Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rajab dan Peluang Pahala Berlipat


Oleh: Nur Aini Istiqomah (Pemerhati dan Pembina Remaja Muslimah)


Alhamdulillah, Allah masih memberi kita kesempatan bisa bernafas dan mengumpulkan bekal amal hingga hari ini.

Hari ke 7 di bulan Rajab. Salah satu bulan haram. Bulan yang istimewa.

Yang menandakan kita akan bertemu kembali dengan bulan super istimewa, yakni bulan Ramadhan, 52 hari lagi. إن شآء الله 


Nama Bulan Rajab berasal dari kata Tarjib, yang berarti terhormat. Dari namanya saja bisa kita tebak kalau Rajab bukanlah bulan biasa. Meski kemuliaannya tidak lebih dari Ramadhan, Bulan Rajab juga memberi kesempatan pada umat Muslim untuk melakukan peleburan dosa dan mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya. Selain itu, Rajab juga memiliki banyak keistimewaan.


Setidaknya ada 5 keistimewaan pada bulan Rajab yang akan membuat kita enggan berbuat maksiat jika mengingatnya:


1. Bulan Haram


Allah berfirman: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36)


Bulan Rajab termasuk ke dalam empat bulan haram bersama dengan bulan Dzulhijjah, Dzulqa’dah, Muharram. Bulan haram adalah saat-saat Allah mengharamkan kita menyakiti orang lain, apapun alasannya. Menyakiti orang lain saja dilarang, apalagi menyakiti diri sendiri. Kita juga dianjurkan menghindari segala perbuatan dosa karena perhitungannya di bulan ini akan dilipatgandakan.


2. Bulannya Allah


Ini adalah keistimewaan terbaik di antara lainnya. Rasulullah SAW bersabda: “Rajab itu bulannya Allah, Sya’ban bulanku, dan Ramadan bulannya umatku.” Para Ulama menafsirkan hadis tersebut sebagai Rajab bulan istigfar, Sya’ban bulan sholawat atas Nabi Muhammad, dan Ramadhan bulan Al-qur’an. Nah, siapa yang tidak mau beribadah di waktu-waktu istimewa ini?


3. Bulan isra' mi'raj


Kapan tepatnya Isra’ Mi’raj terjadi memang masih menjadi perdebatan. Namun diyakini, peristiwa agung dan suci tersebut terjadi pada tanggal 27 Rajab. Ini menambah keistimewaan Rajab. Di bulan inilah Nabi Muhammad SAW mendapat perintah untuk melaksanakan sholat lima waktu.


4. Bulan Terjadinya Peristiwa-peristiwa Penting Bagi Umat Islam


Atas kehendak Allah Swt., bulan Rajab juga menjadi momen pertemuan pertama kali Nabi Saw. dengan kaum Anshar yang mempunyai kemuliaan. Melalui tangan merekalah (kaum Anshar) negara Islam pertama tegak di Madinah.


Sejak itu seluruh hukum syariat bisa diterapkan secara total. Dengan itu, kesucian darah, harta, dan jiwa bisa terjaga (Lihat: Al-Hakim, Al-Mustadrak (IX/497), hadis penuturan Jabir bin Abdullah ra.).


Bulan Rajab juga telah dijadikan Allah Swt. sebagai momen istimewa peralihan kiblat kaum muslim, dari Masjidilaqsa ke Masjidilharam (Ibnu Katsir, Al-Bidâyah wa an-Nihâyah, III/252-253).


Pada bulan Rajab pula, yakni pada tahun ke-2 Hijrah, Rasul Saw. mengirimkan detasemen Abdullah bin Jahsy. Pengiriman detasemen ini menjadi pendahuluan atas peristiwa Perang Badar (Ibnu Katsir, Al-Bidâyah wa an-Nihâyah, III/248-249).


Demikian pula Perang Tabuk yang menggetarkan adidaya Romawi. 

Bulan Rajab juga telah menjadi momen penting bagi perwujudan kemuliaan pada generasi setelahnya. Kota Damaskus (Syam) dibebaskan kaum muslim di bawah panglima Abu Ubaidah bin al-Jarrah ra dan Khalid bin al-Walid ra pada bulan Rajab tahun 14 H/635 M.


Disamping menjadi bulan diraihnya kemenangan demi kemenangan umat islam. Rajab juga menjadi bulan di saat umat islam mengalami tragedi paling buruk dalam sejarah, ketika perisai umat islam telah lenyap, ketika Khilafah Utsmani di Turki dihapuskan, tepatnya pada 28 Rajab 1351 H/4 Maret 1924 M. Momen di mana umat islam kehilangan wibawa, martabat dan kebesarannya.


5. Bulan untuk menyambut bulan Ramadhan


Bulan Ramadhan adalah waktu yang paling dinanti kaum Muslim. Setiap hari menuju bulan suci ini terasa istimewa. Rajab jatuh dua bulan sebelum Ramadhan. Setiap kali memasuki Rajab, umat Muslim bersuka cita karena itu berarti Ramadhan akan segera tiba.

Mari kita bersama, membekali diri dengan amal-amal terbaik dan menjauhi segala kemaksiatan yang berpotensi mendapatkan dosa yang berlipat-lipat lebih besar dibandingkan bulan lainnya.


Hendaklah kita juga memastikan diri menjadi bagian dari barisan orang-orang yang mendapat kemuliaan dari Allah SWT, dengan meneguhkan dan mengokohkan tekad serta menggelorakan semangat dan berpartisipasi semaksimal mungkin sesuai potensi dan kemampuan kita dalam perjuangan untuk menerapkan syariah islam secara kaaffah. 

Allah SWT berfirman:


وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَآ إِلَى ٱللَّهِ وَعَمِلَ صَٰلِحًا وَقَالَ إِنَّنِى مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ


“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?" (Q.S Fushshilat :33)


Apalagi pada bulan Rajab, bulan haram ini, yang mana di dalamnya pahala amal shalih akan dilipatgandakan.(reper/zia)

Posting Komentar untuk "Rajab dan Peluang Pahala Berlipat"