnya iman dari dadamu , tapi ikuti petunjuk Allah yang akan menyelamatkanmu dari kesesatan menuju jalan lurus dan mulia, Islam.
Gaes, jika dalam hidup iman naik turun Itu wajar, tapi jangan biarkan imanmu lepas dari dadamu dengan bergabung dalam barisan dakwah. Jangan ragu dan bimbang untuk memutuskan meniti jalan dakwah, jalan para nabi dan rasul yang akan mengantarkanmu pada SurgaNya, sebaik-baik tempat kembali. Meniti jalan dakwah sungguh membuat langkah hidup terus bermakna dengan membuat jejak-jejak dalam hidup ini dari orang- orang tercerahkan dan terinspirasi berislam secara kaffah meskipun diri Kita tidak lagi ada di dunia. Menciptakan Investasi untuk akhirat dengan berdakwah akan membuatmu menjadi orang beruntung karena terus mendapatkan aliran pahala jariyah meskipun jatah umur Kita sudah habis dan jasad kita sudah terkubur dan hancur di dalam tanah.
Saat kamu mulai lelah dan langkahmu mulai goyah, kamu butuh pegangan dan teman untuk saling mengingatkan dan menguatkan. Dalam barisan dakwah saat kamu salah dan imanmu mulai goyah, teman dalam barisan dakwah akan mengingatkanmu agar tidak salah jalan dan tetap berpegang teguh pada ajaran yang lurus dan mulia. Terkadang, Kamu menyadari mulai enggan berbuat kebaikan, rasa malas sudah mulai menyelimuti hati untuk tetap Istiqomah di jalan dakwah dan langkah mulai goyah pertanda iman berkurang kadarnya. Sendiri terasa berat, namun jika kamu melakukan dakwah dalam jamaah, insyaallah langkahmu akan tetap Istiqomah dan tidak lagi goyah. Imanmu bertambah terus dan semakin mantap dan kuat, karena kamu tidak sendiri tapi bersama teman seiman yang saling menguatkan dalam dakwah.
Gaes, dalam berdakwah memang tidak mudah, makanya kamu butuh teman agar bisa tetap Istiqomah meskipun tantangan tidak terus mengadang didepan mata. Bersama, semua bisa terlewati dan diatasi meskipun badai terbesar yang datang dari kebencian penguasa menyerang untuk menghentikan gerak dakwah kita. Bersama kita kuat, sendiri kita lemah dan mudah patah. Oleh karena Itu, dalam surat Ali Imron 104, kita diperintahkan untuk berdakwah dalam jamaah. "Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."
Gaes, masihkah ragu untuk bergabung dalam barisan dakwah yang menyeru pada kebenaran Islam dan mencegah kemungkaran. Bersama barisan dakwah, kita mengakaji Islam dan terus menambah tsaqofah keislaman kita sehingga langkah dakwah kita semakin mantap dan tidak mudah goyah. Aqidah kita harus kuat bersumber dari dalil qoth'i yang mutawatir, 100% kebenarannya tidak sedikitpun keraguan dalam masalah aqidah. Akar yang kuat akan membuat pohon berdiri kokoh menghasilkan daun lebat dan banyak buah yang manis yang bermanfaat bagi orang banyak. Gaes jadilah pribadi yang kokoh, berdiri tegak ibarat pohon dengan akar kuat yang tidak mudah roboh oleh hembusan angin. Dalam barisan dakwah dan akidah yang kokoh, kita akan terus melangkah mengukir jejak kebaikan di dunia untuk bekal kehidupan kita nanti di akhirat.
Berdakwah adalah kewajiban dan jangan ditinggalkan meskipun hidup ini susah dan disibukkan oleh urusan dunia, tapi dakwah jangan dinomor duakan. Bersama barisan dakwah kita ciptakan jejak kebaikan dari setiap orang yang tercerahkan oleh usaha dakwah kita untuk bekal kita di akhirat nanti. Sekecil apapun usaha kita tidak ada yang sia-sia karena Allah tidak melihat hasil tapi tapi lebih pada proses dan usaha maksimal dan sungguh-sungguh kita dalam berdakwah. Teruslah melangkah dan saling menyemangati dalam dakwah agar hidup lebih berarti dan berakhir indah. Kebahagian hakiki akan didapatkan dalam barisan dakwah meskipun kemewahan tidak melingkupi hidupmu. Tidak juga perlu jabatan tinggi atau pengakuan orang tapi ridho Allah yang membuat hidup Lebih berkah dan indah. (reper/ar)


Posting Komentar untuk "Menyadari Naik Turunnya Iman, Kita Butuh Teman Untuk Saling Menguatkan dalam Berdakwah"