Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jadilah Generasi Bersegera, Bukan Penunda!


Oleh: Yuyun Rumiwati


Sobat, gimana kabarnya? MasyAllah tidak terasa hampir satu tahun kita jalani hidup di masa pandemi. Itu artinya hampir satu tahun pula kita jalani amanah menuntut ilmu lewat daring dengan berbagai suka dan dukanya. Jika boleh jujur, pasti kita sangat rindu sekali kembali pada kondisi normal seperti sediakala. Namun, untuk sementara Allah masih menguji kesabaran kita. Akankah kita tetap maksimal beraktifitas meski di kondisi tak normal?


Sobat, jika boleh jujur program daring tak jarang lho membuat kita teruji dengan kesempatan luang, betul nggak. Dari yang paling mudah saja. Jika waktu daring kita harus bersiap sekolah sejak pagi buta. Agar tak telat sampai di sekolah tentunya. Lha, saat pandemi tiba. Semua serba online tak jarang jam mandi kita molor. Pun bisa jadi bangun pagi berubah jadi siang. Karena waktu malam banyak dipakai bergadang. Ups, semoga sahabat "reper" tidak demikian ya.


Sobat, bahkan kita temui juga tugas menumpuk di antara teman kita yang belum tertunaikan. Menunda mengerjakan hingga berhari-hari. Bahkan ada yang berminggu-minggu. Para guru pun dibuat bingung menunggu. Orang tua pun menggerutu saat buah hatinya berleha-leha tertipu waktu.


Sobat, benar sabda Rasulullah,


نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ


"Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang". (HR Al-Bukhari).


Hadist, di atas telah mengingatkan kita pada masa pandemi ini. Dimana waktu luang kita banyak di rumah. Namun, kadang membuat kita lalai tanpa guna. Allah pun masih memberi kesehatan untuk kita. Namun, kadang kita gunakan untuk yang sia-sia. Berjam-jam main game tak terasa. Berjam-jam update berita fans selegram tak terasa. Satu pertanyaan besar prestasi besar apa yang kita capai selama pandemi ini?


Sobat, betapa Allah sayang dengan kita. Ya, kita hamba-Nya. Allah ingatkan lewat firman-Nya.


وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ


Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa (QS. Ali-Imron: 133).


Dalam ayat di atas Allah memerintahkan kita untuk bersegera, bukan menunda. Bersegera dalam kebaikan. Bersegera menuju ampunan. Bahkan, dengan motivasi surga seluas langit dan bumi yang Allah siapkan untuk hamba-Nya yang bertakwa. Subhanallah, kurang apa kasih sayang-Nya, kita yang masih sering lalai atas nikmat-Nya. Namun, pintu ampunan masih terbuka lebar untuk kita. Iya, saat kesempatan hidup itu ada, itu artinya kesempatan menuju perubahan itu masih tersisa untuk kita. 


Karena itu ada beberapa catatan penting sebagai muhasabah untuk kita. Semoga sikap menunda tak berlarut-larut berlarut menjerat kita.


• Pertama: Senantiasa ingat jati diri kita sebagai hamba.


Kewaspadaan terhadap pertanyaan;  hakikat siapa kita, untuk apa kita di dunia dan akan kemana setelah di dunia butuh terus kita jaga. Dengan ini insyAllah akan meminimalisir keterlenaan kita. Kesadaran ini akan memicu kita untuk bersegera beramal. Betapa hari pertanggungjawaban atas amal kita di dunia adalah pasti. 


• Kedua: Hidup di dunia itu singkat.


Betapa hidup di dunia amat singkat. Bahkan, tak tahu malaikat Izrail bisa datang tiap saat. Padahal waktu yang sesat ini amat menentukan untuk kehidupan yang kekal di akhirat. Sungguh merugi jika yang sesaat ini membuat kita lalai. 


• Ketiga: Menunda bisikan syaitan.


Betapa amat jelas musuh nyata manusia adalah syaitan. Maka segala cara mereka gunakan untuk menjerumuskan. Di antara sikap menunda dan panjang angan-angan. Serasa waktu hidup kita panjang. Serasa masih ada waktu luang untuk menuntaskan segala kewajiban. Hingga kita terbius untuk berleha-leha. Masihkah kita rela terjebak dalam jebakan ini?


• Keempat: Menunda menambah beban.


Jika kita mau jujur pada diri kita, sungguh menunda itu berat. Iya lebih berat dari melaksanakan amanah yang ada. Dengan menunda berarti kita memperlama hati dan jiwa untuk memikirkan apa yang menjadi tanggungan. Padahal andai tugas dan amanah segera ditunaikan. Kita tidak akan berlama-lama dalam kondisi yang stagnan. Bahkan, ada yang menyatakan menunda adalah merancang kegagalan. Iya, kegagalan akan sebuah kedisiplinan melaksanakan komitmen diri yang kita tetapkan. 


• Kelima: Disiplin dalam shalat dn menunaikan komitmen.


Sadar atau tidak, kedisiplinan kita dalam menunaikan hak Allah yaitu shalat, amat berpengaruh terhadap aktivitas di luar shalat. Kebiasaan menunda shalat bisa berpengaruh bagi kebiasaan kota di luar shalat. Maka tidak salah jika ada nasehat. "Perbaiki hubunganmu dengan Rabbmu, niscaya baik segala urusanmu". Betapa shalat yang disiplin dan khusyu' amat berpengaruh bagi pribadi pelakunya. Tentu ini tidak lepas dari hikmah shalat bisa mencegah dari tindakan keji  dan mungkar.


• Keenam: Butuh Lingkungan Pendukung


Komunitas atau lingkungan sangat berpengaruh bagi kita. Lingkungan yang disiplin dan bersegera dalam kebaikan akan menciptakan suasana disiplin pula bagi komunitas di dalamnya. Maka kecermatan dan ketepatan memilih komunitas dan lingkungan juga dibutuhkan untuk membentuk jiwa bersegera.


Sobat, maka tidak heran jika mayoritas generasi sekarang banyak termakan waktunya untuk sia-sia, karena sistem yang melingkupi masyarakat kita tak mendukung untuk menjadi generasi yang bersegera dalam kebaikan. Justru tontonan dalam aplikasi genjet yang disediakan lebih banyak menyediakan program yang hura-hura dan melenakan. 


Karenanya, tentu tidak cukup kita menjadi pribadi bersegera secara pribadi. Itu egois namanya. Kita pun butuh peduli kondisi negeri dan generasi. Karenanya sambil memperbaiki diri, yuk bersama-sama mengkaji Islam dan peduli dengan aktivitas dakwah. Saling menasehati dalam kebaikan dan mencegah dari kemungkaran. Hingga terwujud kembali generasi Rabbani dan Khoiru ummah sebagaimana saat Islam dan generasi terbaik umat memimpin dan memakmurkan bumi. Allahu a'lam bi shawab. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Jadilah Generasi Bersegera, Bukan Penunda!"