Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sholat Subuh, Tanda Awal Syukur KepadaNya


Oleh: Abdullah Makhrus


Pagi ini, dingin begitu mencekam. Kantuk rasanya menahan mata ini untuk sedikit terbuka untuk menyambut pancaran sinar mentari. Namun rupanya panggilan ilahi rupanya mengingatkan bahwa nikmat roh kita telah dikembalikan di hari ini. Tentu saja ini harus disyukuri dengan ibadah di pagi hari. Itulah ibadah sholat subuh.


Apakah benar seseorang yang sedang tertidur sesungguhnya sedang keluar ruhnya? Yuk simak sedikit ulasan yang dimuat di republika.co.id berikut ini:


Saat masih menjabat sebagai Ketua Departemen Electrical and Electronic di British University, Dr Arthur J Alison pernah melakukan penelitian lewat alat-alat elektronik tentang fenomena tidur dan mati. 


Hasil riset selama enam tahun ini menjelaskan, memang ada sesuatu yang keluar dari tubuh manusia ketika tidur dan masuk kembali ketika terbangun. 


Namun, untuk orang mati, sesuatu itu tidak kembali. 'Sesuatu' yang terdeteksi oleh alat elektronik Dokter Alison boleh jadi merupakan roh yang dijelaskan Alquran.


Karena itu, tidur dapat direnungkan sebagai simulasi mati. Baik dalam tidur maupun mati, roh samasama pergi dari tubuh manusia. Namun, perbedaannya ada di pengembalian. 


Ketika roh  tidak dikembalikan maka dipastikan kita akan mati. Jika suratan itu terjadi, roh yang berada di genggaman Allah SWT akan masuk ke alam barzakh dan tidak kembali ke alam dunia. 

Hal ini senada dangan apa yang telah dikabarkan Allah ribuan tahun silam dalam Al Quran Surah Az-Zumar ayat 42. 


“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.”


Maka sungguh, rasanya kita kurang bersyukur manakala saat tidur tidak meniatkan jika bangun akan bersegera beribadah padaNya. Bukankah karena Rahman RahimNya kita masih diperkenankan menghirup segarnya udara pagi?  


Lantas, ketika anak kita masih terlelap. Tak tergerakkah hati kita untuk membangunkannya? Mengajarinya bersyukur padaNya adalah sebuah pelajaran paling berharga bagi anak ketika di rumah. 


Mereka akan mengingat orang tuanya yang begitu perhatian padanya, karena selalu mengingatkan pada Rabb nya. Yang telah mengajarinya agar menjadi hambanya yang taat padaNya. Sudahkah kita bersabar melakukan setiap harinya? (reper/toriq)

 

Posting Komentar untuk "Sholat Subuh, Tanda Awal Syukur KepadaNya"