100 Tahun Tanpanya
Oleh: Sahilatul Hidayah
“Sesungguhnya al-Imam (Khalifah) itu perisai, dimana (orang-orang) akan berperang dibelakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan kekuasaannya”
(HR. Bukhari Muslim)
Beberapa hari yang lalu aku kudu nganterin orderan gamis dari customer setiaku karena ada miskomunikasi dengan perusahaan kurir langgananku. MashaaAllah jauh nian rumahnya. Kalau bukan karena customer setia bin langganan dan gamisnya akan dipakai beliau esok harinya buat acara kondangan beneran deh gak mau akunya nganterin langsung. Tapi ya balik lagi demi kepuasan customer kudu dong memberikan pelayanan terbaik kita sebagai penjual.
Alhamdulillah setelah lumayan lama melakukan perjalanan sambil nengokin si Googlemaps juga gak lupa nanya-nanya ke orang-orang sebagai petunjuk jalan akhirnya udah mau nyampe ke rumah cutomernya aku. Tapi eh ternyata..MashaaAllah..ketika mau nyampe..hujan yang begitu deraspun menyapa.Beuh..sempet tuh ngegerutu dan terucap kok hujan sih ya Allah deras banget dan banjir pula. Padahal belum nyampe ke tempat tujuan dan rute pulangnya juga panjang bin lama pastinya.
Astaghfirullah..langsung cepet-cepet tuh aku banyakin istighfar..Ya Allah..gak boleh hila..gak boleh dosa tau ngomong kek gitu. Hujan itu selalu membawa keberkahan dan kehidupan bagi semua makhluk hidup yang ada di bumi ini. Iya kan..Mulai dari cacing yang ada dalam tanah sampe manusia pasti butuh yang namanya air.Terlebih bagi manusia yang bagian dari tubuhnya mengandung air. Kudu disyukuin karena masih bisa ngerasain air, karena masih banyak daerah di wilayah lain negeri ini yang mengalami kekurangan air karena hujan gak juga turun.
Balik lagi soal banjir, pas aku ngalamin sendiri untuk kesekian kalinya terjebak banjir dalam perjalanan pulang, selain mengeluh tapi udah cepet-cepet istighfar kok sempet terbersit juga gimana ya kabar saudara-saudara kita lain yang ngalamin terjebak banjir juga tapi gak punya rumah dan setiap saat nyawa mereka terancam. Iyess..aku lagi ngomongin nasib pilu yang sedang menimpa saudara-saudara kita yang ada di Suriah.
Karena kepemimpinan yang begitu zalim dari rezim Bashaar Assad laknatullah terhadap rakyatnya sendiri mengakibatkan jutaan rakyat Suriah harus kehilangan tempat tinggal mereka dan terpaksa harus tinggal di tenda pengungsian. Apakah layak?Jauh dari kata layak ternyata. Ya Allah..keadaan mereka di tenda pengungsian ketika mereka terjebak banjir itulah yang akhirnya menyadarkanku untuk gak gampang baperan ketika terjebak banjir
Ya Allah..mirs dan sedih banget pas baca berita tentang keadaan mereka. Aku pernah baca berita di media soasil bagaimana kondisi tenda pengungsian mereka yang bener-bener jauh dari kata layak. Sudah tinggal di tenda yang sempit dan lusuh, di dalamnya harus tergenang banjir pula dan mereka tidak punya kasur sebagai alas tidur..Ya Allah auto nangis aku pas bacanya. Belum lagi cuaca dingin yang sekarang harus mereka alamin. Belum lagi mereka tiap malam gak bisa tidur nyenyak karena sewaktu-waktu nyawa mereka terancam akibat serangan dari tentara Bassar al Assad laknatullah yang setiap saat bisa terjadi.
Ya Allah..itu kondisi saudara-saudara kita yang ada di Suriah, belum lagi apa kabar saudar-saudara kita yang ada di Palestina yang terus-terusan digempur oleh tentara Israel laknatullah dan wilayah tempat tinggal mereka semakin menyempit setiap tahunnya, saudara kita suku Rohingya yang harus terusir dari negerinya sendiri Myanmar karena kejamnya rezim junta militer Myanmar yang melakukan genosida terhadap mereka, juga saudara kita yang di Xinjiang yang mengalami penyiksaan yang sangat luar biasa dari militer pemerintah Cina karena identitas keislaman mereka.
Ya Allah...ampuni hamba ya Allah yang belum bisa memberikan bantuan terbaik buat meeka. Ampuni hamba ya Allah yang seringnya masih suka mengeluh dengan kesulitan yang hamba alamin padahal seujung kukupun gak ada apa-apanya dibandingkan dengan segala kesulitan yang harus mereka alamin dan hadapin tiap detiknya. Dan yang terpenting ampuni hamba ya Allah karena belum bisa memberikan kontribusi terbaik untuk dakwah ini, dakwah untuk tegaknya kembali institusi negara yang akan menjadi junnah atau perisai pelindung bagi kaum muslimin di seluruh dunia. Yaitu Daulah Khilafah Islamiyah.
Ya 100 tahun sudah tanpanya telah menjadikan kaum muslimin dalam keadaan nestapa yang berkepanjangan. Jumlah terbesar tapi selalu dalam penderitaan yang gak berkesudahan. Nyawa begitu tidak berharganya sehingga bisa hilang begitu mudahnya. Tiada Sang Junnah telah menjadikan umat ini telah kehilangan muruahnya sebagai Kuntum Khoiru Ummah yang telah Allah janjikan. Sudahkah kita memberikan kontribusi terbaik kita untuk tegaknya kembali konstitusi sang pelindung tersebut sehingga kemuliaan umat ini akan kembali tegak seperti 13 abad penerapannya yang umat begitu menantikannya.(reper/baim)


Posting Komentar untuk "100 Tahun Tanpanya"