Mulia dengan Islam, Hina dengan Kebebasan tanpa Aturan
Oleh: Mochamad Efendi
Gaes, Islam bukan untuk mengekang kebebasanmu, tapi menjadikan kamu mulia sebagai manusia. Manusia akan menjadi sebaik-baik makhluk jika rela dan mau diatur dengan Islam, sebaliknya mereka seburuk-buruk makhluk jika menolaknya dan lebih memilih hidup bebas yang bisa membawa mereka pada kemaksiatan dan kehinaan. Bucin bukan gaya hidup Islami diikuti. Memperturutkan nafsu dan syahwat dengan nama cinta pada lawan jenis yang harusnya diatur dengan Islam. Mereka enggan menghalalkan hubungan dalam pernikahan. Mereka lebih memilih bebas tanpa ikatan dengan berpacaran. Berakhir dengan kehinaan karena tidak mau diatur dengan Islam.
Gaes, tergelincir pada perbuatan zina merupakan awal dari kehinaan. Jika tidak segera bertobat dan menyadari telah melakukan dosa besar, akan terpicu untuk melakukan dosa besar lainnya. Sudah banyak bukti hubungan bebas, memperturutkan hawa nafsu, tidak jarang mereka tega membunuh bayi yang tidak berdosa bahkan sebelum dia terlahir ke dunia. Sungguh hina, bahkan lebih hina dari hewan saat manusia tidak mau diatur dengan Islam. Kehormatan tidak terjaga, sebaliknya kehinaan pasti kau rasakan karena mengikuti hawa nafsu.
Gaes, Jaga kehormatanmu dengan menutup auratmu seperti yang diperintahkan dalam ajaran Islam yang lurus dan mulia, baik laki-kaki maupun perempuan. Menjaga pandangan dan aurat adalah satu cara agar tidak terjerat bujukan syatan untuk melakukan dosa besar. Laki-kaki dan perempuan yang bukan mukrimnya lebih baik menjaga jarak, jangan berkhalwat apalagi berdua-duan yang tidak ada orang ketiga di tempat sepi. Syaitan akan datang untuk menggoda yang bisa menggelincirkan mereka pada kehinaan.
Islam sangat menjaga kehormatan manusia sebagai makhluk yang paling mulia. Sungguh, kebijakan Islami akan menyelamatkan umat dari kehinaan. Jadi, pemerintah harusnya mendukung sekolah yang mewajibkan berhijab dan menutup aurat bagi peserta didik agar mereka terjaga dari syahwat yang mendorong berbuat sesuatu yang tidak patut dilakukan. Kebiasaan Islami harus diwajibkan agar mereka terbiasa dan menjadi gaya hidup. Menutup aurat untuk menjaga kehormatan mereka agar manjadi manusia yang mulia. Aneh, jika ada sekolah yang mewajibkan muridnya berhijab, tapi diancam mau dipecat atau dipermasalahkan. Padahal bagi non muslim mereka masih bisa menggunakan simbol keagamaan mereka asalkan auratnya terjaga. Orang tua mana yang menginginkan anak dilecehkan dan kehormatan anaknya ternodai. Pasti tidak satupun orang tua yang menginginkan demikian.
Sebaliknya, sekolah yang melarang berhijab, menutup aurat dianggap biasa. Intoleran dijadikan alasan bahkan hijab dianggap bukan ajaran Islam, kewajiban bagi umat Islam. Pelarangan menggunakan hijab di salah satu sekolah di Bali adalah bentuk pelanggaran HAM yang sering mereka gulirkan dan dijadikan sebagai alasan untuk menolak diatur dengan Islam. Sekolah harusnya mewajibkan peserta didiknya untuk menutup aurat untuk menjaga kehormatan mereka dan mencegah mereka dari perzinaan yang berawal dari pacaran dan pakaian yang mengumbar aurat. Semoga ini bisa dipahami orang tua yang ingin anaknya hidup mulia dan selamat dari penyimpangan yang tumbuh sumbur dalam sistem rusak, demokrasi sekular.
Gaes, jika ada orang tua yang ingin anaknya mulia dan kehormatanya terjaga, mereka akan memerintahkan anaknya untuk bertaqwa dan mengatur hidup mereka dengan Islam. Mungkin awalnya harus dipaksa agar anaknya terbiasa untuk berislam kaffah. Hanya dengan Islam manusia bisa hidup mulia. Orang tua yang baik tidak pernah lelah untuk memerintahkan anaknya agar mangkaitkan setiap pemikiran dan perbuatan dengan Islam. Mereka berharap agar anak-anaknya bisa selalu tertunjuki pada ajaran Islam yang lurus dan mulia. Keluarga ideologis yang mendidik dengan Islam akan menghasilkan generasi mulia, bukan generasi hina yang menuruti nafsu kebebasan dengan mengikuti kemaksiatan dan penyimpangan perilaku, bahkan lebih rendah dari binatang.
Gaes, kamu perhatikan orang-orang yang menolak diatur dengan Islam. Tidak jarang mereka berakhir dengan kehinaan, bahkan saat mereka masih hidup di dunia apalagi saat mereka di akhirat nanti. Sebaliknya, Allah memuliakan orang-orang yang mau mengatur hidupnya dengan Islam, berislam kaffah tanpa harus memilih ajaran yang disukai saja. Rela meninggalkan semua hal yang tidak Islami, meskipun sangat menguntungkan dan menyenangkan. Mampu berfikir cemerlang, mengkaitkan kehidupan dunia dan akhirat dengan Islam. Setiap langkahnya terjaga dari kemaksiatan, sebaliknya kebahagian hakiki dan kemuliaan menghampiri hidup yang selalu diatur dengan Islam. (reper/toriq)


Posting Komentar untuk "Mulia dengan Islam, Hina dengan Kebebasan tanpa Aturan"