Remaja dan Masa Depan
Oleh: Lutfiatul Ba'diyah (Aktivis Dakwah Millenial)
Remaja. Kata sebagian orang masa remaja adalah waktu di mana kita bebas berekspresi, masa untuk bersenang-senang dan mengejar mimpi. Yaa, masa remaja biasanya dijadikan masa untuk mencari jati diri, mau jadi apa dan ke mana arah hidupnya nanti.
Di era perkembangan saat ini, remaja kekinian tak jauh dari kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi seharusnya baik, tetapi masih banyak para remaja yang tidak bisa memanfaatkannya dengan bijak. Sebagai contoh, belum lama ini, publik dibuat heboh dengan aksi remaja laki-laki yang mengaku masih berumur 13 tahun mencari pacar dari media sosial (Sumsel.suara.com, 25/1/21).
Kalo begini, jelas terlihat dari diri remaja sendirilah yang salah menggunakan fasilitas yang ada. Menggunakan teknologi tidak pada tempatnya dan hal yang tidak berguna. Memang tidak ada salahnya jika mereka semua menikmati perkembangan yang begitu canggih, tapi perlu batasan agar penggunaannya menjadi bijak.
Semua alat elektronik serba ada. Mulai dari smartphone, HP, laptop dan lain sebagainya. Alat-alat tersebut memudahkan kita untuk berkomunikasi, mengerjakan tugas, mencari berita dan lain sebagainya. Tapi, apabila kita salah menggunakan alat-alat tersebut lalu terjerumus dalam hal-hal yang negatif, maka rusaklah moral dan etika generasi bangsa kita.
Kerusakan moral saat ini juga sangatlah tampak di negara kita. Banyak faktor yang menjadi penyebab kerusakan moral, seperti gaya hidup remaja kekinian biar semakin hits tanpa memperdulikan etika, moral, budaya, agama. Selain itu ada juga perilaku yang menyimpang yang dilakukan oleh para remaja yaitu bolos sekolah, bullying, tawuran dan minum-minuman keras.
Banyak faktor yang menjadi penyebab kerusakan moral itu terjadi. Pengaruh dari teman menjadi penyebab utamanya. Oleh karena itu pergaulan remaja saat ini harus mendapat perhatian yang kuat dari pihak keluarga, masyarakat, bahkan negara.
Faktor lain dari penyebab rusaknya moral remaja tersebut ialah kesalahan dari diri sendiri dalam memanfaatkan teknologi yang berkembang pesat ini dan juga kurangnya perhatian dan pengawasan dari orang tua.
Namun, alasan paling mendasar dari semua kenakalan remaja di atas adalah kurangnya dasar-dasar agama. Semua masalah tersebut perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak, mengingat remaja merupakan calon penerus generasi bangsa. Di pundak merekalah masa depan ini digantungkan.
Ada beberapa cara nih yang bisa dilakukan agar kita sebagai remaja bisa mencegah semakin meningkatnya masalah ini, di antaranya :
• Pertama, kita harus pandai memilah dan memilih teman dekat. Karena pergaulan akan sangat berpengaruh terhadap etika, moral, dan akhlak. Cari teman yang sefrekuensi atau satu tujuan sama kita, untuk sukses bukan hanya di dunia, tapi juga di akhirat.
• Kedua, memperluas wawasan dan pengetahuan akan sangat berguna untuk menyaring pengaruh buruk dari lingkungan dan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif bagi masa depan remaja.
• Ketiga, mampu memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebaik-baiknya. Dan yang terpenting guys, terakhir, meningkatkan iman dan takwa dengan cara bersyukur, bersabar, dan beramal shaleh.
Tapi, semua hal di atas perlu ilmu. Mengandalkan ilmu agama di sekolah saja, sungguh tak cukup untuk bisa membuat kita bergerak dan berubah jadi remaja bermanfaat dunia akhirat. Kita harus bin wajib mengikuti kajian Islam secara kafah, agar perubahan kita mendasar dan terarah.
Atas izin Allah dengan kita mendekatkan diri kepadaNya, rutin mengkaji Islam, rajin beribadah, beramal shaleh, tentu akan membuat kita terhindarkan dari perbuatan yang tidak sesuai di jalan Allah. Jangan menunggu tua untuk berubah, tapi berubahlah selagi masih ada usia.. Wallahua'lam bishawab. (reper/toriq)


Posting Komentar untuk "Remaja dan Masa Depan"